Kamus Crypto

Short-Term Holder (STH): Pemegang BTC Kurang dari 155 Hari

Short-Term Holder Bitcoin adalah address yang memegang koin kurang dari 155 hari. Ketika STH merugi massal, sering jadi sinyal capitulation dan potensi bottom pasar.

On-Chain AnalyticsBitcoin

Short-Term Holder (STH) Bitcoin adalah label on-chain untuk setiap address yang menyimpan koin selama kurang dari 155 hari. Ambang 155 hari bukan angka sembarangan — riset Glassnode menunjukkan bahwa setelah melewati periode ini, koin cenderung tidak berpindah tangan lagi dan pemiliknya dikategorikan sebagai Long-Term Holder. STH umumnya terdiri dari trader aktif, pembeli baru, dan spekulan yang masuk pasar dalam beberapa bulan terakhir.

Mengapa 155 Hari Jadi Batas?

Angka ini berasal dari analisis statistik on-chain terhadap pola pengeluaran koin di blockchain Bitcoin. Koin yang berumur kurang dari 155 hari memiliki probabilitas jauh lebih tinggi untuk berpindah — artinya pemiliknya aktif bereaksi terhadap pergerakan harga. Sebaliknya, koin yang sudah “tidur” lebih dari 155 hari menunjukkan pola conviction jangka panjang. Batas ini bukan tetap untuk selamanya; beberapa analis menggunakan variasi seperti 90 hari atau 6 bulan tergantung metodologi, tapi 155 hari adalah standar yang paling umum dipakai Glassnode dan Checkmate.

STH sebagai Sinyal Capitulation

Ketika STH Realized Loss melonjak dan lebih dari 97,5% suplai STH berada dalam kerugian secara bersamaan, kondisi ini secara historis menandai fase capitulation — titik di mana panik jual mencapai puncaknya sebelum harga berbalik arah.

Metrik kunci yang dipantau analis adalah STH-SOPR (Spent Output Profit Ratio). Jika STH-SOPR konsisten di bawah 1.0, artinya rata-rata STH sedang menjual dengan kerugian. Kondisi ini biasanya mendahului bottoming process. Pada bear market 2022, STH-SOPR sempat menyentuh 0.97 selama berminggu-minggu sebelum harga akhirnya konsolidasi di kisaran $16.000–$17.000. Memahami metrik ini berkaitan erat dengan konsep SOPR (Spent Output Profit Ratio) sebagai alat baca sentimen pasar.

Cara Membaca Data STH di Pasar Bull

Di fase bull market, STH yang profitable masif bisa menjadi sinyal kehati-hatian. Ketika hampir seluruh suplai STH berada dalam keuntungan besar dan SOPR-nya melambung jauh di atas 1.0, ini sering bertepatan dengan fase distribusi — holder lama mulai melepas koin ke pembeli baru yang euforia. Pola ini berulang di puncak 2021, di mana STH-SOPR sempat menembus 1.05 sebelum koreksi tajam terjadi. Untuk membaca sinyal distribusi secara lebih luas, konsep NUPL (Net Unrealized Profit/Loss) memberikan gambaran agregat yang komplementer.

Keterbatasan Metrik STH

STH bukan indikator sempurna. Exchange besar menyimpan koin dalam satu address untuk banyak pengguna, sehingga pergerakan internal mereka bisa mendistorsi data. Selain itu, satu entitas bisa memiliki puluhan address dengan usia koin yang berbeda-beda. Karena itu, STH paling efektif digunakan bersama metrik lain seperti MVRV Z-Score daripada sebagai satu-satunya acuan keputusan.

Belajar DeFi Langsung — Bukan Hanya Teori

WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.

Lihat Jadwal Kelas →

Pertanyaan Umum

Apa itu Short-Term Holder (STH)?

Short-Term Holder Bitcoin adalah address yang memegang koin kurang dari 155 hari. Ketika STH merugi massal, sering jadi sinyal capitulation dan potensi bottom pasar.

Mengapa Short-Term Holder (STH) penting untuk dipahami?

STH adalah kelompok yang paling rentan saat harga turun karena rata-rata mereka beli di harga lebih tinggi. Ketika lebih dari 25% suplai STH berada dalam kerugian sekaligus, secara historis ini sering bertepatan dengan fase bottom pasar Bitcoin.