Analisis Celsius Network Collapse: Yield Tinggi yang Berujung Bangkrut
Celsius Network membekukan penarikan Juni 2022 lalu bangkrut dengan lubang dana sekitar $1,2 miliar. Kronologi, akar masalah, dan pelajarannya.
Celsius Network, platform yield crypto yang mengelola miliaran dolar dana nasabah, membekukan seluruh penarikan pada 12 Juni 2022 dan mengajukan kepailitan sebulan kemudian dengan lubang neraca sekitar $1,2 miliar. Kasus ini menjadi salah satu contoh paling jelas bagaimana yield tinggi di platform CeFi bisa berujung pada kebangkrutan nasabah.
Kronologi
Latar belakang. Celsius, dipimpin CEO Alex Mashinsky, memasarkan dirinya dengan slogan “unbank yourself” — menawarkan yield hingga sekitar 17-18% pada sebagian aset yang dititipkan pengguna. Model bisnisnya: dana nasabah dipinjamkan, di-restake, atau dipakai dalam strategi DeFi untuk menghasilkan pendapatan yang kemudian sebagian dibagikan kembali sebagai yield.
Awal 2022 — Celsius memiliki eksposur besar pada stETH (staked ETH dari Lido), yang normalnya diperdagangkan mendekati harga ETH tapi tidak bisa langsung ditarik 1:1 saat itu. Saat pasar bergejolak menyusul kolapsnya Terra Luna pada Mei 2022, stETH mengalami depeg tipis dan likuiditasnya menyempit, mempersulit Celsius mencairkan posisinya dengan cepat.
12 Juni 2022 — Celsius mengumumkan pembekuan seluruh penarikan, swap, dan transfer dana nasabah, dengan alasan “kondisi pasar ekstrem”. Ini menjadi titik balik — dana yang tadinya bisa ditarik kapan saja, mendadak terkunci tanpa kepastian.
13 Juli 2022 — Celsius mengajukan perlindungan kepailitan Chapter 11 di New York. Dokumen pengajuan mengungkap lubang neraca sekitar $1,2 miliar antara aset dan kewajiban ke nasabah.
September 2022 — Alex Mashinsky mengundurkan diri sebagai CEO di tengah tekanan publik dan investigasi.
Juli 2023 — SEC, DOJ, dan FTC secara terpisah mengajukan tuntutan terhadap Mashinsky, termasuk dugaan penipuan dan manipulasi harga token CEL milik Celsius.
Desember 2024 — Berdasarkan laporan publik, Mashinsky mengaku bersalah atas dakwaan penipuan terkait kasus ini, dan pada 2025 dijatuhi hukuman penjara — media melaporkan sekitar 12 tahun, meski angka pasti sebaiknya dicek pada sumber pengadilan terbaru.
Akar Masalah
Rehypothecation tanpa transparansi penuh. Celsius memakai ulang dana yang dititipkan nasabah — meminjamkannya, me-restake-nya, atau memakainya sebagai kolateral untuk strategi lain — mirip fungsi bank, tapi tanpa regulasi perbankan dan tanpa skema asuransi simpanan seperti LPS. Nasabah menitipkan aset dengan asumsi bisa ditarik kapan saja, padahal dana itu sudah “bekerja” di tempat lain yang tidak sepenuhnya likuid.
Eksposur ke aset yang tidak likuid saat dibutuhkan. Posisi besar di stETH yang normalnya aman menjadi masalah nyata saat likuiditasnya menyempit bersamaan dengan permintaan penarikan nasabah yang melonjak — dua tekanan yang datang bersamaan dan saling memperparah.
Dugaan penggunaan dana untuk menopang harga token sendiri. Berdasarkan tuntutan regulator yang dipublikasikan, ada dugaan bahwa dana dipakai untuk membeli token CEL milik Celsius sendiri di pasar terbuka guna menahan harganya — praktik yang, jika benar, mirip pola sirkular yang juga muncul di kasus FTX dengan token FTT.
Dampak
Berdasarkan dokumen kepailitan, sekitar $4,7 miliar aset kripto berada dalam kendali Celsius saat pengajuan bangkrut, dengan lebih dari 100.000 kreditor terdampak. Proses pemulihan dana berjalan bertahun-tahun melalui pengadilan kepailitan, dengan sebagian nasabah baru menerima kompensasi parsial — sebagian dalam bentuk kripto, sebagian dalam bentuk saham perusahaan baru hasil reorganisasi — jauh setelah dana mereka dibekukan.
Pelajaran
- Yield di atas rata-rata pasar pada platform custodial adalah sinyal risiko, bukan keuntungan gratis. Kalau yield 15-18% ditawarkan pada aset yang dianggap “aman”, tanyakan strategi konkret apa yang menghasilkan angka itu, dan apakah strategi tersebut punya risiko likuiditas.
- “Not your keys, not your coins” berlaku penuh di sini. Begitu aset dititipkan ke platform CeFi, kontrol penuh ada di tangan platform — termasuk keputusan membekukan penarikan sepihak.
- Cek apakah platform mengungkapkan penggunaan dana nasabah. Platform yang transparan soal ke mana dana disalurkan (jenis pinjaman, kolateral, rasio cadangan) lebih bisa diverifikasi dibanding yang hanya menjanjikan angka yield tanpa penjelasan.
- Batasi eksposur ke satu platform yield, terutama untuk dana yang tidak siap dikunci berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Lihat juga analisis Terra Luna collapse yang eksposurnya turut memperburuk posisi Celsius, analisis risiko yield farming, dan CeFi vs DeFi untuk memahami perbedaan risiko custodial dan non-custodial.
⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, disusun berdasarkan dokumen pengadilan dan laporan publik yang tersedia, bukan saran keuangan atau investasi personal. Crypto adalah aset berisiko tinggi.
Anda sudah paham konsepnya — saatnya eksekusi dengan pendampingan langsung. Join WhaleX Membership: akses kelas, mentor, dan komunitas investor crypto Indonesia.
Join Membership WhaleX →Pertanyaan Umum
Kenapa Celsius Network bangkrut?
Celsius menjanjikan yield tinggi hingga sekitar 17-18% pada deposit kripto, lalu memakai dana nasabah untuk pinjaman berisiko, restaking, dan strategi DeFi yang terekspos ke aset seperti stETH. Ketika pasar turun tajam pada 2022, Celsius kehabisan likuiditas dan membekukan seluruh penarikan pada 12 Juni 2022.
Apa itu rehypothecation dalam kasus Celsius?
Rehypothecation adalah praktik memakai ulang aset yang dititipkan nasabah sebagai kolateral untuk pinjaman atau strategi lain. Celsius melakukan ini terhadap dana yang disimpan penggunanya, sehingga saat strategi tersebut merugi, dana nasabah ikut terdampak tanpa sepengetahuan penuh mereka.