Analisis

Analisis TVL DeFi 2025: Ke Mana $100 Miliar Uang Bergerak dan Apa Artinya?

TVL DeFi menyentuh $100M di mid-2025. Analisis mendalam tren pergeseran kapital: dari mana datang, ke mana pergi, dan sinyal apa yang bisa dibaca investor.

DeFiTVLAnalisis Makro

Total Value Locked DeFi menembus $100 miliar untuk pertama kalinya sejak November 2021 pada pertengahan 2025. Ini bukan sekadar angka besar — distribusi dan pergeserannya memberikan sinyal penting tentang ke mana modal dan inovasi bergerak dalam ekosistem crypto.

Artikel ini menganalisis data TVL DeFi pertengahan 2025 secara mendalam: perubahan distribusi per chain, kategori protokol yang tumbuh vs menyusut, dan apa yang bisa dibaca investor dari tren ini.

Gambaran Besar: TVL $100 Miliar dan Konteksnya

Total TVL DeFi (Juli 2025): ~$102 miliar

Untuk konteks historis:

PeriodeTVL DeFi
Januari 2020$0.7 miliar
Januari 2021$22 miliar
November 2021 (ATH)$182 miliar
Januari 2023 (bear bottom)$40 miliar
Januari 2024$54 miliar
Juli 2025$102 miliar

Angka $102 miliar saat ini masih 44% di bawah ATH 2021. Tapi komposisinya sangat berbeda. TVL 2021 sebagian besar adalah token governance yang di-deposit kembali ke protokol yang sama — “TVL farming” yang artifisial. TVL 2025 lebih banyak berisi stablecoin riil, ETH/BTC yang di-bridge, dan RWA (Real World Assets).

Distribusi TVL per Chain: Siapa Naik, Siapa Stagnan

TVL per blockchain (Juli 2025, estimasi):

ChainTVLShareGrowth YoY
Ethereum~$56B55%+35%
Base~$8.3B8.1%+400%
Solana~$7.2B7.1%+250%
Arbitrum~$11B10.8%+40%
Optimism~$4.5B4.4%+20%
BNB Chain~$5.1B5%-10%
Avalanche~$2.8B2.7%+5%
Polygon~$1.9B1.9%-20%
Lainnya~$5.2B5%variasi

Tiga insight utama dari data ini:

1. Ethereum masih tak tergoyahkan, tapi porsinya mengecil. Dua tahun lalu, Ethereum menguasai 70-75% DeFi TVL. Kini 55%. Ini bukan karena Ethereum menyusut — TVL absolutnya naik dari $40B ke $56B. Tapi chain lain tumbuh lebih cepat. Ini narasi “Ethereum sebagai settlement layer, eksekusi di L2 dan chain lain” yang semakin nyata.

2. Base adalah cerita pertumbuhan terbesar. +400% YoY dari $1.7B ke $8.3B. Aerodrome Finance sendirian berkontribusi $2+ miliar. Yang menarik: pertumbuhan ini organik — tidak ada token airdrop yang artifisial menggelembungkan angka. Ini real capital yang masuk karena friction rendah dan distribusi Coinbase.

3. BNB Chain dan Polygon mengalami penurunan relatif. BNB Chain yang sempat menjadi “Ethereum killer murah” kehilangan 10% TVL absolutnya. Polygon yang dulu ramai sekarang tersaingi Base dan Optimism. Kedua chain ini masih relevan untuk retail Asia, tapi inovasi DeFi-nya tertinggal dari kompetitor.

Distribusi TVL per Kategori Protokol

Ini lebih menarik dari distribusi per chain karena menunjukkan apa yang dilakukan orang dengan uang mereka.

KategoriTVL (Jul 2025)ShareTren
Liquid Staking~$28B27.5%↑ Naik
Lending/Borrowing~$25B24.5%↑ Naik
DEX (AMM)~$20B19.6%→ Stagnan
Restaking~$18B17.6%↑ Naik drastis
CDP Stablecoin~$5B4.9%→ Stagnan
Yield Aggregator~$3B2.9%↓ Turun
Perp DEX~$1.8B1.8%→ Stagnan
Lainnya~$1.2B1.2%variasi

Analisis per Kategori

Liquid Staking ($28B, +45% YoY): Lido (stETH) tetap dominan dengan $20B+ TVL sendirian. Rocket Pool ($2.5B), EtherFi ($3B), dan Frax Ether ($1B) melengkapi kategori ini. Driver growth: lebih banyak ETH yang di-stake setelah Merge, dan stETH makin diterima sebagai collateral di protokol lending.

Lending/Borrowing ($25B, +50% YoY): Aave v3 tetap #1 dengan $11B TVL lintas semua chain. Morpho (yang mengoptimalkan Aave/Compound dengan peer-to-peer matching) tumbuh dari $1B ke $4B dalam 18 bulan. Kampanye supply USDC di Aave Base menghasilkan yield 4-8% yang menarik banyak kapital.

Restaking ($18B): Kategori ini nyaris tidak ada 18 bulan lalu. EigenLayer mendefinisikan kategori baru dan sekarang $18B TVL sudah ada di berbagai protokol restaking (EigenLayer $14B, Symbiotic $2B, Karak $1.5B, dll). Tapi TVL restaking lebih “virtual” karena ETH yang sama bisa dihitung beberapa kali.

DEX/AMM ($20B, hampir stagnan): Volume trading DEX tumbuh, tapi TVL stagnan karena efisiensi kapital meningkat. Uniswap v4 dengan hook customization dan concentrated liquidity memerlukan lebih sedikit TVL untuk volume yang sama. Ini sebenarnya tanda positif — modal lebih efisien.

Yield Aggregator ($3B, -30% YoY): Yearn Finance, Convex, dan sejenisnya mengalami penurunan karena yield farming manual sudah kurang menarik. Pengguna sophisticated sekarang lebih suka langsung deposit ke Aave/Morpho/Kamino daripada melalui aggregator yang ambil fee tambahan.

Pergerakan Stablecoin: Sinyal Makro

Komposisi stablecoin di DeFi memberikan sinyal tentang risk appetite:

Total stablecoin on-chain: ~$175 miliar

  • USDT: ~$115B (66%)
  • USDC: ~$45B (26%)
  • DAI/USDS: ~$8.3B (4.7%)
  • Lainnya: ~$6.7B (3.8%)

Di mana stablecoin ini berada:

  • CEX (Binance, Coinbase, dll): ~$60%
  • DeFi protocols: ~$30%
  • Bridge contracts dan cross-chain: ~$10%

Yang menarik: persentase stablecoin di DeFi meningkat dari 22% (awal 2024) ke 30% (Juli 2025). Ini menunjukkan lebih banyak orang mau put money to work di DeFi daripada sekadar hold di CEX.

Pemicu utama: yield DeFi yang lebih kompetitif. Di 2022-2023, suku bunga AS tinggi membuat T-bills 5% lebih menarik dari DeFi yang risky. Di 2025, dengan T-bills turun ke 3.5% dan DeFi stablecoin yield tetap di 4-8%, selisihnya kembali menguntungkan DeFi.

Real World Assets: Tren yang Diam-diam Besar

RWA (Real World Assets) adalah tokenisasi aset off-chain seperti T-bills, obligasi, dan kredit korporat yang dibawa ke blockchain.

TVL RWA on-chain (Juli 2025): ~$12 miliar

PlatformAsetTVL
Ondo FinanceUS Treasuries (OUSG)~$1.8B
BlackRock BUIDLUS Treasuries~$1.7B
Franklin OnChainUS Treasury Fund~$450M
MakerDAO/SkyT-bills + kredit~$900M
CentrifugeKredit korporat~$300M

Partisipasi BlackRock (aset manajemen $10 triliun) dalam tokenisasi T-bills adalah sinyal kuat bahwa institusi serius memasuki DeFi — bukan untuk spekulasi, tapi untuk efisiensi settlement. Ini bisa menjadi katalis adopsi yang lebih besar jika regulasi mendukung.

Apa yang Bisa Dibaca Investor

Sinyal positif:

  1. TVL kembali ke $100B tanpa hype token baru yang artifisial → lebih sustainable
  2. Kategori lending dan liquid staking tumbuh → ada real use case, bukan hanya spekulasi
  3. Institusi masuk via RWA tokenisasi → likuiditas jangka panjang lebih stabil
  4. Base dan Solana tumbuh pesat → kompetisi sehat di L1/L2

Sinyal yang perlu diwaspadai:

  1. Restaking TVL bisa misleading — ETH yang sama dihitung multiple times di EigenLayer ecosystem
  2. BNB Chain dan Polygon kehilangan momentum → narrative bisa berpindah cepat ke chain lain
  3. Konsentrasi Lido (20% dari total TVL DeFi sendiri) adalah risiko sistematik
  4. Jika suku bunga AS naik lagi, yield T-bills kompetitif dengan DeFi dan kapital bisa keluar

Framework untuk Membaca TVL ke Depan

Jangan gunakan TVL mentah sebagai satu-satunya metrik. Kombinasikan dengan:

  1. TVL / Market Cap protokol — ratio rendah (misal TVL $5B tapi market cap $500M = TVL/MC 10x) lebih baik dari ratio tinggi
  2. Revenue / TVL — protokol yang generate real fee dari TVL yang ada lebih sustainable
  3. TVL growth vs token emission — growth karena real demand vs growth karena bayar user dengan token baru
  4. Stablecoin vs volatile asset TVL — lebih banyak stablecoin = lebih risk-off, volatile asset tinggi = lebih spekulatif

Verdict

TVL $100 miliar DeFi 2025 adalah lebih “real” dari ATH 2021. Komposisinya lebih sehat: lebih banyak stablecoin, lebih banyak lending yang produktif, lebih banyak partisipasi institusional.

Pergeseran ke Base dan Solana menunjukkan bahwa user experience dan biaya transaksi masih menjadi faktor penentu di mana kapital bergerak. Ethereum tetap fondasi, tapi eksekusi semakin terdesentralisasi ke berbagai L2 dan chain.

Untuk investor DeFi: ikuti arus kapital ini. Chain dan protokol yang mendapat aliran TVL organik (bukan incentive program) adalah tempat di mana value riil sedang dibangun.


⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi dan analisis, bukan saran investasi. Data TVL bisa berubah signifikan dan angka-angka dalam artikel ini adalah estimasi berdasarkan data publik per Juli 2025. DeFi mengandung risiko tinggi termasuk smart contract risk, liquidity risk, dan volatilitas. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi. Whalex.id tidak bertanggung jawab atas kerugian finansial.


💡 Ini baru permukaannya. Member VIP WhaleX dapat analisis mendalam, strategi live, dan akses rekaman kelas eksklusif. Lihat program VIP →

Siap Level Up ke Strategi Serius?

Anda sudah paham konsepnya — saatnya eksekusi dengan pendampingan langsung. Join WhaleX Membership: akses kelas, mentor, dan komunitas investor crypto Indonesia.

Join Membership WhaleX →

Pertanyaan Umum

Apa itu TVL dan mengapa penting sebagai metrik DeFi?

TVL (Total Value Locked) adalah total nilai aset yang tersimpan dalam smart contract protokol DeFi — untuk lending, liquidity provision, staking, atau produk lainnya. TVL penting karena mencerminkan kepercayaan pengguna dan ukuran aktual protokol. Tapi TVL bisa misleading jika dimanipulasi dengan token governance yang bernilai artifisial.

Chain mana yang paling banyak mendapat aliran TVL baru di 2025?

Per pertengahan 2025, Ethereum masih mendominasi dengan ~55% dari total TVL ($55B). Base dan Solana adalah yang tumbuh paling cepat secara persentase — Base naik 400% dari awal 2024, Solana naik 250%. Arbitrum stabil tapi pertumbuhannya lebih lambat. Avalanche dan BNB Chain mengalami stagnasi relatif.