Analisis

Review Starknet: L2 dengan Bahasa Cairo

Starknet adalah ZK rollup Ethereum non-EVM buatan StarkWare yang memakai bahasa pemrograman Cairo, menawarkan skalabilitas STARK-proof tapi butuh kurva belajar developer baru.

Layer2EthereumStarknetZK Rollup

Starknet adalah Layer 2 Ethereum berbasis ZK Rollup yang dikembangkan StarkWare, unik karena tidak memakai Ethereum Virtual Machine (EVM) sama sekali — sebagai gantinya, Starknet punya virtual machine sendiri yang dijalankan lewat bahasa pemrograman Cairo.

Apa Itu Starknet dan Cairo

Mayoritas L2 Ethereum (Arbitrum, Optimism, Base, bahkan zkSync Era dan Linea) berusaha kompatibel dengan EVM supaya kontrak Solidity bisa langsung atau nyaris langsung dipakai. Starknet mengambil jalan berbeda: dibangun dari nol dengan VM sendiri yang dioptimalkan untuk pembuktian STARK (Scalable Transparent Argument of Knowledge) — jenis zero-knowledge proof yang dikembangkan pendiri StarkWare, Eli Ben-Sasson, salah satu peneliti kriptografi yang juga terlibat dalam riset zk-STARK secara akademis.

Konsekuensi teknis:

  • Developer harus menulis kontrak dalam Cairo, bahasa yang dirancang khusus untuk provable computation
  • Kontrak Solidity dari Ethereum tidak bisa langsung dipindah — perlu ditulis ulang
  • Sebagai kompensasi, Starknet mengklaim throughput dan efisiensi proof yang kompetitif, terutama untuk komputasi kompleks

Kurva belajar ini adalah pedang bermata dua: menghalangi migrasi cepat developer Ethereum yang sudah nyaman dengan Solidity, tapi juga membuka desain arsitektur yang tidak dibatasi keterbatasan EVM lama.

STARK vs SNARK

Sebagian besar ZK rollup lain (zkSync Era, Linea, Scroll, Polygon zkEVM) memakai varian zk-SNARK. Starknet memakai zk-STARK.

AspekSTARK (Starknet)SNARK (zkSync, Linea, Scroll)
Trusted setupTidak diperlukanSebagian varian memerlukan
Ukuran buktiCenderung lebih besarCenderung lebih kecil
Ketahanan komputer kuantumDiklaim lebih tahanUmumnya lebih rentan
Kematangan implementasi di L2 EVMTerbatas (butuh VM khusus)Lebih mudah dipasangkan dengan EVM

Tidak ada yang “lebih baik” secara mutlak — ini pilihan trade-off desain yang memengaruhi kompatibilitas developer dan karakteristik keamanan jangka panjang.

Token STRK: Tokenomics

Token native Starknet adalah STRK, diluncurkan lewat airdrop Februari 2024.

  • Total supply: 10 miliar STRK
  • Dipakai untuk membayar gas fee (opsional, bisa juga pakai ETH) dan staking untuk keamanan jaringan
  • Alokasi terbagi ke komunitas, investor, tim, dan StarkWare dengan jadwal vesting bertahun-tahun — sebagian jadwal unlock token tim/investor sempat jadi sorotan komunitas karena dianggap terlalu cepat relatif terhadap alokasi komunitas

Roadmap staking dan desentralisasi: Starknet berencana melibatkan staker STRK dalam proses validasi jaringan secara bertahap, menuju model yang lebih terdesentralisasi dari sequencer tunggal yang dioperasikan StarkWare saat ini.

TVL dan Ekosistem

TVL Starknet berada di kisaran menengah-bawah dibanding L2 EVM besar seperti Arbitrum atau Base — salah satu faktor utamanya adalah barrier bahasa Cairo yang membatasi kecepatan migrasi protokol DeFi established dari Ethereum. Ekosistem Starknet punya wallet native seperti Braavos dan Argent yang dirancang khusus untuk fitur account abstraction bawaan Starknet, serta sejumlah protokol DeFi dan gaming yang dibangun native dalam Cairo.

Perbandingan: Starknet vs L2 EVM

AspekStarknetArbitrum/Optimism/Base (EVM)
Kompatibilitas kontrak EthereumTidak langsung — perlu CairoLangsung/nyaris langsung
Bahasa pemrogramanCairoSolidity/Vyper
Jenis proofzk-STARKFraud proof (optimistic) atau SNARK (untuk ZK rollup EVM)
Account abstractionNative sejak awalButuh standar tambahan (ERC-4337)
Kematangan ekosistem DeFiLebih kecilLebih besar dan matang

Risiko Utama

1. Sentralisasi sequencer. Seperti mayoritas L2 lain di fase ini, sequencer Starknet masih dioperasikan StarkWare, dengan rencana desentralisasi lewat staking STRK yang masih berjalan bertahap.

2. Fragmentasi developer akibat Cairo. Barrier bahasa membuat ekosistem Starknet lebih kecil dan lebih lambat menyerap protokol DeFi established dibanding L2 berbasis EVM — risiko nyata bagi pengguna yang mengandalkan variasi dan kedalaman likuiditas protokol.

3. Jadwal unlock token yang perlu diperhatikan. Vesting token tim dan investor STRK sempat menjadi sorotan komunitas karena berpotensi menambah tekanan jual di pasar seiring jadwal unlock berjalan.

4. Risiko bridge dan smart contract. Bridging aset ke Starknet dan protokol yang dibangun di atasnya tetap membawa risiko kontrak pintar standar, terlepas dari keunikan arsitektur VM-nya.

5. Ketergantungan pada eksekusi StarkWare. Sebagai perusahaan tunggal di balik teknologi inti, arah pengembangan Starknet sangat bergantung pada keputusan bisnis dan riset StarkWare — risiko konsentrasi yang mirip dialami zkSync Era dengan Matter Labs.

Kesimpulan

Starknet adalah salah satu eksperimen paling ambisius di ranah ZK rollup — membangun ulang virtual machine dari nol demi efisiensi proof, alih-alih mengejar kompatibilitas EVM. Ini menarik dipelajari dari sisi riset kriptografi dan desain arsitektur jangka panjang, terutama argumen ketahanan kuantum dari zk-STARK.

Cocok bagi developer yang tertarik membangun sesuatu yang tidak terikat batasan EVM lama, atau pengguna yang ingin memahami pendekatan ZK rollup yang berbeda dari mainstream. Kurang cocok bagi yang mencari ekosistem DeFi paling matang dan likuid — di titik ini, Arbitrum dan Base masih jauh lebih dominan.

Baca juga: Apa Itu ZK Rollup, Review zkSync Era, Review Ekosistem Arbitrum, Analisis Lanskap Ethereum Layer 2.

⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal. Data tokenomics dan roadmap dapat berubah — verifikasi angka terbaru di sumber resmi sebelum mengambil keputusan.

Mau Masuk Web3 Tanpa Rekening Bank?

Elite Vault WhaleX: join membership via USDC di Base Network — akses penuh tanpa proses bank tradisional.

Lihat Elite Vault →

Pertanyaan Umum

Kenapa Starknet tidak kompatibel EVM seperti Arbitrum atau Base?

Starknet dibangun StarkWare memakai virtual machine sendiri yang dijalankan dengan bahasa pemrograman Cairo, bukan mereplikasi Ethereum Virtual Machine (EVM). Pendekatan ini memungkinkan optimasi performa dan bukti STARK yang lebih efisien untuk kasus tertentu, tapi developer harus mempelajari Cairo dari nol — beda dari L2 berbasis EVM yang bisa langsung memakai Solidity.

Apa itu STARK dan bedanya dengan SNARK yang dipakai zkSync/Linea?

STARK (Scalable Transparent Argument of Knowledge) adalah jenis bukti kriptografis yang tidak memerlukan trusted setup dan diklaim lebih tahan terhadap komputer kuantum di masa depan, sementara SNARK (dipakai sebagian ZK rollup lain) umumnya butuh trusted setup awal. Trade-off STARK adalah ukuran bukti yang cenderung lebih besar dibanding SNARK, meski efisiensi ini terus dioptimalkan.