Cara Pakai Dune Analytics: Membaca Data On-Chain tanpa Coding
Panduan lengkap menggunakan Dune Analytics untuk on-chain analysis — cara menemukan dashboard yang berguna, memahami chart yang tersedia, dan.
Dune Analytics adalah salah satu alat paling powerful untuk on-chain analysis — memungkinkan siapapun melihat data blockchain yang sebenarnya, bukan estimasi atau rumor.
Apa yang Bisa Anda Lihat di Dune Analytics
Data yang bisa di-query dan divisualisasikan di Dune meliputi:
Protocol metrics:
- TVL (Total Value Locked) di setiap protokol DeFi
- Volume trading harian di setiap DEX
- Jumlah unique user per protokol
- Transaction count dan fee yang dihasilkan
Token metrics:
- Distribusi holder token tertentu
- Wallet yang paling banyak hold suatu token
- Transfer pattern dan movement
Wallet/Address analysis:
- History transaksi wallet tertentu
- Portfolio sebuah whale address
- Aktivitas whale sebelum event besar
Market data:
- Harga on-chain vs off-chain
- Slippage di berbagai pool
- Impermanent loss calculator untuk LP positions
NFT data:
- Sales volume collection tertentu
- Harga floor, distribution holder
Cara Memulai di Dune Analytics
Step 1: Buat Akun
Buka dune.com dan buat akun gratis. Account gratis sudah memberikan akses ke semua dashboard publik.
Apa yang gratis:
- Lihat semua public dashboards
- Jalankan query yang sudah dibuat orang lain
- Buat query sendiri (dengan beberapa batasan kecepatan)
Apa yang berbayar:
- Query lebih cepat dan lebih banyak
- Private dashboards
- Team features
Untuk kebanyakan pengguna, free tier sudah sangat cukup.
Step 2: Explore Dashboard yang Sudah Ada
Cara paling cepat untuk nilai Dune adalah dengan menggunakan dashboard yang sudah dibuat:
Cari dashboard yang relevan:
- Di kolom pencarian, ketik nama protokol yang Anda minati (misalnya “Uniswap”, “Aave”, “Lido”)
- Filter dengan “Dashboard” untuk lihat hanya dashboard (bukan individual query)
- Sort by “Trending” atau “Stars” untuk temukan yang paling popular
Dashboard yang sangat useful untuk investor:
- Dashboard official setiap protokol (Uniswap team sendiri punya Dune dashboard)
- DEX volume aggregator dashboard
- L2 ecosystem dashboard
- Wallet tracking dashboard
Step 3: Navigasi Dashboard
Dashboard terdiri dari banyak “panel” — setiap panel adalah satu chart atau table yang menampilkan data spesifik.
Yang perlu dipahami saat membaca dashboard:
- Judul panel: Menjelaskan apa yang ditampilkan
- Rentang waktu: Banyak dashboard punya filter waktu (7 hari, 30 hari, dll.)
- Chain: Beberapa dashboard multi-chain — pastikan Anda filter chain yang tepat
- Tanggal update terakhir: Query harus di-refresh untuk data terbaru — beberapa dashboard auto-refresh, beberapa perlu manual
Dashboard Kunci yang Harus Diketahui
1. DEX Volume dan Market Share
Search: “DEX Volume Ethereum” atau “DEX Market Share”
Yang bisa dilihat:
- Uniswap vs SushiSwap vs Curve vs lainnya — berapa persen market share masing-masing
- Volume trend dalam 30-90 hari
- Fee yang dihasilkan oleh DEX tertentu
Mengapa berguna: Volume trend bisa mengindikasikan kesehatan ekosistem. Penurunan volume drastis bisa berarti masalah di protocol atau perpindahan liquidity ke competitor.
2. Ethereum Gas Tracker dan Fee Trend
Search: “Ethereum gas” di Dune
Yang bisa dilihat:
- Gas price trend (berapa gwei average per hari)
- Peak hours gas fee
- Gas usage by transaction type
Mengapa berguna: Untuk planning kapan execute transaksi besar di Ethereum (pilih waktu gas rendah).
3. Uniswap Dashboard
Uniswap team sendiri maintain dashboard di Dune: search “Uniswap” dan pilih dari tim Uniswap Labs.
Yang bisa dilihat:
- Total volume by day/week/month
- TVL per pool
- Top pools by volume
- LP fee earnings
- New pool creation trend
Mengapa berguna: Memahami kesehatan DEX terbesar di Ethereum. Volume Uniswap adalah proxy yang baik untuk overall DeFi activity di Ethereum.
4. Stablecoin Dashboard
Search: “Stablecoin supply” atau “USDC USDT”
Yang bisa dilihat:
- Total supply USDC, USDT, DAI di masing-masing chain
- Transfer volume stablecoin
- Stablecoin distribution antar chain
Mengapa berguna: Stablecoin flow sering mengindikasikan di mana capital mengalir. Jika banyak stablecoin bridge ke satu chain, biasanya ada peluang yield atau anticipasi aktivitas yang tinggi.
5. Liquid Staking Dashboard
Search: “Lido staking” atau “Ethereum staking”
Yang bisa dilihat:
- Total ETH yang di-stake di Lido, Rocket Pool, dll.
- Market share liquid staking protocol
- Withdrawal queue
- stETH/ETH premium atau discount
Mengapa berguna: Useful untuk yang hold stETH atau pertimbangkan liquid staking. Withdrawal queue yang panjang = premium stETH turun. Oversupply staker bisa press down staking yield.
6. Layer 2 Dashboard
Search: “L2 TVL” atau “Arbitrum TVL” atau “Optimism Volume”
Yang bisa dilihat:
- Perbandingan TVL antar L2
- Bridge inflow/outflow dari Ethereum ke setiap L2
- Protocol distribution di setiap L2
Mengapa berguna: Memahami ke mana capital mengalir dalam ekosistem Ethereum L2. Bridge flow tinggi ke satu L2 biasanya menandakan aktivitas yang growing.
Cara Membaca Chart di Dune
Time Series Chart (Line/Bar)
Chart yang paling umum — menunjukkan nilai seiring waktu.
Apa yang perlu diperhatikan:
- Trend: Naik, turun, atau sideways?
- Anomali: Ada spike atau drop yang tidak biasa?
- Konteks: Apakah perubahan coincide dengan event besar (protocol launch, hack, market move)?
Contoh interpretasi: “Uniswap v3 daily volume turun 60% dalam 30 hari terakhir, sementara Aerodrome (Base) naik 3x dalam periode sama” → Capital dan activity bergerak ke Base ecosystem.
Distribution/Pie Chart
Menunjukkan pembagian antara beberapa komponen.
Contoh: Market share DEX — Uniswap 65%, Curve 15%, Balancer 10%, Others 10%
Membaca: Perhatikan apakah ada pergeseran signifikan dalam distribution dari waktu ke waktu.
Cumulative Chart
Menunjukkan total kumulatif yang terus bertambah (tidak pernah turun).
Hati-hati: Chart kumulatif selalu terlihat “naik” meski pertumbuhan baru-baru ini melambat. Lihat chart rate-of-change (daily/weekly new) bersamaan dengan cumulative untuk gambaran lebih akurat.
Histogram / Distribution
Menunjukkan distribusi data — misalnya berapa banyak wallet hold 0-100 token, 100-1000 token, dll.
Berguna untuk: Memahami konsentrasi holding. Jika 90% token dipegang oleh 10 wallet → sangat concentrated, risiko dump tinggi.
Tips Penggunaan Praktis
Bookmark Dashboard yang Sering Digunakan
Setelah menemukan dashboard yang berguna, simpan (star/bookmark) agar mudah diakses kembali.
Perhatikan Freshness Data
Beberapa dashboard tidak di-update secara real-time. Cek kapan terakhir query dijalankan — data yang beberapa hari lama mungkin sudah tidak relevan untuk keputusan trading cepat.
Validasi dengan Sumber Lain
Dune adalah alat yang powerful tapi bisa ada bug dalam query. Jika menemukan data yang mengejutkan, validasi dengan sumber lain (DefiLlama, Etherscan, sumber protocol langsung) sebelum mengambil keputusan besar berdasarkan itu.
Combine dengan Konteks
Data on-chain perlu dikombinasikan dengan konteks:
- Apakah ada event yang menjelaskan anomali?
- Apakah trend konsisten dengan apa yang terjadi di pasar secara keseluruhan?
Belajar SQL untuk Query Sendiri (Opsional)
Jika Anda ingin membuat query sendiri, Dune menggunakan DuneSQL (mirip PostgreSQL):
Resources untuk belajar:
- Dune Academy: docs.dune.com — tutorial resmi dari Dune
- Dune Discord: komunitas active yang membantu pemula
- Medium/Mirror articles tentang “Dune Analytics tutorial”
Query sederhana pertama:
SELECT
date_trunc('day', block_time) as day,
count(*) as tx_count
FROM ethereum.transactions
WHERE block_time > now() - interval '30' day
GROUP BY 1
ORDER BY 1
Ini menghitung jumlah transaksi Ethereum per hari dalam 30 hari terakhir. Bisa dimodifikasi untuk berbagai use case.
Alternatif Dune Analytics
DefiLlama: Lebih mudah untuk TVL data, tidak butuh akun, data sudah diproses.
Nansen: On-chain analytics dengan labeling wallet — premium tapi powerful untuk tracking “smart money”.
Glassnode / CryptoQuant: Lebih fokus pada Bitcoin dan Ethereum on-chain metrics seperti MVRV, exchange flows.
Token Terminal: Business metrics untuk protocol — P/E ratio analog, revenue, dll.
Dune paling powerful untuk data custom yang tidak tersedia di platform lain.
Kesimpulan
Dune Analytics adalah alat yang sangat powerful untuk investor crypto yang ingin membuat keputusan berdasarkan data on-chain yang nyata, bukan rumor atau speculation.
Untuk pemula: Mulai dengan explore dashboard yang sudah dibuat — tidak perlu coding. Setelah familiar dengan cara membaca data, barulah pertimbangkan belajar SQL untuk query custom.
Kekuatan utama Dune: Data langsung dari blockchain, tidak bisa dimanipulasi. Ini adalah “source of truth” yang sangat valuable dalam dunia crypto yang penuh misinformasi.
💡 Mau praktik langsung, bukan hanya teori? Di kelas WhaleX, Anda belajar hands-on — setup wallet, yield strategy, dan navigasi protokol DeFi nyata. Coba kelas Web3 gratis →
⚠️ Disclaimer: Data on-chain adalah alat informasi, bukan alat prediksi. Analisis yang salah atau interpretasi yang keliru dari data on-chain bisa menghasilkan keputusan investasi yang buruk. Selalu gunakan multiple data sources dan lakukan riset mendalam sebelum keputusan investasi.
Elite Vault WhaleX: join membership via USDC di Base Network — akses penuh tanpa proses bank tradisional.
Lihat Elite Vault →Pertanyaan Umum
Apa itu Dune Analytics dan apa kegunaannya?
Dune Analytics adalah platform yang memungkinkan siapapun membuat query dan visualisasi dari data blockchain secara langsung. Bayangkan database raksasa berisi semua transaksi di Ethereum, Solana, Bitcoin, dll — Dune memungkinkan query data tersebut dengan SQL dan membuat dashboard visual. Untuk investor, kegunaannya adalah: melihat data protocol on-chain (TVL, volume, active users), tracking whale movement, monitoring DeFi protocol health, dan lebih banyak lagi — semua dari data blockchain yang real, bukan estimasi.
Apakah Dune Analytics bisa digunakan tanpa pengetahuan coding?
Ya — untuk melihat dan menggunakan dashboard yang sudah dibuat orang lain, Anda tidak butuh coding sama sekali. Ribuan dashboard publik sudah tersedia dan bisa langsung digunakan. Anda hanya perlu tahu cara menemukan dashboard yang tepat dan memahami apa yang ditampilkan. Coding (SQL) hanya dibutuhkan jika Anda ingin membuat query dan dashboard sendiri — ini opsional dan skill yang bisa dipelajari bertahap.