Kamus Crypto

Tabungan Emas Pegadaian: Cara Beli dan Risiko yang Perlu Diketahui

Tabungan Emas Pegadaian memungkinkan pembelian emas dari 0.01 gram, bisa dicetak jadi fisik, dijual kapan saja. Spread beli-jual sekitar 4–6% dan ada biaya titip Rp30.000/tahun.

IndonesiaInvestasi

Tabungan Emas Pegadaian adalah layanan investasi emas digital milik PT Pegadaian (Persero) yang memungkinkan nasabah membeli emas mulai dari 0,01 gram — setara sekitar Rp10.000–Rp12.000 tergantung harga emas harian. Emas yang dibeli tidak dipegang secara fisik, melainkan dicatat sebagai saldo gram di rekening tabungan emas, dan bisa dicetak menjadi emas batangan fisik bila saldonya sudah mencukupi (minimal 1 gram).

Cara Membeli Tabungan Emas Pegadaian

Pembelian bisa dilakukan melalui tiga jalur: aplikasi Pegadaian Digital, website resmi, atau langsung di kantor cabang Pegadaian. Proses pendaftaran membutuhkan KTP dan biaya administrasi pembukaan rekening sekitar Rp10.000. Setelah rekening aktif, nasabah bisa membeli emas kapan saja sesuai harga buyback yang dipasang Pegadaian pada hari tersebut.

Emas yang sudah terkumpul bisa:

  • Dijual kembali ke Pegadaian kapan saja (harga mengikuti kurs harian)
  • Dicetak menjadi emas fisik dengan denominasi 1, 2, 5, 10, 25, 50, atau 100 gram
  • Digadaikan sebagai jaminan pinjaman di Pegadaian

Per Mei 2026, harga beli emas Pegadaian berkisar Rp1.650.000–Rp1.700.000 per gram, sedangkan harga jual kembali (buyback) selisih sekitar 4–6% lebih rendah dari harga beli.

Biaya yang Harus Diperhitungkan

Ini bagian yang sering luput dari perhatian calon nasabah. Ada dua komponen biaya utama:

  1. Spread beli-jual: Selisih antara harga beli dan harga buyback berkisar 4–6%. Artinya, jika baru saja membeli emas, nilai portofolio langsung turun sebesar persentase itu sebelum harga emas sempat naik.
  2. Biaya titip (storage fee): Rp30.000 per tahun, dikenakan atas saldo emas yang disimpan di Pegadaian. Biaya ini dipotong dari saldo gram, bukan dari rekening bank.

Biaya tambahan muncul jika ingin mencetak emas fisik: ongkos cetak bervariasi mulai Rp50.000 hingga ratusan ribu tergantung ukuran batangan.

Perbandingan dengan Instrumen Lain

Dibanding reksa dana pasar uang, Tabungan Emas Pegadaian tidak memberikan imbal hasil rutin — keuntungan murni bergantung pada kenaikan harga emas. Dibanding membeli emas fisik langsung di toko, tabungan emas lebih fleksibel karena bisa dimulai dari nominal sangat kecil dan tidak perlu memikirkan penyimpanan sendiri.

Bagi yang mempertimbangkan diversifikasi ke aset safe haven, emas secara historis cukup stabil saat pasar saham bergejolak — namun tetap ada risiko penurunan harga dan biaya yang menggerus margin keuntungan.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Risiko harga: Harga emas bisa turun, dan spread 4–6% membuat investor harus menunggu kenaikan harga minimal sebesar itu sebelum balik modal.
  • Risiko likuiditas cetak: Mencetak emas fisik butuh waktu beberapa hari kerja dan ada biaya tambahan.
  • Risiko platform: Meski Pegadaian adalah BUMN dan diawasi OJK, layanan digital tetap memiliki risiko gangguan sistem.
  • Biaya titip menggerus saldo: Untuk saldo kecil, biaya Rp30.000/tahun bisa signifikan secara persentase.

⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal.

Belajar DeFi Langsung — Bukan Hanya Teori

WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.

Lihat Jadwal Kelas →

Pertanyaan Umum

Apa itu Tabungan Emas Pegadaian?

Tabungan Emas Pegadaian memungkinkan pembelian emas dari 0.01 gram, bisa dicetak jadi fisik, dijual kapan saja. Spread beli-jual sekitar 4–6% dan ada biaya titip Rp30.000/tahun.

Mengapa Tabungan Emas Pegadaian penting untuk dipahami?

Tabungan Emas Pegadaian membuka akses investasi emas bagi siapa saja mulai dari Rp10.000-an, tapi ada biaya spread beli-jual 4–6% dan biaya titip Rp30.000/tahun yang mempengaruhi hasil akhir investasi.