Analisis

Review GMX: Masihkah Perpetual DEX Terbaik di 2025, atau Sudah Ada Yang Lebih Baik?

GMX pernah jadi raja perp DEX dengan $500M+ TVL. Di 2025, Hyperliquid dan dYdX mengancam. Apakah GMX masih worth it? Review perbandingan komprehensif.

GMXPerpetual DEXDeFi

GMX diluncurkan di Arbitrum pada September 2021 dan kemudian expanded ke Avalanche. Pada periode peak-nya di 2022-2023, GMX menjadi salah satu protokol DeFi paling profitable — menghasilkan $100+ juta revenue tahunan dan memiliki TVL $500-600 juta. Token GMX sendiri sempat naik ke $90 sebelum koreksi.

Tapi DeFi tidak pernah statis. Hyperliquid muncul dengan model fully on-chain order book yang jauh lebih cepat. dYdX meluncurkan chain sendiri. Drift di Solana tumbuh. Pertanyaannya sekarang: di mana posisi GMX?

Bagaimana GMX Bekerja: Model GLP vs Model Baru

GMX memiliki dua generasi produk yang penting dipahami:

GMX v1 (GLP Model):

  • LP deposit ke satu pool (GLP) yang berisi ETH, BTC, USDC, dll
  • Trader buka posisi leverage menggunakan likuiditas dari GLP
  • GLP mendapat 70% dari fee trading
  • Masalah: GLP terlalu terekspos ke satu pool besar, sulit scale

GMX v2 (GM Pool Model, launched September 2023):

  • Pool terpisah per aset (ETH/USDC, BTC/USDC, ARB/USDC, dll)
  • Isolated risk — masalah satu pool tidak menular ke pool lain
  • Open interest lebih terkontrol dengan funding rate mechanism
  • Liquidity provider bisa pilih exposure spesifik

Transisi ke v2 adalah keputusan tepat secara teknis, tapi prosesnya memakan waktu dan selama masa transisi, GMX kehilangan market share ke kompetitor.

Metrik Kunci GMX (Juli 2025)

MetrikAngka
TVL total~$350M
Open Interest~$200M
Volume 30 hari~$3.5B
Token GMX price~$22-28
Market cap GMX~$300M
ChainArbitrum + Avalanche + Base
Leverage maks50x
Aset trading20+

Dibandingkan puncak 2023, TVL GMX turun sekitar 40%. Volume per bulan juga turun dari peak $8-10 miliar ke $3-4 miliar. Ini mencerminkan persaingan yang makin ketat.

Kompetitor Utama: Perbandingan Langsung

Ini bagian yang paling penting jika kamu mau pilih platform perp DEX.

Hyperliquid

Hyperliquid adalah perp DEX berbasis chain sendiri (HyperEVM) dengan model order book on-chain. Per Juli 2025, Hyperliquid mendominasi volume perp DEX dengan 60-65% market share.

Keunggulan:

  • Order book on-chain → pengalaman lebih mirip CEX, bisa set limit order
  • Latency sangat rendah (~0.2 detik)
  • 100+ pair trading
  • Vault sistem untuk copy trading

Kekurangan:

  • Lebih terpusat (HyperBFT consensus, validator set kecil)
  • HyperEVM relatif baru, ekosistem belum sebesar Arbitrum

dYdX v4

dYdX pindah ke chain Cosmos sendiri (dYdX Chain) per Oktober 2023. Ini langkah ambisius tapi ada tradeoff.

Keunggulan:

  • Fully decentralized order book (berbeda dari v3 yang pakai StarkEx terpusat)
  • Fee 0 untuk maker, taker fee 0.02-0.05%
  • Order book depth yang bagus untuk BTC/ETH

Kekurangan:

  • Ekosistem Cosmos memerlukan setup tambahan (Keplr wallet, bridge DYDX)
  • Volume turun sejak migrasi, recovery lambat

Drift Protocol (Solana)

Drift adalah perp DEX di Solana yang tumbuh pesat berkat kecepatan Solana.

Keunggulan:

  • Speed Solana → tidak ada lag order
  • Biaya sangat rendah
  • Integrasi dengan ekosistem Solana (Jupiter, Jito, dll)

Kekurangan:

  • Risk jaringan Solana (downtime history)
  • Likuiditas lebih tipis untuk aset non-BTC/ETH/SOL

Tabel Perbandingan

AspekGMX v2HyperliquiddYdX v4Drift
Volume (30d)~$3.5B~$35B~$4B~$3B
TVL~$350MN/A (order book)N/A~$450M
ModelPoolOrder BookOrder BookHybrid
ChainArbitrum/AvaxHyperEVMCosmosSolana
KYCTidakTidakTidakTidak
Leverage Max50x50x20x20x
PengalamanIntermediateIntermediate-ProIntermediateIntermediate

Mengapa GMX Masih Relevan

Meski kehilangan market share, GMX masih punya tempat di ekosistem:

1. Trust dan Track Record GMX sudah beroperasi 3+ tahun tanpa major exploit. Dana $350M di protokol yang sudah terbukti lebih menarik bagi LP konservatif dibanding protokol baru.

2. Yield LP yang Predictable GM pool menghasilkan yield dari real trading fee — bukan dari token emissions yang bisa habis. Untuk LP yang mau yield stabil dari aktivitas DeFi nyata, GMX masih kompetitif.

3. Multi-chain Expansion GMX sudah ada di Arbitrum, Avalanche, dan sedang expanding ke Base dan jaringan lain. Liquidity multi-chain ini sulit direplikasi oleh chain-specific competitor.

4. Governance dan Treasury GMX DAO memiliki treasury signifikan dan governance aktif. Protocol owned liquidity dan revenue sharing untuk staker GMX membuat tokenomics lebih sustainable.

Fee Structure: Siapa yang Lebih Murah?

Biaya sangat penting untuk trader aktif.

PlatformOpen FeeClose FeeBorrowing Rate
GMX v20.05-0.07%0.05-0.07%Variabel, ~0.01%/jam
Hyperliquid0.025% (taker)0.025% (taker)Funding rate standard
dYdX v40% (maker)0.02-0.05%Funding rate standard
Drift0.025-0.05%0.025-0.05%Funding rate standard

GMX bukan yang paling murah, tapi bukan yang paling mahal. Untuk trader volume besar, setiap basis point penting — di mana Hyperliquid dan dYdX punya keunggulan.

Untuk Siapa GMX Cocok?

Sebagai LP/Yield Provider: GM pool cocok jika kamu mau exposure ke ETH/BTC sambil dapat yield dari trading fee. Return 8-18% APY dari real protocol revenue adalah proposisi yang menarik dibanding staking biasa. Tapi pahami risiko: LP bisa rugi jika trader banyak yang profit.

Sebagai Trader Perpetual: Jika kamu trader aktif yang butuh eksekusi tercepat dan fee terendah, Hyperliquid lebih unggul saat ini. GMX lebih cocok untuk trader yang priority-nya trust dan ekosistem Arbitrum.

Sebagai Investor Token GMX: GMX staker mendapat 30% dari fee protocol dalam ETH/AVAX — bukan token emission. Ini revenue share yang nyata. Tapi token price tergantung pada volume trading dan kompetisi — dua faktor yang sedang melemah.

Verdict

GMX bukan raja tanpa saingan lagi, tapi juga belum almarhum. Protokol ini masih punya TVL $350M, revenue sharing model yang solid, dan track record 3 tahun.

Kompetisi dari Hyperliquid sangat serius — sulit membantah bahwa dari sisi pengalaman trading, Hyperliquid lebih baik saat ini. Pertanyaannya adalah apakah trust dan ekosistem yang sudah mature bisa jadi alasan untuk tetap di GMX.

Untuk trader: coba keduanya dengan modal kecil dulu dan bandingkan sendiri pengalamannya. Untuk LP: GM pool masih menarik jika kamu comfortable dengan model pool-based dan mau yield dari real fee. Untuk spekulasi token: GMX perlu menunjukkan pertumbuhan volume dan inovasi produk yang jelas sebelum layak masuk kembali ke watchlist.


⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Trading perpetual dengan leverage mengandung risiko tinggi — kamu bisa kehilangan seluruh modal. Data per Juli 2025 bisa berubah. Lakukan riset mandiri. Whalex.id tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari penggunaan informasi ini.


💡 Mau praktik langsung, bukan hanya teori? Di kelas WhaleX, Anda belajar hands-on — setup wallet, yield strategy, dan navigasi protokol DeFi nyata. Coba kelas Web3 gratis →

Mau Masuk Web3 Tanpa Rekening Bank?

Elite Vault WhaleX: join membership via USDC di Base Network — akses penuh tanpa proses bank tradisional.

Lihat Elite Vault →

Pertanyaan Umum

Bagaimana cara kerja GMX dan apa yang membedakannya dari exchange biasa?

GMX adalah perpetual DEX yang memungkinkan leverage trading hingga 50x tanpa KYC, langsung dari wallet. Yang membedakan: trader berhadapan dengan liquidity pool (GLP/GM pool), bukan order book. LP mendapat fee dari trading, tapi menanggung risiko jika trader profit besar. Tidak ada funding rate ke counterparty, tapi ada borrowing rate.

Apakah LP di GMX menguntungkan?

Historis, LP GMX (GLP) menghasilkan yield 15-25% APY dalam periode 2022-2023. Di 2024-2025, dengan kompetisi meningkat dan volume turun, yield GLP/GM turun ke 8-18% APY. LP menanggung risiko berlawanan dengan trader — jika trader banyak yang profit, LP bisa rugi.