Cara Hitung Return Investasi Crypto secara Akurat (Termasuk DCA dan Yield)
Panduan hitung ROI crypto yang benar: rumus ROI sederhana, cara hitung DCA, hingga return DeFi yang sudah diperhitungkan biaya gas dan pajak.
“Bitcoin saya naik 40%” — kalimat ini terdengar bagus sampai kamu sadar kamu beli bertahap di berbagai harga, ada biaya trading yang tidak dihitung, dan belum dipotong pajak. Return yang kamu rasakan bukan selalu return yang sebenarnya.
Artikel ini mengajarkan cara hitung return investasi crypto yang jujur — termasuk untuk investor yang DCA, yang aktif di DeFi, dan yang perlu tahu berapa sebenarnya yang sudah mereka hasilkan.
Langkah 1: Hitung Cost Basis yang Benar
Cost basis adalah harga pokok investasi kamu. Ini titik awal semua perhitungan.
- Buat daftar semua transaksi pembelian. Untuk setiap transaksi catat: tanggal, jumlah koin yang dibeli, harga per koin saat itu, dan biaya transaksi (trading fee + gas).
- Hitung total modal yang dikeluarkan: Total Modal = Σ (jumlah koin × harga saat beli) + Σ biaya transaksi
- Hitung average cost per koin: Average Cost = Total Modal ÷ Total Koin yang Dimiliki
Contoh: Kamu beli ETH 3 kali:
- Beli 1: 0.5 ETH × Rp 30 juta = Rp 15 juta (fee Rp 50 ribu)
- Beli 2: 0.3 ETH × Rp 25 juta = Rp 7,5 juta (fee Rp 40 ribu)
- Beli 3: 0.2 ETH × Rp 35 juta = Rp 7 juta (fee Rp 60 ribu)
Total modal = Rp 15 juta + Rp 7,5 juta + Rp 7 juta + Rp 150 ribu (total fee) = Rp 29,65 juta Total koin = 1.0 ETH Average cost = Rp 29,65 juta per ETH
Langkah 2: Hitung ROI Saat Ini
Setelah tahu cost basis, hitung ROI dengan rumus ini:
ROI (%) = ((Nilai Sekarang − Total Modal) ÷ Total Modal) × 100
Lanjut dari contoh di atas: kalau ETH sekarang di Rp 38 juta dan kamu masih pegang 1.0 ETH:
- Nilai sekarang = Rp 38 juta
- ROI = ((Rp 38 juta − Rp 29,65 juta) ÷ Rp 29,65 juta) × 100 = 28,2%
Ini adalah ROI kotor. Belum dipotong pajak dan biaya jual nanti.
Langkah 3: Hitung CAGR untuk Perbandingan Jangka Panjang
ROI saja tidak cukup kalau kamu mau bandingkan dua investasi dengan durasi berbeda. Pakai CAGR.
CAGR = ((Nilai Akhir ÷ Modal Awal) ^ (1 ÷ Jumlah Tahun)) − 1
Contoh: Modal Rp 10 juta, sekarang jadi Rp 40 juta, dalam 3 tahun:
- CAGR = ((40 ÷ 10) ^ (1/3)) − 1 = (4 ^ 0.333) − 1 = 1.587 − 1 = 58,7% per tahun
Bandingkan dengan investasi lain pakai CAGR, bukan total ROI. Investasi 100% dalam 5 tahun (CAGR ~14,9%) jauh lebih buruk dari investasi 200% dalam 2 tahun (CAGR ~73%).
Langkah 4: Hitung Return DeFi Secara Jujur
Yield DeFi sering dikutip sebagai APY tinggi, tapi return aktual berbeda setelah memperhitungkan:
- Gas fee masuk dan keluar: Untuk Ethereum mainnet, deposit + withdraw bisa habis $20-80. Kalau kamu deposit $500 dan kena gas $50, kamu butuh yield 10% hanya untuk balik modal gas.
- Impermanent loss (untuk LP): Hitung IL dengan kalkulator seperti dailydefi.org/tools/impermanent-loss. IL tidak terlihat di dashboard tapi nyata saat kamu withdraw.
- Biaya token reward: Reward token yang kamu dapat dari yield farm punya harga — tapi harga itu bisa turun signifikan. Hitung reward berdasarkan harga saat kamu klaim, bukan saat kamu deposit.
Rumus return DeFi bersih: Return Bersih = Yield Earned − Gas Fee − Impermanent Loss − Penurunan Nilai Reward Token
Langkah 5: Buat Tracker Sederhana di Spreadsheet
Tools otomatis seperti CoinStats atau Koinly berguna, tapi kamu tetap perlu mengerti cara manual kalau angkanya tidak cocok.
- Buat spreadsheet dengan kolom: Tanggal, Aset, Aksi (beli/jual/transfer), Jumlah, Harga (USD atau IDR), Fee, Platform.
- Untuk setiap penjualan, hitung profit/loss: P/L = (Harga Jual − Average Cost Basis) × Jumlah Terjual − Fee Jual
- Update setiap minggu. Jangan tunggu akhir tahun baru update — rekonsiliasi ratusan transaksi sekaligus sangat menyulitkan, terutama saat mau lapor pajak.
⚠️ Disclaimer: Artikel ini adalah panduan edukasi soal cara menghitung return investasi. Ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan konsultan pajak untuk kewajiban perpajakan investasi crypto kamu.
💡 Baru mulai di crypto? WhaleX punya kelas gratis untuk investor pemula — dari beli pertama sampai memahami risiko dengan benar. Mulai dari kelas gratis →
Kelas gratis WhaleX: dasar-dasar trading bot crypto, dari recurring buy sampai spot grid — cocok untuk pemula.
Ikut Kelas Bot Gratis →Pertanyaan Umum
Apa bedanya ROI, CAGR, dan APY dalam crypto?
ROI adalah return total dari modal awal tanpa memperhitungkan waktu. CAGR adalah return rata-rata per tahun yang sudah disetarakan waktunya — lebih adil untuk membandingkan investasi dengan durasi berbeda. APY adalah return tahunan yang sudah memperhitungkan efek compounding.
Bagaimana cara hitung return yang benar kalau beli crypto berkali-kali dengan harga berbeda?
Pakai metode average cost basis: total dana yang diinvestasikan dibagi jumlah koin yang dimiliki. Ini memberi harga pokok rata-rata. Return kemudian dihitung dari selisih harga sekarang dengan harga pokok rata-rata itu.
Apakah gas fee dan biaya trading harus diperhitungkan dalam ROI?
Ya, wajib. Kalau kamu sering trade atau pakai DeFi aktif, biaya gas dan fee bisa memotong 5-15% dari return aktual. Banyak investor kecewa karena menghitung return kotor tanpa biaya, lalu kaget saat hitung return bersihnya.