Apa Itu NFT Royalty? Komisi Pencipta di Setiap Transaksi Sekunder NFT
NFT royalty adalah persentase komisi (biasanya 2,5–10%) yang otomatis dikirim ke pencipta setiap kali NFT dijual ulang di pasar sekunder.
NFT royalty adalah persentase komisi yang secara otomatis dikirimkan ke dompet pencipta setiap kali NFT mereka dijual kembali di pasar sekunder — nilainya umumnya berkisar antara 2,5% hingga 10% dari harga transaksi.
Mekanisme ini dikodekan langsung ke dalam kontrak pintar NFT, sehingga pencipta tetap mendapat bagian dari keuntungan meskipun karya sudah berpindah tangan berkali-kali.
Cara Kerja NFT Royalty
Saat seseorang membuat (minting) NFT di marketplace seperti OpenSea, Foundation, atau Rarible, mereka bisa menetapkan persentase royalty — misalnya 7,5%. Setiap kali NFT itu dijual oleh kolektor berikutnya, marketplace secara otomatis memotong 7,5% dari harga jual dan mengirimkannya ke alamat dompet pencipta asli.
Prosesnya tidak memerlukan campur tangan manual. Kontrak pintar menangani distribusi dana setiap transaksi terjadi.
Contoh angka: Jika sebuah NFT dijual seharga 2 ETH dengan royalty 5%, pencipta mendapat 0,1 ETH otomatis. Jika NFT itu dijual ulang 10 kali dengan harga rata-rata 3 ETH, pencipta mengumpulkan 1,5 ETH tanpa melakukan apa pun.
Standar Royalty: EIP-2981
Ethereum memiliki standar royalty bernama EIP-2981, yang memungkinkan kontrak NFT menyimpan informasi royalty secara on-chain dan bisa dibaca oleh berbagai marketplace. Standar ini membantu agar royalty dipatuhi lintas platform.
Sebelum standar ini luas dipakai, royalty hanya bisa diterapkan oleh marketplace tertentu secara off-chain — artinya jika NFT dipindah ke marketplace lain, royalty bisa diabaikan.
Kontroversi: Royalty Opsional vs Wajib
Pada 2022–2023, persaingan ketat antar marketplace memunculkan perdebatan besar. Blur — marketplace NFT yang populer di kalangan trader aktif — memperkenalkan royalty opsional untuk menarik volume perdagangan. Langkah ini memancing platform lain melonggarkan aturan royalty agar kompetitif.
Hasilnya: banyak pencipta NFT kehilangan pendapatan pasif yang sebelumnya mereka andalkan. Komunitas NFT terpecah antara yang memihak kebebasan trader dan yang mendukung hak pencipta.
Beberapa solusi yang muncul sejak itu antara lain:
- On-chain enforcement — royalty dikunci di level kontrak, bukan diserahkan ke kebijakan marketplace.
- Allowlist marketplace — kontrak hanya mengizinkan penjualan di marketplace yang mematuhi royalty.
- Token-gating — pencipta memberi utilitas eksklusif hanya untuk kolektor yang membeli di marketplace patuh royalty.
Royalty di Luar Ethereum
Ekosistem lain juga mengadopsi model serupa:
- Solana: Standar Metaplex mendukung royalty hingga 100% (dalam satuan basis point), tapi penegakannya juga pernah menjadi isu di marketplace seperti Magic Eden.
- Polygon dan BNB Chain: Umumnya mengikuti standar ERC-721/EIP-2981 dengan variasi implementasi per marketplace.
Perbedaan antar chain ini penting untuk dipahami oleh kreator sebelum memilih platform minting.
Relevansi untuk Kreator dan Kolektor
Bagi kreator, NFT royalty adalah salah satu keunggulan utama format ini dibanding karya digital konvensional — potensi pendapatan berkelanjutan dari karya yang sudah terjual. Bagi kolektor, memahami struktur royalty suatu koleksi membantu menilai likuiditas dan biaya efektif saat trading.
Untuk memahami ekosistem NFT lebih luas, penting juga memahami token ERC-721 sebagai standar teknis di balik sebagian besar NFT, serta cara marketplace terdesentralisasi beroperasi dalam konteks transaksi aset digital.
⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal.
WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.
Lihat Jadwal Kelas →Pertanyaan Umum
Berapa persen NFT royalty yang umum dipakai?
Sebagian besar koleksi NFT menetapkan royalty antara 2,5% hingga 10% dari harga jual sekunder. Koleksi populer seperti Bored Ape Yacht Club memakai 2,5%, sementara banyak artis digital memilih 5–10%.
Apakah NFT royalty selalu dibayar secara otomatis?
Tidak selalu. Royalty bergantung pada platform dan standar kontrak pintar yang dipakai. Beberapa marketplace seperti Blur pernah membuat royalty bersifat opsional, sehingga pencipta tidak selalu menerima komisi penuh.