Berapa Persen Profit Crypto yang Harus Di-withdraw?
Tidak ada angka sakral, tapi banyak trader pakai patokan 20-50% profit ditarik secara berkala. Temukan strategi yang sesuai kondisimu.
Tidak ada angka yang berlaku untuk semua orang, tapi patokan yang banyak dipakai trader adalah menarik 20–50% dari profit secara berkala — sisanya tetap di pasar untuk potensi pertumbuhan lebih lanjut.
Kenapa Tidak Ada Angka “Benar”?
Keputusan withdraw bergantung pada tiga hal: tujuan finansialmu, toleransi risiko, dan kondisi pasar saat ini. Seorang trader jangka pendek yang butuh likuiditas cepat akan menarik lebih besar dibanding holder jangka panjang yang masih optimis dengan siklus bull.
Yang lebih penting dari persentasenya adalah punya aturan withdraw yang konsisten sebelum emosi ikut campur.
Tiga Pendekatan yang Umum Dipakai
1. Berbasis persentase gain Tetapkan target, misalnya: setiap koin naik 30%, tarik 25% dari posisi. Ini membiarkan sebagian profit “bekerja” sekaligus mengamankan sebagian ke fiat atau stablecoin.
2. Berbasis waktu Withdraw setiap bulan atau setiap kuartal, terlepas dari kondisi harga. Cocok untuk yang tidak mau terus memantau chart.
3. Berbasis kebutuhan nyata Tarik hanya saat ada kebutuhan — biaya hidup, darurat, atau tujuan keuangan spesifik. Strategi ini minimalis tapi butuh disiplin agar tidak over-hold saat pasar berbalik.
Jangan Lupa Pajak
Di Indonesia, setiap transaksi di exchange terdaftar BAPPEBTI dikenai PPh Final 0,1% dari nilai transaksi (bukan dari profit), berdasarkan PMK 68/2022. Artinya bahkan saat rugi pun kamu tetap bayar pajak transaksi.
Kalau kamu dapat reward dari staking atau airdrop, itu dikategorikan sebagai penghasilan dan dikenai tarif PPh umum sesuai lapisan penghasilan kena pajakmu — bukan tarif 0,1%. Ini sering luput dari perhitungan banyak orang.
Simpan catatan setiap transaksi: tanggal, aset, harga beli, harga jual, dan besaran yang di-withdraw. Laporan pajak akan jauh lebih mudah.
Tips Praktis
- Jangan tunggu “puncak” untuk withdraw — tidak ada yang tahu di mana puncaknya
- Gunakan stablecoin (USDT/USDC) sebagai “transit” sebelum tarik ke rupiah jika kamu ingin tetap di ekosistem crypto
- Pisahkan rekening bank untuk dana crypto agar arus kas lebih mudah dilacak
Untuk memahami lebih lanjut tentang cara mengelola posisi, kamu bisa baca apa itu take profit dan stop loss dan strategi dasar manajemen risiko dalam trading crypto.
Disclaimer: Tidak ada strategi withdraw yang menjamin keuntungan. Kondisi pasar bisa berubah cepat dan semua keputusan finansial sebaiknya disesuaikan dengan situasi pribadi masing-masing.
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan saran keuangan atau investasi personal.
WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.
Lihat Jadwal Kelas →Pertanyaan Umum
Berapa persen profit crypto yang sebaiknya di-withdraw?
Tidak ada aturan baku, tapi patokan umum adalah menarik 20-50% profit saat posisi sudah naik signifikan, lalu sisanya dibiarkan berkembang atau di-reinvest.
Kapan waktu terbaik untuk withdraw profit crypto?
Saat profit sudah mencapai target yang kamu tetapkan sejak awal — bisa per bulan, per persentase gain, atau setelah event besar seperti halving.