Analisis

6 Proyek DePIN yang Sedang Dibicarakan

6 proyek DePIN — Helium, Render, io.net, Filecoin, Hivemapper, Grass — diurutkan dari kategori infrastruktur, skala jaringan, dan model insentif token.

DePINinfrastrukturtoken incentiveWeb3

DePIN (Decentralized Physical Infrastructure Network) memakai insentif token untuk mendorong individu membangun infrastruktur fisik nyata, dan enam proyek di bawah ini mewakili kategori paling matang di sektor ini: wireless, compute GPU, storage, dan mapping. Artikel ini mengurutkan berdasarkan tiga kriteria: kategori infrastruktur yang dilayani, skala jaringan nyata (jumlah node/hardware aktif, bukan cuma klaim), dan kejelasan model insentif token terhadap demand riil layanan.

Ringkasan

ProyekKategoriFokus utamaKematangan jaringan
HeliumWireless/IoTKonektivitas hotspot IoT & mobileMatang, ribuan-jutaan hotspot terdaftar
Render NetworkCompute/GPURendering grafis terdesentralisasiMatang, dipakai studio kreatif nyata
io.netCompute/GPUAgregasi GPU untuk training AIBerkembang cepat
FilecoinStoragePenyimpanan data terdesentralisasiMatang, salah satu proyek storage tertua
HivemapperMappingData peta jalan dari dashcam penggunaBerkembang
GrassData/BandwidthBandwidth idle untuk scraping data AIBaru, narasi berkembang cepat

1. Helium

Helium adalah pionir kategori wireless DePIN — pengguna memasang hotspot untuk menyediakan jaringan IoT (dan belakangan 5G) dengan imbalan token. Helium jadi contoh paling sering dirujuk saat membahas konsep DePIN karena skalanya sudah mencapai ratusan ribu hotspot terdaftar secara global.

Risiko: Sejarah awal Helium sempat dikritik karena gap besar antara jumlah hotspot terpasang dengan jumlah perangkat IoT yang benar-benar memakai jaringan tersebut — pelajaran penting bahwa “coverage” tidak sama dengan “usage” riil.

2. Render Network

Render Network mengumpulkan kapasitas GPU idle dari individu untuk disewakan sebagai daya rendering grafis, dipakai studio animasi dan kreator 3D sebagai alternatif lebih murah dibanding cloud rendering tersentralisasi. Render termasuk proyek DePIN dengan use case paling konkret dan sudah dipakai kebutuhan produksi nyata.

Risiko: Kompetisi dari penyedia cloud compute besar (yang punya skala ekonomi jauh lebih besar) tetap jadi tantangan struktural — Render perlu terus membuktikan keunggulan biaya/fleksibilitas dibanding alternatif tersentralisasi.

3. io.net

io.net mengagregasi GPU dari berbagai sumber (data center kecil, individu, cloud provider) untuk disewakan sebagai infrastruktur training model AI — menyasar lonjakan permintaan komputasi AI yang tidak sepenuhnya bisa dipenuhi penyedia cloud tradisional.

Risiko: Sebagai proyek yang relatif baru, rekam jejak keandalan jaringan (uptime, verifikasi kualitas GPU) belum teruji selama proyek DePIN yang lebih matang seperti Helium atau Render — klaim kapasitas agregat perlu dicek dari sumber independen, bukan cuma marketing proyek.

4. Filecoin

Filecoin adalah salah satu proyek storage terdesentralisasi tertua, di mana penyedia storage (miner) menyewakan kapasitas hard drive untuk menyimpan data terenkripsi, dengan mekanisme proof-of-storage untuk memverifikasi data benar-benar disimpan sesuai klaim.

Risiko: Demand riil untuk storage terdesentralisasi historisnya jauh lebih kecil dibanding kapasitas storage yang tersedia di jaringan — gap “supply vs demand” ini konsisten jadi kritik utama terhadap model ekonomi Filecoin sejak awal peluncurannya.

5. Hivemapper

Hivemapper membayar kontributor yang memasang dashcam khusus di kendaraan untuk mengumpulkan data peta jalan real-time, menawarkan alternatif data pemetaan yang lebih murah dan lebih sering diperbarui dibanding penyedia peta tersentralisasi tradisional.

Risiko: Kualitas dan cakupan data peta sangat bergantung pada distribusi geografis kontributor aktif — daerah dengan sedikit kontributor akan punya data yang jarang diperbarui, membuat kualitas layanan tidak merata antar-wilayah.

6. Grass

Grass mengumpulkan bandwidth internet idle dari pengguna untuk dipakai proses scraping data web berskala besar (relevan untuk kebutuhan training model AI), dengan pengguna dibayar token sebagai imbalan menyediakan bandwidth mereka.

Risiko: Sebagai proyek yang narasinya masih baru, model bisnis jangka panjang (siapa sebenarnya pembeli data hasil scraping ini, dan berapa harga wajarnya) belum sepenuhnya terbukti secara komersial dibanding proyek DePIN storage/compute yang lebih mapan.

Cara Menilai Proyek DePIN Sebelum Tertarik

  1. Cek rasio node aktif vs node terdaftar — jaringan besar di atas kertas tidak berarti besar secara operasional
  2. Cari data pendapatan riil dari pengguna jasa, bukan cuma jumlah hardware terpasang
  3. Pahami jadwal emisi token — kalau emisi jauh lebih besar dari demand riil, tekanan jual token cenderung terus-menerus
  4. Bandingkan dengan alternatif tersentralisasi — apakah proyek DePIN ini benar-benar lebih murah/efisien, atau cuma menarik karena insentif token sementara

Kesimpulan

Helium, Render, dan Filecoin adalah contoh proyek DePIN paling matang dengan jaringan fisik yang sudah teruji bertahun-tahun, sementara io.net, Hivemapper, dan Grass mewakili gelombang baru yang menyasar demand komputasi AI dan data yang sedang tumbuh. Ketertarikan pada sektor ini sebaiknya dibarengi pemahaman bahwa nilai token jangka panjang bergantung pada demand riil terhadap layanan — bukan sekadar jumlah hardware yang terpasang.

Baca juga: Analisis Sektor DePIN, Apa Itu DePIN.


⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal. Proyek DePIN melibatkan risiko token emission, hardware, dan model bisnis yang belum sepenuhnya teruji — teliti data pendapatan riil sebelum menilai sebuah proyek.

Mau Masuk Web3 Tanpa Rekening Bank?

Elite Vault WhaleX: join membership via USDC di Base Network — akses penuh tanpa proses bank tradisional.

Lihat Elite Vault →

Pertanyaan Umum

Proyek DePIN apa yang paling dikenal luas?

Helium (wireless/IoT) dan Render (rendering GPU terdesentralisasi) termasuk proyek DePIN paling dikenal luas karena jadi pionir kategori masing-masing, dengan jumlah node dan kapasitas jaringan yang sudah teruji berjalan bertahun-tahun berdasarkan data publik terakhir.

Apa risiko utama investasi di token proyek DePIN?

Risiko terbesar adalah gap antara jumlah hardware/node yang terpasang dengan demand riil terhadap layanan tersebut — token reward yang dibayar ke operator hardware bisa berasal dari emisi terjadwal, bukan pendapatan riil dari pengguna jasa, sehingga harga token bisa tertekan meski jaringan fisik terlihat besar.