Analisis Tren Data Availability Layer: Celestia vs EigenDA vs Avail
Analisis persaingan tiga layer data availability terbesar — Celestia, EigenDA, dan Avail. Model keamanan, throughput, dan siapa yang memenangkan adopsi rollup.
Celestia, EigenDA, dan Avail adalah tiga layer data availability (DA) terbesar yang bersaing menyediakan tempat murah dan terverifikasi bagi rollup menyimpan data transaksi — masing-masing dengan model keamanan ekonomi yang berbeda secara fundamental.
Sejak proto-danksharding (EIP-4844) menurunkan biaya blob di Ethereum pada awal 2024, pertanyaan “kenapa masih butuh DA layer eksternal” jadi lebih relevan. Jawabannya ada pada trade-off throughput, biaya, dan independensi yang ditawarkan masing-masing pendekatan.
Kenapa Data Availability Jadi Medan Kompetisi
Rollup butuh memastikan data transaksinya bisa diverifikasi siapa saja — kalau tidak, operator rollup berpotensi memposting state palsu tanpa data pendukung. Sebelum ada solusi khusus, rollup menaruh data ini di calldata Ethereum mainnet, yang mahal karena bersaing ruang blok dengan transaksi eksekusi biasa.
Tiga jawaban berbeda muncul untuk masalah ini, dan ketiganya sekarang bersaing memperebutkan rollup sebagai pelanggan:
- Ethereum blob (native) — solusi bawaan Ethereum sendiri lewat EIP-4844
- Celestia — blockchain independen khusus DA
- EigenDA — DA yang keamanannya “dipinjam” dari ETH yang direstake
- Avail — blockchain independen dengan klaim throughput lebih tinggi dan lapisan agregasi tambahan
Untuk pembahasan thesis modular blockchain secara umum, baca analisis modular blockchain: thesis di balik Celestia dan EigenDA.
Tiga Model Keamanan Berbeda
Celestia memakai validator set independen yang men-stake token TIA sendiri. Keamanannya sepenuhnya terpisah dari Ethereum — kelebihannya adalah independensi penuh, kekurangannya adalah harus membangun kepercayaan ekonomi dari nol tanpa warisan keamanan dari jaringan yang sudah mapan. Detail mekanismenya ada di kamus Celestia.
EigenDA memakai ETH yang direstake lewat EigenLayer sebagai sumber keamanan ekonomi. Kelebihannya adalah mewarisi sebagian keamanan ekonomi Ethereum tanpa membangun validator set baru — kekurangannya adalah ketergantungan pada dua sistem sekaligus (EigenLayer dan Ethereum), dan mewarisi risiko slashing berlapis yang melekat pada mekanisme restaking. Lihat kamus EigenDA untuk detail.
Avail memakai validator set independen seperti Celestia, tapi menonjolkan dua fitur tambahan: Avail Nexus (agregasi proof lintas chain) dan Fusion Security (mekanisme staking hibrida yang bisa menerima aset dari chain lain sebagai jaminan). Berdasarkan data yang dipublikasikan tim Avail, klaim throughput mereka jauh di atas Celestia maupun blob Ethereum. Detail lengkap ada di kamus Avail.
Tabel Perbandingan
| Aspek | Celestia | EigenDA | Avail |
|---|---|---|---|
| Sumber keamanan | Validator independen (TIA) | ETH direstake via EigenLayer | Validator independen (AVAIL) |
| Independensi dari Ethereum | Penuh | Tidak (bergantung EigenLayer) | Penuh |
| Fitur tambahan | Data Availability Sampling | Terikat narasi restaking | Nexus (agregasi), Fusion Security |
| Token native | TIA | Tidak ada token DA terpisah (model awal) | AVAIL |
| Filosofi | Modular murni | Modular terikat Ethereum | Modular murni + agregasi lintas chain |
Siapa yang Memenangkan Adopsi Rollup?
Tidak ada pemenang tunggal yang jelas berdasarkan data yang dipublikasikan hingga sekarang. Pola adopsi cenderung terbagi menurut filosofi proyek rollup itu sendiri:
- Rollup yang ingin independensi penuh dari Ethereum (sovereign rollup) cenderung condong ke Celestia atau Avail
- Rollup yang ingin tetap erat terikat pada narasi dan keamanan ekonomi Ethereum cenderung memilih EigenDA
- Proyek yang butuh interoperabilitas proof lintas ekosistem mempertimbangkan Avail Nexus sebagai nilai tambah di luar sekadar DA murni
Persaingan harga juga jadi faktor besar — ketiganya menawarkan biaya posting data yang jauh lebih murah dibanding blob Ethereum di periode volume tinggi, meski gap ini bisa menyempit seiring Ethereum terus meningkatkan kapasitas blob-nya lewat roadmap danksharding penuh.
Risiko dan Ketidakpastian yang Belum Terjawab
Belum teruji dalam skala krisis penuh. Ketiga DA layer ini relatif baru — belum ada satu pun yang teruji menghadapi lonjakan volume ekstrem bersamaan dengan tekanan pasar bearish sekaligus.
Fragmentasi kepercayaan. Pengguna akhir rollup sekarang harus mempercayai keamanan eksekusi (rollup itu sendiri) DAN keamanan DA layer yang dipakai — dua asumsi kepercayaan terpisah yang jarang dipahami penuh oleh pengguna awam.
Risiko token dan insentif jangka panjang. Celestia dan Avail bergantung pada token native untuk mengamankan jaringan — nilai token yang jatuh drastis berpotensi menurunkan keamanan ekonomi validator set mereka. EigenDA mewarisi risiko slashing berlapis yang melekat pada restaking.
Konsolidasi pasar belum pasti. Sejarah infrastruktur blockchain menunjukkan pasar sering berkonsolidasi ke satu atau dua pemain dominan seiring waktu — belum jelas apakah ketiga DA layer ini akan tetap koeksis atau salah satunya akan mendominasi signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Kesimpulan
Persaingan Celestia, EigenDA, dan Avail mencerminkan bahwa belum ada konsensus tunggal soal model keamanan terbaik untuk data availability modular. Celestia dan Avail menawarkan independensi penuh dengan kepercayaan ekonomi yang harus dibangun sendiri, sementara EigenDA menawarkan warisan keamanan Ethereum dengan konsekuensi ketergantungan pada mekanisme restaking yang masih relatif baru.
Bagi siapa pun yang mengevaluasi rollup atau proyek berbasis salah satu DA layer ini, penting memahami model keamanan yang mendasarinya — bukan sekadar klaim throughput atau biaya murah di brosur pemasaran.
⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal. Teknologi data availability modular masih berkembang dan mengandung risiko teknis serta ketidakpastian adopsi jangka panjang. Data throughput dan biaya berdasarkan klaim publik masing-masing tim dan bisa berubah.
Anda sudah paham konsepnya — saatnya eksekusi dengan pendampingan langsung. Join WhaleX Membership: akses kelas, mentor, dan komunitas investor crypto Indonesia.
Join Membership WhaleX →Pertanyaan Umum
Kenapa ada tiga layer data availability yang bersaing?
Celestia, EigenDA, dan Avail muncul dari pendekatan berbeda untuk masalah yang sama — menyediakan tempat murah dan aman bagi rollup menyimpan data transaksi. Persaingan ini terjadi karena tidak ada satu model keamanan yang secara jelas superior untuk semua kasus penggunaan rollup.
Layer DA mana yang punya throughput paling tinggi?
Berdasarkan data yang dipublikasikan masing-masing tim, Avail mengklaim throughput hingga sekitar 128 MB per blok, lebih tinggi dari klaim Celestia maupun blob Ethereum (EIP-4844). Angka throughput teoretis ini tidak selalu mencerminkan throughput riil yang dipakai rollup dalam produksi.