Kamus Crypto

Apa Itu Swell Network? Liquid Staking dan Restaking Ethereum dengan swETH

Swell Network adalah protokol liquid staking dan restaking Ethereum yang menerbitkan swETH dan rswETH — token yang tetap bisa dipakai di DeFi sambil ETH-mu menghasilkan yield.

StakingRestaking

Swell Network adalah protokol liquid staking dan restaking berbasis Ethereum yang memungkinkan pengguna menyetor ETH dan menerima token swETH atau rswETH — token yang tetap likuid dan bisa digunakan di ekosistem DeFi sambil ETH asli bekerja menghasilkan reward staking sekitar 3–4% APY.

swETH: Liquid Staking Token Swell

Saat kamu menyetor ETH ke Swell, protokol menerbitkan swETH dengan rasio 1:1 (disesuaikan secara berkala seiring akumulasi reward). ETH tersebut disalurkan ke validator Ethereum yang dijalankan oleh node operator yang telah melalui proses seleksi Swell DAO.

Keunggulan swETH dibanding staking langsung:

  • Tidak ada lock-up — swETH bisa dijual atau dipakai di protokol DeFi kapan saja, tidak perlu menunggu antrian unstaking Ethereum yang bisa memakan beberapa hari.
  • Composable — swETH diterima di berbagai liquidity pool dan lending protocol, sehingga kamu bisa memperoleh yield berlapis.
  • Minimum deposit rendah — tidak perlu 32 ETH seperti solo staking; bisa dimulai dari jumlah berapa pun.

Data TVL: Pada pertengahan 2025, Swell Network mengelola lebih dari 250.000 ETH dengan TVL melebihi $600 juta, menjadikannya salah satu protokol liquid staking terbesar di luar Lido dan Rocket Pool.

rswETH: Restaking di Atas Liquid Staking

Swell juga menawarkan lapisan kedua bernama rswETH, token yang menggabungkan liquid staking dengan restaking via EigenLayer. ETH yang kamu setor tidak hanya mengamankan jaringan Ethereum, tapi juga mengamankan AVS (Actively Validated Services) — protokol atau jaringan tambahan yang membayar reward ekstra ke validator yang bersedia menanggung slashing condition mereka.

Secara teori, rswETH bisa memberikan yield lebih tinggi dari swETH karena ada lapisan reward dari AVS di atas reward validator standar. Namun ada trade-off penting: risiko slashing berlapis. Jika validator atau AVS berperilaku buruk, ada kemungkinan sebagian ETH terpotong — bukan hanya dari validator Ethereum, tapi juga dari kondisi slashing AVS yang bersangkutan.

SWELL Token: Governance dan Ekosistem

Swell menerbitkan token native bernama SWELL yang berfungsi sebagai token governance. Pemegang SWELL bisa berpartisipasi dalam voting untuk menentukan node operator mana yang boleh bergabung, parameter protokol, dan alokasi fee.

Ada juga program Pearls — poin loyalitas yang dikumpulkan pengguna berdasarkan aktivitas di ekosistem Swell, yang kemudian bisa ditukar atau digunakan dalam event distribusi token. Program ini mirip dengan poin yang dipakai banyak protokol DeFi untuk mendistribusikan token ke pengguna awal.

Risiko yang Perlu Dipahami

Sebelum menggunakan Swell, ada beberapa risiko yang perlu kamu pertimbangkan:

  • Risiko smart contract — bug atau eksploitasi pada kode Swell bisa mengakibatkan kehilangan dana. Swell telah diaudit oleh beberapa firma keamanan, tapi audit tidak menjamin keamanan penuh.
  • Risiko slashing — untuk rswETH, ada risiko slashing ganda dari validator Ethereum dan AVS.
  • Risiko depeg — swETH bisa diperdagangkan di bawah nilai ETH di pasar sekunder saat kondisi likuiditas buruk atau kepanikan pasar.
  • Risiko konsentrasi — jika terlalu banyak ETH ter-stake di satu protokol, ini bisa berdampak pada desentralisasi Ethereum.

⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal.

Swell vs Protokol Liquid Staking Lain

Dibanding Lido (yang menerbitkan stETH) dan Rocket Pool (yang menerbitkan rETH), Swell memiliki posisi yang lebih fokus ke integrasi restaking sejak awal. Lido dan Rocket Pool baru menambahkan fitur restaking belakangan, sedangkan Swell membangun rswETH sebagai produk inti sejak peluncurannya.

Untuk pengguna yang ingin sekadar staking dengan risiko minimal, swETH adalah pilihan sederhana. Untuk pengguna yang ingin memaksimalkan yield dan siap menanggung risiko ekstra, rswETH bisa jadi pertimbangan — tapi pahami dulu mekanisme restaking dan EigenLayer sebelum masuk.

Belajar DeFi Langsung — Bukan Hanya Teori

WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.

Lihat Jadwal Kelas →

Pertanyaan Umum

Apa itu swETH dan berapa yield-nya?

swETH adalah liquid staking token dari Swell Network yang mewakili ETH yang di-stake. Yield-nya berasal dari reward validator Ethereum, biasanya berkisar 3–4% APY, dan swETH bisa tetap digunakan di protokol DeFi lain.

Apa perbedaan swETH dan rswETH di Swell Network?

swETH adalah token liquid staking biasa (ETH yang di-stake ke validator). rswETH adalah token restaking — ETH-mu di-stake sekaligus di-restake melalui EigenLayer, sehingga berpotensi mendapat yield lebih tinggi dari AVS (Actively Validated Services), tapi dengan lapisan risiko tambahan.