Team Allocation: Berapa Persen Token yang Wajar untuk Tim Pendiri Crypto?
Team allocation adalah porsi token yang disisihkan untuk tim pendiri dan karyawan — angkanya menentukan seberapa besar potensi tekanan jual dari orang.
Team allocation adalah jumlah token yang disisihkan untuk tim pendiri, co-founder, karyawan, dan advisor sebuah proyek crypto. Ini adalah komponen token distribution yang paling langsung memengaruhi potensi tekanan jual dari orang-orang yang tahu paling banyak tentang proyek tersebut.
Angka Standar dan Perbandingannya
| Proyek | Team Allocation | Vesting |
|---|---|---|
| Ethereum (genesis) | ~16,7% | Tidak ada formal (2014) |
| Solana | 13% tim, 25% investor | 2 tahun |
| Uniswap | 21,3% tim + future employees | 4 tahun |
| Polygon | 16% tim | Tidak dipublikasi awal |
Dari tabel ini, angka 15–22% untuk tim adalah kisaran yang paling sering ditemukan di proyek-proyek besar yang dianggap serius.
Komponen dalam Team Allocation
Team allocation biasanya tidak hanya untuk co-founder. Di dalamnya sering termasuk:
- Pendiri (founders): Bagian terbesar, bisa 10–15% dari total suplai
- Karyawan awal (early employees): 2–5% dibagi ke puluhan orang
- Advisor: 1–3%, sering dengan vesting lebih pendek (1–2 tahun)
- Employee stock option pool (ESOP): 2–5% untuk rekrut masa depan
Total semua ini bisa mencapai 20–25%, bahkan jika angka “team” di whitepaper hanya menampilkan angka pendiri saja.
Red Flag dalam Team Allocation
Alokasi tim di atas 30%: Di proyek dengan suplai 1 miliar token, ini berarti 300 juta token di tangan insider. Bahkan dengan vesting 4 tahun, itu 6,25 juta token per bulan yang bisa mulai dijual.
Tidak ada vesting atau vesting di bawah 12 bulan: Tim yang tidak mau mengunci token mereka selama setidaknya 1 tahun tidak memberikan komitmen yang meyakinkan.
Advisor dengan alokasi besar tanpa nama jelas: Banyak proyek memberikan 1–2% ke “advisor” yang tidak punya kontribusi nyata — ini cara terselubung untuk memberikan token ke pihak dalam.
Cara Verifikasi On-Chain
Klaim di whitepaper tidak bisa diverifikasi langsung. Yang bisa diverifikasi:
- Lihat top holders di Etherscan — apakah ada wallet berlabel “Team” atau “Foundation”?
- Periksa apakah wallet tersebut terikat di kontrak vesting
- Bandingkan jumlah token di kontrak vesting dengan klaim whitepaper
Jika 20% suplai diklaim untuk tim tapi tidak ada kontrak vesting on-chain yang mengunci jumlah tersebut, klaim itu tidak lebih dari teks.
Hubungkan team allocation dengan investor allocation dan vesting untuk gambaran lengkap siapa yang memegang token dan kapan mereka bisa menjual.
💡 Ini baru permukaannya. Member VIP WhaleX dapat analisis mendalam, strategi live, dan akses rekaman kelas eksklusif. Lihat program VIP →
⚠️ Disclaimer: Team allocation yang kecil bukan jaminan proyek berkualitas, dan alokasi besar bukan selalu tanda negatif jika diimbangi vesting ketat dan transparansi. Evaluasi selalu dalam konteks keseluruhan proyek.
Anda sudah paham konsepnya — saatnya eksekusi dengan pendampingan langsung. Join WhaleX Membership: akses kelas, mentor, dan komunitas investor crypto Indonesia.
Join Membership WhaleX →Pertanyaan Umum
Berapa persen team allocation yang wajar dalam proyek crypto?
Standar industri: 15–20% untuk tim dan pendiri dianggap wajar. Di atas 25% mulai perlu dipertanyakan. Di atas 30% adalah red flag karena insider menguasai terlalu banyak suplai dan bisa menekan harga saat menjual. Tim Ethereum saat genesis hanya menerima sekitar 16,7%.
Apakah team allocation harus punya vesting?
Ya, wajib. Team allocation tanpa vesting berarti tim bisa menjual semua token segera setelah listing. Vesting minimum yang diterima pasar: 2–3 tahun dengan cliff 1 tahun. Proyek dengan vesting tim di bawah 1 tahun sering berakhir sebagai rug pull atau exit scam.