Apakah Stablecoin Bisa Menggantikan Deposito Bank?
Stablecoin bisa memberikan yield 5-15% per tahun, jauh di atas deposito BCA/BRI 4-5% — tapi risikonya berbeda. Simak perbandingan lengkapnya.
Stablecoin bisa menghasilkan yield lebih tinggi dari deposito bank, tapi tidak bisa menggantikannya secara fungsi — keduanya adalah instrumen yang berbeda dengan profil risiko yang sangat berbeda pula.
Perbandingan Angka
Deposito di BCA atau BRI saat ini menawarkan bunga sekitar 4-5% per tahun. ORI (Obligasi Ritel Indonesia) berada di kisaran 6-7%, sementara reksa dana pasar uang rata-rata 5-6%. Angka-angka ini terbilang stabil dan terukur.
Di sisi lain, stablecoin seperti USDT atau USDC yang ditempatkan di platform DeFi atau CeFi bisa menghasilkan yield antara 5-15% per tahun — bahkan lebih tinggi di periode tertentu. Di protokol seperti Aave atau Compound, yield USDC bisa berfluktuasi dari 3% hingga 12% tergantung permintaan pasar.
Apa yang Bisa Dilakukan Stablecoin
Kelebihan stablecoin dibanding deposito:
- Likuiditas penuh — tidak ada tenor 1, 3, atau 6 bulan. Dana bisa ditarik kapan saja
- Tidak ada minimum — bisa mulai dari nominal kecil, tidak perlu Rp8 juta seperti deposito bank tertentu
- Yield lebih fleksibel — bisa lebih tinggi dari deposito, terutama di kondisi pasar aktif
Risiko yang Tidak Boleh Diabaikan
Di sinilah stablecoin dan deposito benar-benar berbeda:
Deposito bank dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Jika banknya bangkrut, uang tetap kembali.
Stablecoin tidak memiliki jaminan seperti itu. Beberapa risiko utama:
- Risiko depeg — stablecoin algoritmik seperti UST Terra pernah kolaps dari $1 menjadi mendekati nol dalam hitungan hari (Mei 2022)
- Risiko platform — jika platform CeFi tempat kamu menaruh stablecoin bangkrut (seperti Celsius 2022 atau FTX), dana bisa macet
- Risiko smart contract — protokol DeFi bisa kena exploit, sebagaimana pernah terjadi pada Euler Finance ($197 juta hilang, 2023)
- Risiko regulasi — status hukum stablecoin di Indonesia masih berkembang
Untuk Siapa Stablecoin Masuk Akal
Stablecoin bukan pengganti deposito — melainkan instrumen tambahan bagi yang sudah memahami risikonya. Seseorang yang sudah punya dana darurat di deposito atau reksa dana pasar uang, dan ingin mengalokasikan sebagian kecil portofolionya ke aset digital dengan potensi yield lebih tinggi, bisa mempertimbangkan stablecoin.
Untuk pemula yang baru masuk ke dunia crypto, memahami dulu apa itu stablecoin dan cara kerja yield farming adalah langkah awal yang penting sebelum menempatkan dana.
Jika pertanyaanmu lebih ke arah “di mana menyimpan uang dengan aman di Indonesia”, deposito masih jawaban yang lebih sederhana dan terlindungi. Tapi jika kamu ingin tahu lebih dalam soal potensi yield crypto, artikel bagaimana cara kerja DeFi bisa jadi bacaan selanjutnya.
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan saran keuangan atau investasi personal.
WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.
Lihat Jadwal Kelas →Pertanyaan Umum
Berapa bunga stablecoin dibandingkan deposito bank?
Yield stablecoin di platform DeFi berkisar 5-15% per tahun, sementara deposito BCA/BRI saat ini sekitar 4-5%. Namun stablecoin tidak dijamin LPS dan risikonya jauh berbeda.
Apakah stablecoin aman seperti deposito?
Tidak. Deposito bank dijamin LPS hingga Rp2 miliar per nasabah. Stablecoin tidak memiliki jaminan serupa — ada risiko depeg, risiko platform, dan risiko smart contract.