NFT Royalty: Perdebatan Enforcement di Blur dan OpenSea
NFT royalty adalah persentase (biasanya 5–10%) yang otomatis ke kreator setiap secondary sale. Blur memotong royalty untuk bersaing, memicu perdebatan besar soal enforcement on-chain.
NFT royalty adalah mekanisme on-chain yang secara otomatis mengirimkan persentase tertentu — umumnya antara 2,5% hingga 10% — dari setiap transaksi jual-beli sekunder langsung ke dompet kreator asli. Pada puncaknya di 2022, royalty NFT menghasilkan lebih dari $1,8 miliar dalam setahun di seluruh marketplace, menjadikannya model pendapatan berkelanjutan yang belum pernah ada sebelumnya di industri kreatif digital.
Bagaimana Royalty NFT Bekerja
Royalty NFT dikonfigurasi saat koleksi pertama kali di-deploy ke blockchain. Kreator menetapkan persentase dan alamat penerima langsung di smart contract atau metadata koleksi. Setiap kali NFT berpindah tangan di marketplace yang mendukung enforcement, sejumlah persen dari harga jual otomatis dikirim ke kreator — tanpa perantara, tanpa negosiasi.
Standar yang umum digunakan adalah EIP-2981 di Ethereum, yang memungkinkan kontrak NFT menyimpan informasi royalty secara on-chain. Namun standar ini bersifat opsional bagi marketplace untuk diikuti, dan di sinilah perdebatan dimulai.
Blur Mengubah Peta Persaingan
Blur diluncurkan pada Oktober 2022 dengan proporsisi sederhana: trader profesional butuh biaya serendah mungkin. Marketplace ini awalnya membuat royalty bersifat opsional bagi pembeli, bukan kewajiban. Hasilnya signifikan — dalam beberapa bulan, Blur merebut lebih dari 50% volume perdagangan NFT Ethereum dari OpenSea.
Pada Februari 2023, Blur mencatatkan volume perdagangan harian hingga $300 juta, melampaui OpenSea yang selama dua tahun mendominasi pasar NFT global.
OpenSea merespons dengan kebijakan yang berubah-ubah: sempat mencoba mempertahankan royalty wajib melalui operator filter (blocklist marketplace yang tidak bayar royalty), lalu akhirnya menyerah dan ikut membuat royalty opsional pada Agustus 2023. Langkah ini dikritik keras oleh komunitas kreator sebagai pengkhianatan terhadap janji awal platform.
On-Chain vs Off-Chain Enforcement
Perdebatan terbesar adalah apakah royalty seharusnya dienfors di level protokol (on-chain) atau diserahkan ke kebijakan marketplace (off-chain). Pendekatan off-chain terbukti rapuh — marketplace bisa kapan saja mengubah kebijakannya demi keunggulan kompetitif.
Beberapa koleksi merespons dengan membangun enforcement langsung ke smart contract mereka sendiri, memblokir transfer ke alamat marketplace yang tidak membayar royalty. Yuga Labs (Bored Ape Yacht Club) sempat menerapkan ini sebelum akhirnya mencabut pembatasan tersebut karena tekanan likuiditas.
Solusi lain yang muncul adalah model liquid staking untuk pendapatan kreator, di mana royalty dikunci dan didistribusikan lewat protokol terpisah. Diskusi ini juga terhubung erat dengan perdebatan soal tokenomics koleksi NFT — apakah nilai jangka panjang sebuah koleksi bergantung pada royalty yang terjaga atau utilitas token itu sendiri.
Status Saat Ini dan Implikasinya
Hingga pertengahan 2026, mayoritas volume NFT berjalan di marketplace yang tidak mewajibkan royalty. Kreator kini harus memilih antara likuiditas tinggi (tanpa royalty) atau royalty terjaga tapi volume rendah. Beberapa protokol seperti Manifold dan Foundation mempertahankan royalty wajib sebagai diferensiasi, menarget kreator yang mengutamakan pendapatan jangka panjang dibanding volume semata.
Perdebatan ini pada dasarnya adalah pertanyaan tentang siapa yang memegang kendali dalam ekosistem Web3: protokol, marketplace, atau komunitas kreator itu sendiri.
WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.
Lihat Jadwal Kelas →Pertanyaan Umum
Apa itu NFT Royalty?
NFT royalty adalah persentase (biasanya 5–10%) yang otomatis ke kreator setiap secondary sale. Blur memotong royalty untuk bersaing, memicu perdebatan besar soal enforcement on-chain.
Mengapa NFT Royalty penting untuk dipahami?
Royalty adalah sumber pendapatan pasif utama bagi kreator NFT. Ketika marketplace seperti Blur memilih tidak mengenfors royalty, kreator bisa kehilangan jutaan dolar dari volume sekunder yang terus berputar.