Apa Itu SOPR di Bitcoin? Spent Output Profit Ratio
SOPR mengukur apakah koin Bitcoin yang berpindah hari ini dijual untung atau rugi. SOPR di bawah 1 berarti pasar sedang jual rugi.
SOPR (Spent Output Profit Ratio) adalah metrik on-chain yang menghitung apakah Bitcoin yang berpindah hari ini — baik karena dijual, dikirim, atau dipakai transaksi — berpindah dari tangan pemilik yang untung atau rugi. Nilainya dihitung dengan membagi harga saat koin tersebut dikeluarkan (spent) dengan harga saat koin itu pertama kali diterima. Pada siklus bear market 2022, SOPR Bitcoin sempat turun ke kisaran 0.97 dalam waktu panjang — artinya rata-rata penjual melepas BTC di harga 3% di bawah harga belinya.
Cara Kerja SOPR: Rumus dan Interpretasi
Rumus SOPR sederhana:
SOPR = Harga saat dikeluarkan ÷ Harga saat diterima
Contoh konkret: kamu beli 1 BTC di harga $30.000, lalu kamu kirim atau jual saat harga $45.000. SOPR dari koin kamu = 45.000 ÷ 30.000 = 1.5 (untung 50%).
Sebaliknya, jika ada yang beli di $60.000 lalu terpaksa lepas di $40.000, SOPR-nya = 40.000 ÷ 60.000 = 0.67 (rugi 33%).
Angka SOPR yang dilihat publik adalah agregat dari seluruh koin yang bergerak hari itu, bukan satu transaksi.
SOPR > 1 = mayoritas pemegang yang bergerak hari ini sedang untung. SOPR < 1 = mayoritas sedang rugi.
Nilai SOPR = 1.0 adalah titik impas — ini sering menjadi level support atau resistance psikologis di pasar.
Cara Membaca Sinyal SOPR dalam Siklus Pasar
SOPR paling berguna ketika dibaca bersama tren harga, bukan sebagai sinyal tunggal.
Saat bull market:
- SOPR stabil di atas 1.0 dan naik bertahap — artinya pemegang lama terus mencairkan keuntungan, tapi buyer baru masih menyerap.
- Jika SOPR tiba-tiba turun tajam ke 1.0 lalu bouncing, ini sering menjadi zona beli yang baik karena artinya pasar “reset” ke titik impas dan seller sudah habis.
Saat bear market:
- SOPR konsisten di bawah 1.0 dalam berminggu-minggu atau berbulan-bulan — ini sinyal capitulation, di mana holder rugi akhirnya menyerah dan menjual.
- Titik di mana SOPR mulai naik kembali melewati 1.0 dari bawah sering menjadi tanda awal pemulihan.
Divergensi penting: Jika harga turun tapi SOPR tetap di atas 1.0, artinya yang menjual masih pemegang lama yang untung. Ini lebih sehat dibanding harga naik tapi SOPR anjlok, yang bisa berarti banyak yang “terpaksa jual” meski pasar terlihat bullish.
aSOPR: Versi yang Lebih Bersih
Variasi populer adalah aSOPR (Adjusted SOPR), yang mengecualikan koin berumur di bawah 1 jam. Koin yang berpindah dalam hitungan menit biasanya bukan “keputusan investasi” — bisa jadi transaksi antar wallet sendiri, pembayaran fee, atau aktivitas arbitrase oleh MEV bot.
Dengan menghilangkan noise tersebut, aSOPR memberikan gambaran yang lebih akurat tentang sentimen pemegang jangka menengah dan panjang.
Ada juga segmentasi berdasarkan kelompok pemegang:
- STH-SOPR (Short-Term Holder): koin berumur < 155 hari — cermin sentimen trader aktif.
- LTH-SOPR (Long-Term Holder): koin berumur > 155 hari — cermin keputusan pemegang jangka panjang yang biasanya lebih berpengalaman.
Keterbatasan SOPR
SOPR bukan indikator yang berdiri sendiri. Beberapa batasannya:
-
Tidak mempertimbangkan volume transaksi off-chain. Aktivitas di exchange terpusat (CEX) tidak selalu tercatat di blockchain, sehingga SOPR bisa kurang representatif di saat volume CEX dominan.
-
Rentan noise dari transaksi non-ekonomi. Meski aSOPR sudah menyaring sebagian, masih ada transaksi teknis yang ikut terhitung.
-
Konteks siklus penting. SOPR < 1 di awal bear market berbeda maknanya dengan SOPR < 1 setelah penurunan 80% yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Kombinasikan dengan metrik seperti funding rate atau indikator DCA akumulasi untuk analisis lebih lengkap.
-
Tidak prediktif secara mekanis. SOPR menggambarkan apa yang sudah terjadi di blockchain, bukan jaminan arah harga berikutnya.
Kesimpulan
SOPR adalah salah satu metrik on-chain paling langsung untuk membaca sentimen penjual di pasar Bitcoin. SOPR di atas 1 menunjukkan pasar sedang menjual dari posisi untung; di bawah 1 menunjukkan tekanan jual dari posisi rugi yang bisa menjadi sinyal mendekati bottom. Dikombinasikan dengan analisis smart contract, data TVL, atau pergerakan whale, SOPR memberi lapisan konteks yang sulit didapat dari grafik harga saja.
💡 Mau belajar lebih dalam? Kelas WhaleX mengajarkan strategy dan eksekusi nyata, bukan hanya teori. Lihat kelas tersedia →
⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal.
WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.
Lihat Jadwal Kelas →Pertanyaan Umum
Apa itu SOPR Bitcoin?
SOPR (Spent Output Profit Ratio) adalah metrik on-chain yang mengukur rasio antara harga jual dan harga beli dari koin yang berpindah hari ini. SOPR di atas 1 berarti mayoritas koin dijual untung, di bawah 1 berarti dijual rugi.
SOPR berapa yang dianggap sinyal beli?
SOPR di bawah 1.0 secara konsisten — terutama mendekati 0.97 atau lebih rendah — sering dianggap sinyal akumulasi karena artinya pasar sedang menjual rugi, tekanan jual biasanya sudah hampir habis.
Apa bedanya aSOPR dan SOPR biasa?
aSOPR (Adjusted SOPR) mengecualikan koin yang berumur di bawah 1 jam sehingga menghilangkan noise dari transaksi on-chain jangka sangat pendek, sehingga sinyalnya lebih bersih untuk analisis tren.