Review MakerDAO dan DAI 2025: Decentralized Stablecoin yang Berevolusi Jadi Sky Protocol
MakerDAO rebranding jadi Sky, DAI bertransisi ke USDS. Apa artinya untuk holder DAI? Review mendalam tentang stabilitas, yield, dan relevansi di 2025.
MakerDAO adalah salah satu proyek DeFi tertua yang masih hidup dan relevan. Diluncurkan pada 2017, Maker adalah protokol yang menciptakan DAI — stablecoin desentralisasi pertama yang sukses di skala besar. Pada puncaknya di 2021, DAI mencapai supply $10 miliar dan dianggap sebagai salah satu inovasi DeFi paling penting.
Tapi 2024 membawa perubahan besar: MakerDAO rebranding menjadi Sky, DAI secara bertahap ditransisikan ke USDS, dan seluruh arsitektur protokol dirombak. Apakah ini evolusi yang logis atau pengorbanan prinsip desentralisasi demi survival?
MakerDAO: Cara Kerja yang Membuat DAI Berbeda
Untuk memahami perubahan yang terjadi, penting dipahami dulu bagaimana MakerDAO bekerja secara fundamental.
DAI tidak diterbitkan oleh satu perusahaan seperti USDC atau USDT. Sebaliknya, siapapun bisa mencetak DAI dengan cara meminjam menggunakan crypto sebagai collateral melalui “Vault” (dulu disebut CDP):
- Kamu deposit ETH senilai $150 ke Vault
- Kamu bisa mencetak maksimal $100 DAI (150% collateralization ratio)
- DAI yang kamu mint adalah hutang kamu ke protokol
- Untuk ambil kembali ETH-mu, kamu harus kembalikan DAI + stability fee (bunga)
- Jika harga ETH turun dan collateral ratio jatuh di bawah threshold, posisimu dilikuidasi
Sistem ini menciptakan DAI yang “backed by crypto” tanpa perlu pemegang terpusat — sepenuhnya digerakkan oleh incentive dan smart contract.
Supply dan Collateral DAI: Kondisi Juli 2025
| Metrik | Angka |
|---|---|
| Total DAI supply | ~$5.5 miliar |
| Total USDS supply | ~$2.8 miliar |
| Combined supply | ~$8.3 miliar |
| Total collateral | ~$13 miliar |
| Collateralization ratio | ~156% |
| DAI Savings Rate (DSR) | 5% APY |
| Sky Savings Rate (SSR) | 6.5% APY |
Komposisi collateral (estimasi Juli 2025):
- USDC (via PSM): ~35%
- ETH: ~28%
- wstETH (staked ETH): ~18%
- WBTC: ~8%
- Real World Assets (RWA): ~7%
- Lainnya: ~4%
Konsentrasi USDC yang tinggi (35%) adalah poin kontroversial. Ini terjadi karena Peg Stability Module (PSM) yang memungkinkan konversi USDC ke DAI 1:1. Dampaknya: DAI tidak sepenuhnya bebas dari risiko terpusat USDC — jika Circle membekukan USDC, sebagian besar DAI bisa terpengaruh.
Real World Assets: Inovasi atau Risiko Baru?
Salah satu keputusan paling berani MakerDAO (kini Sky) adalah mengalokasikan sebagian treasury ke Real World Assets (RWA) — obligasi pemerintah AS, T-bills, dan kredit korporat melalui entitas terpercaya seperti Monetalis Clydesdale dan Centrifuge.
Mengapa ini dilakukan:
- T-bills yield 4-5% APY vs crypto collateral yang tidak menghasilkan yield
- Diversifikasi dari risiko crypto volatility murni
- Revenue stabil untuk biaya protokol
Berapa yang sudah dialokasikan: MakerDAO/Sky memiliki sekitar $900 juta dalam RWA per Juli 2025, menghasilkan sekitar $40-45 juta per tahun dalam yield untuk protokol.
Risikonya: RWA memerlukan entitas legal off-chain, counterparty trust, dan proses hukum jika terjadi default. Ini bertentangan dengan prinsip “trustless” DeFi. Jika satu counterparty bermasalah, Dana bisa terkena risiko hukum yang kompleks.
Rebranding ke Sky: Mengapa dan Apa Konsekuensinya
Pada Agustus 2024, MakerDAO secara resmi rebranding menjadi Sky Protocol dengan tiga perubahan utama:
1. DAI → USDS USDS adalah stablecoin baru dengan fitur tambahan dibanding DAI. Yang paling kontroversial: USDS bisa di-freeze oleh admin — fitur yang DAI original tidak punya. Ini perubahan mendasar dari “censorship resistant” ke “regulatorily compliant.”
2. MKR → SKY Token governance MKR dikonversi ke SKY dengan rasio 1 MKR = 24,000 SKY. Market cap dipertahankan, tapi supply SKY jauh lebih besar.
3. Sky Savings Rate USDS di-hold di Sky Savings Module bisa mendapat 6.5% APY (vs DAI Savings Rate 5%). Ini mekanisme yield yang menarik — berbeda dari yield farming biasa karena langsung dari protocol revenue.
Reaksi komunitas: Banyak DeFi purist kecewa dengan keputusan freeze feature di USDS. Beberapa protokol besar seperti Aave sempat mempertimbangkan untuk mengurangi integrasi USDS. DAI original masih bisa dipakai dan tidak di-deprecate, tapi incentive diarahkan ke USDS.
DAI vs USDS: Mana yang Lebih Baik untuk Kamu?
| Aspek | DAI | USDS |
|---|---|---|
| Freeze capability | Tidak ada | Ada (admin) |
| Yield native | DSR: 5% | SSR: 6.5% |
| Liquidity | Sangat tinggi | Tumbuh |
| DeFi integration | Lebih luas | Berkembang |
| Desentralisasi | Lebih baik | Lebih rendah |
| Fokus regulasi | Tidak ada | Aktif |
Jika prioritasmu adalah desentralisasi dan censorship resistance → DAI masih pilihan lebih baik.
Jika prioritasmu adalah yield maksimal dan bersedia terima tradeoff regulasi → USDS dengan Sky Savings Rate lebih menarik.
Perbandingan dengan Stablecoin Desentralisasi Lain
| Stablecoin | Mekanisme | Supply | Yield Native | Risiko Utama |
|---|---|---|---|---|
| DAI | Multi-collateral crypto | ~$5.5B | DSR 5% | Konsentrasi USDC |
| USDS | Multi-collateral + RWA | ~$2.8B | SSR 6.5% | Freeze capability |
| FRAX | Algorithmic fractional | ~$600M | sfrxETH | Depegging risk |
| crvUSD | CDP Curve | ~$350M | ~5-8% | Curve risk |
| GHO (Aave) | CDP Aave | ~$200M | Discount GHO | Aave protocol risk |
| LUSD | CDP ETH-only | ~$180M | Tidak ada | Volume rendah |
DAI/USDS adalah yang terbesar di kategori decentralized stablecoin dengan margin signifikan. LUSD adalah alternatif yang paling “pure” (tidak terima USDC collateral sama sekali), tapi supply-nya kecil dan tanpa yield native.
Siapa yang Harus Pakai DAI/USDS?
Cocok untuk:
- DeFi user yang mau stablecoin dengan yield tanpa harus KYC atau percaya pada satu perusahaan
- Protocol yang butuh stablecoin dengan collateral transparent dan on-chain verifiable
- Investor yang mau diversifikasi dari USDC/USDT tapi tetap butuh $1 peg yang stabil
Kurang cocok untuk:
- Yang butuh likuiditas maksimal → USDT lebih likuid
- Yang sangat prioritaskan censorship resistance murni → USDS dengan freeze feature tidak ideal
- Yang mau stablecoin paling sederhana → USDC lebih straightforward
Verdict
MakerDAO/Sky sudah membuktikan selama 7+ tahun bahwa decentralized stablecoin bisa bekerja dalam skala miliaran dolar. DAI tetap salah satu stablecoin paling battle-tested di DeFi.
Tapi rebranding ke Sky dan transisi ke USDS menandai pergeseran ideologis yang nyata: dari “censorship resistant money” ke “compliant DeFi money.” Ini trade-off yang valid dari perspektif survival bisnis dan adopsi institusional, tapi bukan sesuatu yang bisa diabaikan oleh pengguna yang peduli desentralisasi.
Untuk penggunaan praktis: DAI Savings Rate 5% atau USDS Sky Savings Rate 6.5% tetap menarik dibanding stablecoin di rekening bank biasa. Protokol ini masih relevan dan kemungkinan besar masih akan ada dalam 5 tahun ke depan — sesuatu yang tidak bisa dikatakan tentang semua proyek DeFi.
⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Yield rates, supply, dan fitur protokol bisa berubah sewaktu-waktu. DAI/USDS mengandung risiko smart contract, liquidation, dan depegging. Lakukan riset mandiri sebelum menggunakan. Whalex.id tidak bertanggung jawab atas kerugian finansial dari penggunaan informasi ini.
💡 Mau praktik langsung, bukan hanya teori? Di kelas WhaleX, Anda belajar hands-on — setup wallet, yield strategy, dan navigasi protokol DeFi nyata. Coba kelas Web3 gratis →
Elite Vault WhaleX: join membership via USDC di Base Network — akses penuh tanpa proses bank tradisional.
Lihat Elite Vault →Pertanyaan Umum
Apakah DAI masih aman dan stabil di 2025?
DAI mempertahankan peg $1 dengan baik sepanjang 2024-2025, meski beberapa kali sempat bergerak ke $0.998-1.002. Collateralization ratio sistemnya saat ini sekitar 150-160% — jauh di atas minimum. Risiko utama adalah konsentrasi collateral di USDC (~35%) yang membuat DAI tidak sepenuhnya terdesentralisasi.
Apa perbedaan DAI dan USDS yang baru?
USDS adalah stablecoin baru dari Sky Protocol (rebranding MakerDAO). USDS bisa menghasilkan yield Sky Savings Rate (~6-8% APY) dan bisa di-convert dari DAI 1:1. Perbedaan utama: USDS punya fitur 'freeze' untuk kepatuhan regulasi — fitur yang tidak ada di DAI lama, yang membuat sebagian komunitas protes karena dianggap mengorbankan desentralisasi.