Apakah Perlu Punya Token Native di Setiap Blockchain?
Ya, kamu butuh token native di setiap blockchain yang kamu pakai — tanpanya, tidak ada transaksi yang bisa jalan, termasuk swap atau klaim airdrop.
Ya, kamu wajib punya token native di setiap blockchain yang ingin kamu gunakan — tidak ada pengecualian. Di Ethereum kamu butuh ETH, di BNB Chain butuh BNB, di Solana butuh SOL, di Polygon butuh POL (sebelumnya MATIC). Tanpa token native, setiap transaksi — swap, transfer token, hingga klaim airdrop — akan gagal di langkah pertama.
Mengapa harus token native, bukan token lain?
Token native adalah “bahan bakar” resmi jaringan tersebut. Validator atau miner yang memproses transaksimu dibayar dalam token native itu, bukan USDT atau token ERC-20 lain. Ini bagian dari desain protokol, bukan kebijakan platform. Bahkan saat kamu kirim USDT di Ethereum, kamu tetap bayar gas fee pakai ETH — bukan USDT.
Nominalnya bisa sangat bervariasi antar jaringan. Di Ethereum mainnet, satu transaksi sederhana bisa menelan $2–$20 tergantung kepadatan jaringan. Di chain Layer 2 seperti Arbitrum atau Base, biaya yang sama hanya sekitar $0,01–$0,10. Di Solana, rata-rata satu transaksi hanya $0,00025.
Berapa yang perlu disiapkan?
Tidak perlu banyak — tujuannya hanya membayar gas, bukan hold jangka panjang. Panduan kasar per chain:
- Ethereum mainnet: 0,01–0,05 ETH cukup untuk beberapa transaksi aktif
- BNB Chain: 0,01–0,05 BNB, setara $5–$25 di kisaran harga saat ini
- Solana: 0,1–0,5 SOL lebih dari cukup untuk ratusan transaksi
- Polygon, Arbitrum, Base, Optimism: $1–$3 ekuivalen sudah bertahan berbulan-bulan untuk pengguna kasual
Jika aktif di banyak chain, siapkan cadangan gas kecil di masing-masing chain sebelum mulai beraktivitas. Banyak pengguna baru terjebak: sudah punya token di chain tujuan, tapi tidak punya token native untuk memindahkannya — sehingga aset tersebut “terkunci” tanpa jalan keluar.
Cara mendapatkan token native di chain baru
Opsi paling umum adalah pakai cross-chain bridge untuk memindahkan nilai dari chain yang sudah kamu miliki ke chain baru. Beberapa bridge seperti Stargate mendukung fitur “gas on destination” — kamu bisa mendapat sedikit token native tujuan langsung dari proses bridge. Opsi lain adalah beli di CEX lalu tarik ke wallet di chain yang dimaksud.
Menyimpan token native berarti kamu terekspos pada fluktuasi harga aset tersebut. SOL yang disisihkan sebagai gas bisa naik atau turun nilainya. Ini bukan masalah jika jumlahnya kecil, tapi layak diperhitungkan jika kamu aktif di banyak chain sekaligus. Pertimbangkan toleransi risiko kamu sendiri — ini bukan saran keuangan atau investasi personal.
Untuk memahami lebih jauh cara biaya transaksi dihitung di jaringan populer, baca cara kerja gas fee di Ethereum.
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan saran keuangan atau investasi personal. WhaleX tidak terdaftar di OJK maupun BAPPEBTI.
WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.
Lihat Jadwal Kelas →Pertanyaan Umum
Kenapa harus punya token native di setiap chain?
Token native seperti ETH, BNB, atau SOL dipakai untuk membayar gas fee setiap transaksi. Tanpa token ini, tidak ada aktivitas yang bisa dieksekusi di chain tersebut.
Berapa banyak token native yang perlu disimpan untuk gas?
Tergantung chain. Ethereum mainnet butuh 0,01–0,05 ETH, sedangkan chain murah seperti Polygon atau BSC biasanya cukup $1–2 ekuivalen untuk aktivitas kasual.