Apakah Ethereum Sudah Benar-benar Deflasioner?
Ethereum bisa deflasioner tapi tidak selalu — tergantung ramainya jaringan. Sejak The Merge 2022, issuance turun 90% via mekanisme burn EIP-1559.
Ethereum bisa deflasioner — tapi tidak otomatis dan tidak selalu. Sejak The Merge pada September 2022, penerbitan ETH baru turun dari sekitar 13.000 ETH per hari menjadi sekitar 1.700 ETH per hari. Bersamaan dengan itu, EIP-1559 yang aktif sejak Agustus 2021 terus membakar sebagian dari setiap biaya transaksi. Kalau jumlah ETH yang dibakar dalam sehari melampaui 1.700 ETH tersebut, pasokan bersih ETH berkurang — itulah kondisi deflasioner. Kalau tidak, ETH tetap sedikit inflasioner meski jauh lebih ringan dibanding era sebelumnya.
Dua Mekanisme yang Mengubah Segalanya
Sebelum The Merge, Ethereum memakai Proof of Work. Miner mendapat hadiah blok sekitar 2 ETH tiap ~13 detik, menghasilkan inflasi tahunan 3–4%. Setelah beralih ke Proof of Stake, hadiah jauh lebih kecil dan hanya mengalir ke validator yang mengunci ETH mereka sebagai jaminan. Hasilnya: issuance tahunan turun tajam ke kisaran 0,3–0,5% — penurunan lebih dari 90% dibanding era miner.
EIP-1559 menambahkan mekanisme kedua yang berbeda. Setiap transaksi di Ethereum memiliki “base fee” yang langsung dibakar — tidak masuk ke validator maupun siapapun. Semakin ramai jaringan, semakin besar base fee, semakin banyak ETH yang hilang dari sirkulasi secara permanen. Sejak EIP-1559 aktif, total ETH yang sudah dibakar melampaui 4,5 juta ETH — lebih dari 3% dari total pasokan yang pernah ada.
Kapan Deflasioner, Kapan Tidak?
Di sinilah letak kondisionalnya. Saat aktivitas on-chain tinggi — pasar sedang bullish, DeFi ramai, atau ada momen besar seperti peluncuran token — burn rate bisa melampaui issuance dan pasokan ETH menyusut secara net. Inilah kondisi deflasioner yang sesungguhnya.
Saat jaringan sepi — volume transaksi rendah, gas fee murah — burn rate bisa jatuh di bawah 1.700 ETH per hari dan ETH kembali sedikit inflasioner. Fenomena ini semakin nyata seiring makin banyak aktivitas yang berpindah ke jaringan Layer 2 seperti Arbitrum dan Base. Lebih banyak transaksi di L2 berarti lebih sedikit fee yang dibakar di mainnet Ethereum — yang ironisnya bisa membuat ETH kurang deflasioner meski ekosistemnya terus tumbuh.
Komunitas Ethereum menyebut skenario ideal ini dengan narasi “ultra sound money” — issuance bisa negatif secara net, sesuatu yang tidak bisa dilakukan Bitcoin karena tidak ada mekanisme burn, hanya pembatasan pasokan baru lewat halving.
Apa Artinya untuk Investor?
Deflasi pasokan bukan jaminan harga naik. Faktor lain tetap menentukan: sentimen makro, persaingan dari chain lain, serta regulasi global. Yang berubah secara struktural adalah tekanan sisi pasokan — saat permintaan tinggi, pasokan ETH bisa menyusut secara organik, berbeda dari era Proof of Work di mana supply selalu bertambah tanpa henti meski harga turun sekalipun.
Untuk memantau kondisi deflasioner ETH secara real-time, bisa cek situs seperti ultrasound.money yang menampilkan data burn rate vs issuance terkini.
Catatan: WhaleX tidak terdaftar di OJK atau BAPPEBTI. Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi; artikel ini bukan saran investasi personal.
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan saran keuangan atau investasi personal.
WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.
Lihat Jadwal Kelas →Pertanyaan Umum
Apakah Ethereum deflasioner sekarang?
Tidak selalu. ETH deflasioner saat fee burn harian melebihi ~1.700 ETH yang diterbitkan ke validator — biasanya terjadi saat jaringan ramai dan gas fee tinggi.
Kapan Ethereum mulai bisa deflasioner?
Kombinasi EIP-1559 (Agustus 2021) yang membakar base fee dan The Merge (September 2022) yang memangkas issuance ~90% membuat ETH berpotensi deflasioner secara net.