Tanya Jawab

Apa Bedanya Layer 1 Baru (Solana, SUI) dengan Ethereum?

Solana memproses ~2.000 transaksi per detik dengan biaya ~$0,00025, jauh lebih cepat dari Ethereum yang hanya ~15 TPS dengan gas bisa ratusan dolar.

SolanaEthereumSUILayer1Blockchain

Ethereum memproses sekitar 15 transaksi per detik (TPS) dengan biaya gas yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan dolar saat jaringan padat, sedangkan Solana mencapai ~2.000 TPS nyata dengan biaya sekitar $0,00025, dan SUI yang diluncurkan 2023 mengklaim kapasitas teoritis di atas 100.000 TPS. Perbedaan ini bukan sekadar angka — ia menentukan siapa yang bisa memakai blockchain tersebut dan untuk apa.

Arsitektur yang Berbeda, Masalah yang Sama Diselesaikan Cara Berbeda

Ethereum generasi awal lahir pada 2015 dengan desain yang mengutamakan keamanan dan desentralisasi — ribuan node tersebar di seluruh dunia memvalidasi setiap blok. Konsekuensinya: kecepatan dikorbankan. Setelah beralih ke Proof of Stake (PoS) pada September 2022, Ethereum menjadi lebih hemat energi tapi kecepatan dasarnya belum berubah drastis.

Solana memilih jalur berbeda. Ia menambahkan lapisan kriptografi bernama Proof of History (PoH) — semacam jam bersama yang tertanam di blockchain itu sendiri. Validator tidak perlu menunggu konfirmasi dari validator lain untuk mengetahui urutan transaksi, sehingga proses paralelisasi menjadi mungkin. Hasilnya: transaksi selesai dalam ~400 milidetik.

SUI menggunakan bahasa pemrograman Move (awalnya dikembangkan untuk Diem/Facebook) dan arsitektur berbasis objek, bukan akun seperti Ethereum dan Solana. Ini memungkinkan transaksi yang tidak saling bergantung diproses secara paralel tanpa antre — secara teori lebih efisien lagi untuk use case seperti game dan NFT.

Tiga Perbedaan Paling Praktis

1. Biaya transaksi Ethereum mainnet masih mahal saat ramai. Solana dan SUI dirancang agar biaya tetap di bawah $0,01 bahkan saat volume tinggi — cocok untuk aplikasi yang butuh mikrotransaksi, seperti game on-chain atau pembayaran frekuensi tinggi.

2. Ekosistem dan likuiditas Ethereum unggul jauh di sini. TVL (Total Value Locked) DeFi di Ethereum masih menyumbang lebih dari separuh seluruh DeFi global. Solana sudah membangun ekosistem solid dengan DEX seperti Jupiter dan Raydium, tapi SUI masih terhitung muda. Jika Anda ingin akses ke protokol terlengkap, Ethereum dan Ethereum L2 (apa itu Layer 2) masih menjadi pilihan utama.

3. Risiko teknis Solana pernah mengalami beberapa kali pemadaman jaringan total antara 2021–2022. Ethereum belum pernah mati total sejak diluncurkan. SUI belum cukup lama untuk dinilai track record-nya. Ini relevan jika Anda membangun aplikasi produksi atau menyimpan aset besar — periksa historis uptime setiap jaringan sebelum memutuskan.

Mana yang “Terbaik”?

Tidak ada jawaban tunggal. Ethereum cocok untuk DeFi serius dan aplikasi yang butuh keamanan tertinggi. Solana cocok untuk aplikasi consumer dengan transaksi cepat-murah. SUI menarik untuk developer yang butuh model data objek atau eksperimen dengan Move. Pahami dulu apa itu blockchain dan cara kerja smart contract sebelum memilih ekosistem mana yang relevan untuk kebutuhan Anda.


Artikel ini bersifat edukatif dan bukan saran keuangan atau investasi personal. WhaleX tidak terdaftar di OJK maupun BAPPEBTI. Seluruh keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi pembaca.

Belajar DeFi Langsung — Bukan Hanya Teori

WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.

Lihat Jadwal Kelas →

Pertanyaan Umum

Kenapa Solana lebih cepat dari Ethereum?

Solana menggunakan mekanisme Proof of History (PoH) yang memungkinkan validator memverifikasi urutan transaksi tanpa perlu berkomunikasi satu sama lain dulu, sehingga throughput mencapai ~2.000 TPS dengan biaya rata-rata $0,00025 per transaksi.

Apa kelebihan Ethereum dibanding Layer 1 baru?

Ethereum punya ekosistem terbesar — lebih dari 4.000 dApps aktif, likuiditas DeFi tertinggi, dan standar EVM yang didukung hampir semua wallet dan exchange utama dunia.