Points Airdrop: Sistem Poin Crypto yang Ujungnya Jadi Token
Points airdrop adalah sistem di mana protokol membagi poin dulu, lalu mengkonversi poin ke token saat TGE — cara kerja dan cara memaksimalkannya.
Points airdrop adalah model distribusi token di mana protokol mengumumkan sistem poin terlebih dahulu, pengguna mengumpulkan poin melalui aktivitas di platform, lalu poin dikonversi ke token saat proyek melakukan TGE (Token Generation Event) atau listing.
Cara Kerja Sistem Poin
Protokol mendefinisikan aktivitas mana yang menghasilkan poin dan berapa banyak. Contoh umum:
- Deposit 1 ETH ke protokol = 100 poin per hari
- Refer teman yang aktif = 10% dari poin teman (referral multiplier)
- Hold posisi selama 30 hari berturut-turut = bonus 1,5x
Pengguna bisa memantau akumulasi poin mereka di dashboard protokol. Saat TGE tiba, proyek mengumumkan rasio konversi — misalnya 1.000 poin = 1 token, dari total 10% supply token yang dialokasikan untuk program poin.
Contoh Konkret: Ethena dan EigenLayer
Ethena (2024): Proyek stablecoin USDe menjalankan dua “season” kampanye poin (disebut “Sats”). Pengguna yang deposit USDe mendapat poin harian. Saat TGE ENA di April 2024, sebagian besar alokasi komunitas berasal dari konversi poin season 1. Pengguna early dengan deposit besar mendapat ribuan dolar nilai ENA.
EigenLayer (2024): Sistem poin EigenLayer berlangsung hampir setahun sebelum token EIGEN diluncurkan. Restakers mendapat poin berdasarkan jumlah ETH yang di-restake. Konversi ke token tidak langsung — proyek pertama mengumumkan token dulu, baru mengumumkan alokasi untuk poin holder.
Perbedaan dari Retroactive Airdrop
Retroactive airdrop tidak diumumkan di muka — pengguna tidak tahu mereka akan dapat airdrop sampai proyek mengumumkannya. Points airdrop justru transparan: Anda tahu sedang mengumpulkan poin yang nanti akan dikonversi ke token.
Transparansi ini punya dua sisi. Di satu sisi, pengguna bisa membuat keputusan informed. Di sisi lain, sistem poin yang transparan menarik lebih banyak “farmers” yang modalnya murni spekulatif, sehingga rasio konversi bisa sangat tipis dan nilai per poin jadi kecil.
Risiko Utama
Dilusi masif. Semakin banyak orang ikut program poin, semakin kecil bagian yang didapat masing-masing. Proyek yang sistem poinnya populer bisa berakhir dengan rasio konversi yang mengecewakan.
Token dump saat TGE. Orang yang mengumpulkan poin selama berbulan-bulan cenderung langsung jual begitu klaim — mirip dengan airdrop biasa, tapi skala tekanan jualnya lebih terkonsentrasi.
Proyek batal atau tunda TGE. Tidak ada kontrak yang menjamin proyek harus mengeluarkan token atau mengonversi poin sesuai janji. Ini risiko counterparty yang nyata.
Lihat juga: Airdrop, Retroactive Airdrop, Farming Airdrop, Points System
⚠️ Disclaimer: Poin crypto tidak memiliki nilai yang dijamin. Modal yang dikunci untuk mengumpulkan poin bisa tidak sebanding dengan nilai token yang diterima. Bukan nasihat investasi.
WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.
Lihat Jadwal Kelas →Pertanyaan Umum
Apa itu points airdrop dalam crypto?
Points airdrop adalah model di mana protokol mendistribusikan poin (bukan token langsung) kepada pengguna aktif, kemudian mengkonversi poin tersebut ke token nyata saat Token Generation Event (TGE). Berbeda dari retroactive airdrop, sistem poin diumumkan dan pengguna tahu mereka sedang mengumpulkan poin.
Apakah poin crypto punya nilai sebelum dikonversi ke token?
Poin sendiri tidak memiliki nilai pasar — tidak bisa dijual atau ditransfer. Nilainya bergantung sepenuhnya pada berapa banyak token yang proyek alokasikan untuk konversi poin, dan berapa harga token saat TGE. Ini adalah risiko utama: poin bisa bernilai nol kalau proyek gagal atau alokasi sangat kecil.