Tanya Jawab

Apakah Ethereum Masih Layak Dibeli di 2025? Analisis Jujur

ETH masih layak dibeli di 2025 untuk investor yang paham risikonya — tapi bukan karena hype, melainkan karena fundamental yang berubah signifikan.

EthereumInvestasi

Ethereum masih layak dibeli di 2025 — bukan karena momentum harga, tapi karena 65% dari seluruh nilai DeFi dan mayoritas stablecoin on-chain masih bermuara di ekosistem Ethereum, dan posisi itu tidak mudah digeser.

Apa yang Berubah dari Ethereum Setelah The Merge

Sejak September 2022, Ethereum beralih dari proof-of-work ke proof-of-stake. Dampaknya ke supply: sebelumnya ETH diterbitkan sekitar 5,4 juta ETH per tahun ke miner. Sekarang emisi turun drastis dan sebagian besar fee dibakar (EIP-1559). Saat network ramai, ETH bisa jadi deflationary — lebih sedikit ETH di suplai total.

Ini fundamentalnya berbeda dari Bitcoin yang punya fixed supply 21 juta. ETH lebih dinamis — suplainya tergantung seberapa ramai network dipakai.

Kompetisi yang Nyata

Jujurnya: Ethereum tidak lagi satu-satunya pilihan. Solana menawarkan transaksi lebih cepat dan lebih murah — volume DEX Solana sudah beberapa kali melewati Ethereum mainnet. Base (L2 dari Coinbase), Arbitrum, dan Optimism mengambil banyak aktivitas trading yang dulu ada di mainnet ETH.

Paradoksnya: L2 ini justru dibangun di atas Ethereum, jadi secara teknis mereka memperkuat Ethereum. Tapi fee yang harusnya dibakar di mainnet sebagian besar sekarang tinggal di L2. Ini yang bikin harga ETH underperform dibanding ekspektasi banyak orang.

Kenapa ETH Tetap Relevan

Jaringan efek yang susah dibangun ulang: Total value locked (TVL) di Ethereum + ekosistemnya masih $50–80 miliar (naik turun). Memindahkan ekosistem sebesar ini ke chain lain bukan keputusan ringan.

Stablecoin dan lembaga keuangan: USDC, USDT, dan sebagian besar stablecoin institusional masih terutama di Ethereum. Kalau ada bank atau lembaga keuangan yang mau pakai blockchain, Ethereum yang paling sering dipilih karena regulasi dan infrastruktur sudah lebih jelas.

ETF dan adopsi institusional: Spot ETH ETF di AS sudah disetujui. Dana institusional yang tidak bisa pegang crypto langsung bisa beli eksposur ETH lewat ETF — ini menambah permintaan tanpa tekanan jual.

Perbandingan Sederhana

AsetKasus TerkuatRisiko Utama
BTCStore of value, digital goldTidak ada utility on-chain
ETHInfrastruktur DeFi, smart contractKompetisi L1 + L2
SOLKecepatan + biaya rendahSentralisasi lebih tinggi

Kesimpulan Praktis

ETH cocok untuk investor yang percaya DeFi dan Web3 akan tumbuh jangka panjang dan mau exposure ke “infrastruktur”-nya, bukan hanya bet pada satu aplikasi. Alokasinya tidak perlu sama dengan BTC — banyak investor pakai porsi 60-70% BTC, 20-30% ETH, sisanya altcoin.

Kalau kamu menunggu harga ETH balik ke all-time high dulu baru beli, kamu mungkin menunggu lebih lama. Tapi kalau kamu DCA sambil pahami fundamentalnya, 2025 masih jendela yang masuk akal.


Ini bukan rekomendasi investasi. Lakukan riset sendiri dan investasi sesuai profil risiko kamu.


💡 Baru mulai di crypto? WhaleX punya kelas gratis untuk investor pemula — dari beli pertama sampai memahami risiko dengan benar. Mulai dari kelas gratis →

Mau Coba Trading Bot Tanpa Ribet Pantau Market?

Kelas gratis WhaleX: dasar-dasar trading bot crypto, dari recurring buy sampai spot grid — cocok untuk pemula.

Ikut Kelas Bot Gratis →

Pertanyaan Umum

Apakah Ethereum masih bagus untuk dibeli di 2025?

ETH masih punya fundamental kuat sebagai infrastruktur DeFi dan smart contract terbesar. Tapi kompetisi dari Solana, Base, dan L2 lainnya membuat dominasi ETH tidak sepasti dulu. Cocok untuk portofolio yang mau eksposur ke pertumbuhan Web3.

Kenapa ETH underperform dibanding BTC dan Solana belakangan ini?

ETH underperform karena beberapa faktor: transisi ke proof-of-stake mengurangi selling pressure tapi juga mengurangi narrative 'digital gold', serta L2 yang sukses justru mengambil aktivitas (dan fee) dari mainnet ETH.