Tanya Jawab

Apakah StarkNet Aman untuk DeFi?

StarkNet menggunakan STARK proof yang diverifikasi Ethereum, sehingga transaksi palsu mustahil lolos. Tapi risiko operasional dan DeFi di atasnya tetap nyata.

Layer 2ZK Rollup

StarkNet termasuk Layer 2 dengan fondasi keamanan paling kokoh di ekosistem Ethereum — setiap transaksi yang diproses dibuktikan lewat STARK proof dan diverifikasi langsung oleh jaringan Ethereum sebelum dianggap final. Per Juni 2026, total nilai yang dikunci (TVL) di StarkNet sekitar $190 juta, dan sejak peluncuran belum pernah ada exploit di lapisan ZK-proof-nya.

Cara STARK proof melindungi dana kamu

Berbeda dengan Optimistic Rollup seperti Arbitrum atau Optimism yang mengandalkan periode tantangan 7 hari, StarkNet memvalidasi setiap transaksi secara matematis lewat STARK proof sebelum diterima Ethereum. Tidak ada transaksi palsu yang bisa lolos — secara kriptografi mustahil dipalsukan tanpa membobol matematika yang mendasarinya.

STARK adalah singkatan dari Scalable, Transparent ARgument of Knowledge. Berbeda dengan SNARK yang dipakai zkSync, STARK tidak membutuhkan trusted setup — tidak ada pihak ketiga yang memegang “kunci rahasia” saat setup awal. Ini berarti satu titik kelemahan operasional yang lebih sedikit.

StarkWare juga mengembangkan prover generasi baru bernama S-two yang sudah aktif di mainnet sejak November 2025, dengan efisiensi 100x lebih tinggi dibanding prover sebelumnya (Stone).

Kontrak di StarkNet ditulis dalam bahasa Cairo — bukan Solidity. OpenZeppelin telah merilis Cairo Contracts yang diaudit ketat, dan per Agustus 2025 kontrak-kontrak tersebut menggerakkan 55% dari total TVL StarkNet — tanpa insiden keamanan sejauh ini.

Insiden yang perlu kamu ketahui

September 2025 — Setelah upgrade ke versi 0.14.0 (Grinta), StarkNet mengalami gangguan produksi blok yang membutuhkan dua kali reorganisasi rantai (chain reorg) untuk dipulihkan. Penyebabnya adalah kegagalan di Ethereum RPC provider, bukan eksploitasi oleh pihak jahat. Yang penting: STARK proof justru berfungsi sebagai penjaga — mencegah inkonsistensi data menyebar. Dana pengguna tidak hilang sepeser pun.

Ini membedakan StarkNet dari banyak bridge atau protokol DeFi yang pernah kehilangan ratusan juta dolar: kegagalan teknis bisa terjadi, tapi arsitektur proof-nya bertindak sebagai lapisan terakhir perlindungan.

Risiko nyata yang tetap harus dipahami

Sequencer masih semi-terpusat — Upgrade Grinta memperkenalkan tiga sequencer yang berputar, tapi ketiganya masih dijalankan StarkWare. Desentralisasi penuh dijadwalkan selesai pada 2026. Ini berarti secara teoritis masih ada risiko sensor transaksi atau downtime akibat satu entitas.

Risiko smart contract DeFi di atasnya — StarkNet hanyalah infrastruktur. Protokol DeFi yang berjalan di atasnya — seperti Ekuilibrium, Haiko, atau ZKEX — masing-masing punya kode dan risiko sendiri. Selalu periksa apakah protokol yang kamu gunakan sudah diaudit sebelum menyetor dana.

Bahasa Cairo yang relatif baru — Ekosistem auditor untuk Cairo belum sebesar Solidity. Celah yang belum ditemukan di kontrak DeFi berbasis Cairo lebih mungkin ada dibanding di platform yang sudah berjalan lebih lama.

Konteks dibanding instrumen lain

StarkNet sebagai infrastruktur Layer 2 bukan produk investasi — ia tidak menghasilkan yield sendiri. Yield yang kamu lihat berasal dari protokol DeFi di atasnya, dengan profil risiko yang sangat berbeda dari deposito BCA/BRI (4–5% per tahun, dijamin LPS sampai Rp2 miliar), ORI (sekitar 6–7%), atau reksa dana pasar uang (5–6%).

⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal. Yield DeFi tidak dijamin dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Kesimpulan

StarkNet adalah Layer 2 dengan keamanan protokol di atas rata-rata. STARK proof memberikan jaminan matematis yang lebih ketat dibanding Optimistic Rollup, dan insiden September 2025 justru membuktikan bahwa lapisan proof-nya bekerja sebagai pengaman terakhir. Namun “aman secara protokol” bukan berarti bebas risiko — risiko DeFi di atasnya, risiko sequencer semi-terpusat, dan risiko ekosistem Cairo yang masih berkembang tetap perlu diperhitungkan.

Untuk memahami lebih dalam cara kerja teknologinya, baca ZK Rollup dan StarkNet. Jika kamu ingin membandingkan dengan Layer 2 ZK lain, lihat Apakah zkSync Era Aman?.


Artikel ini bersifat edukatif dan bukan saran keuangan atau investasi personal.

Belajar DeFi Langsung — Bukan Hanya Teori

WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.

Lihat Jadwal Kelas →

Pertanyaan Umum

Apakah StarkNet aman untuk menyimpan dan bertransaksi DeFi?

StarkNet secara protokol tergolong aman — setiap batch transaksi dibuktikan lewat STARK proof yang diverifikasi Ethereum. Per Juni 2026, TVL jaringan sekitar $190 juta dan belum pernah ada exploit di layer ZK-proof-nya.

Apakah StarkNet pernah mengalami gangguan atau insiden keamanan?

Ya. September 2025, StarkNet sempat berhenti memproduksi blok selama beberapa waktu setelah upgrade Grinta versi 0.14.0 akibat kegagalan Ethereum RPC provider. Dana pengguna tidak hilang — STARK proof justru berfungsi sebagai pengaman yang mencegah inkonsistensi data.