Tanya Jawab

Apakah Liquid Staking Lebih Berisiko dari Staking Biasa?

Ya, liquid staking membawa risiko tambahan dibanding staking biasa — ada smart contract, depeg, dan slashing — tapi bisa dikelola dengan pilihan protokol yang tepat.

StakingLiquid Staking

Ya, liquid staking memang lebih berisiko dibanding staking biasa — tapi selisihnya tidak sebesar yang sering dibayangkan, dan risikonya bisa dikelola.

Apa yang Membuat Liquid Staking Lebih Kompleks

Staking biasa punya satu risiko utama: dana terkunci dan validator bisa kena slashing jika melanggar aturan jaringan. Liquid staking mewarisi risiko yang sama, lalu menambahkan tiga lapisan risiko baru.

Pertama, risiko smart contract. Semua protokol liquid staking — Lido, Rocket Pool, Jito, dan lainnya — berjalan di atas kode smart contract. Jika ada bug atau celah keamanan, dana dalam pool bisa terkuras. Serangan terhadap Kiln di 2025 jadi salah satu contoh nyata bahwa risiko ini bukan sekadar teori.

Kedua, risiko depeg token LST. Saat kamu liquid staking ETH di Lido, kamu menerima stETH sebagai bukti kepemilikan. Nilainya seharusnya setara 1:1 dengan ETH, tapi di pasar sekunder bisa bergeser. Saat event slashing besar atau panic sell, stETH pernah diperdagangkan di bawah harga ETH.

Ketiga, risiko slashing kolektif. Karena satu protokol liquid staking mengelola ribuan validator sekaligus (Lido mengelola lebih dari $32 miliar TVL), jika ada banyak validator mereka yang kena slashing dalam waktu bersamaan, kerugian tersebut terdistribusi ke semua pemegang LST. Data historis menunjukkan slashing event parah bisa memotong yield tahunan sebesar 5–15%.

Perbandingan Risiko

FaktorStaking BiasaLiquid Staking
SlashingAdaAda + bisa kolektif
Dana terkunciYaTidak (bisa dijual/gunakan LST)
Smart contractTidakAda
DepegTidakAda
LikuiditasRendahTinggi

Staking biasa lebih sederhana secara risiko, tapi dana kamu tidak bisa dipakai untuk hal lain selama periode lock-up.

Bagaimana Protokol Mengelola Risiko Ini

Protokol besar seperti Rocket Pool mendistribusikan staking ke lebih dari 2.700 node operator independen. Diversifikasi ini membuat satu kegagalan validator tidak berdampak besar ke keseluruhan pool. Beberapa protokol juga menyediakan dana asuransi untuk menutup kerugian dari slashing.

Angka aktual cukup meyakinkan: dari lebih dari 1,2 juta validator aktif di Ethereum, kurang dari 500 pernah kena slashing. Tapi ekor risiko tetap ada — terutama jika protokol punya konsentrasi validator yang tinggi.

Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih

Sebelum masuk ke liquid staking, pertimbangkan:

  • Seberapa besar protokol itu (TVL tinggi belum tentu berarti lebih aman, tapi biasanya punya audit lebih lengkap)
  • Apakah kode smart contract-nya sudah diaudit oleh pihak ketiga yang kredibel
  • Tingkat desentralisasi node operator-nya
  • Ada tidaknya mekanisme perlindungan dari slashing

Untuk memahami lebih jauh tentang cara kerja dasarnya, baca bagaimana cara kerja staking dan apa itu restaking dan risikonya. Kamu juga bisa melihat perbandingan protokol di halaman kamus liquid staking.

Jika kamu sudah mendapat reward dari liquid staking, perlu diketahui bahwa reward tersebut tergolong penghasilan dan bisa dikenai PPh umum sesuai PMK 68/2022 — bukan tarif PPh Final 0,1% yang berlaku untuk transaksi jual beli di exchange terdaftar.


Artikel ini bersifat edukatif dan bukan saran keuangan atau investasi personal.

Belajar DeFi Langsung — Bukan Hanya Teori

WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.

Lihat Jadwal Kelas →

Pertanyaan Umum

Apakah liquid staking lebih berisiko dari staking biasa?

Ya. Liquid staking mewarisi semua risiko staking biasa plus tiga risiko tambahan: bug smart contract, depeg token LST, dan slashing kolektif. Tapi mayoritas slashing hanya memotong yield 5–15%, bukan dana pokok.

Berapa persen dana yang bisa hilang jika terjadi slashing di liquid staking?

Untuk event slashing normal, potongan umumnya kecil dan hanya mengurangi yield. Dalam skenario terburuk (33,4% validator bermasalah serentak), kerugian bisa mencapai 100% dari 32 ETH per validator — tapi ini belum pernah terjadi dalam skala besar.