Perbandingan

GMX vs dYdX: Perbandingan Perpetual DEX Terbaik untuk Trader Indonesia

GMX vs dYdX: fee, leverage, likuiditas, dan keamanan perpetual DEX dibandingkan. Data 2025 untuk trader crypto aktif.

Perpetual DEXDeFi Trading

Perpetual futures di DeFi sudah berkembang jauh dari sekadar “DEX versi CEX yang lambat.” GMX dan dYdX adalah dua protokol yang paling sering dibandingkan — keduanya punya volume miliaran dolar per bulan, tapi filosofi arsitekturnya berbeda 180 derajat.

KriteriaGMX (Arbitrum/Avalanche)dYdX (Cosmos chain)
ArsitekturAMM/Oracle-basedOrder book (CLOB)
Leverage maksimal100x20–25x
Fee trading0.05–0.1% per trade0.02–0.05% (maker/taker)
Slippage besarRendah (oracle pricing)Tergantung depth order book
Token utilitasGMX (governance + fee share)DYDX (staking + governance)
Fee sharing ke holder~30% fee ke GMX stakerStaking rewards
Aset yang tersediaBTC, ETH, LINK, UNI, dll37+ pair
JaringanArbitrum, AvalanchedYdX Chain (Cosmos)
Volume harian (2025)$200–500 juta$150–400 juta

Arsitektur: AMM Oracle vs Order Book

Ini perbedaan terpenting yang menentukan pengalaman trading.

GMX pakai model unik: harga diambil dari oracle (Chainlink + agregat CEX), bukan dari likuiditas pool itu sendiri. Hasilnya? Nyaris zero slippage bahkan untuk order besar $1 juta+. Tapi ada trade-off — GMX hanya tersedia di Arbitrum dan Avalanche, dan pilihan pair lebih terbatas.

dYdX pakai order book seperti CEX. Ini berarti kamu bisa set limit order, stop-limit, dan strategi yang lebih kompleks. Slippage tergantung depth order book — untuk BTC/ETH aman, tapi untuk altcoin dengan likuiditas tipis bisa terasa.

Fee: Siapa Lebih Murah?

Untuk trader aktif, fee itu kumulatif dan penting.

GMX mengenakan 0.1% untuk membuka dan menutup posisi — jadi round trip 0.2%. Untuk posisi $10.000 dengan leverage 10x, kamu bayar fee $20 untuk open + $20 untuk close = $40.

dYdX lebih murah dengan model maker-taker: 0.02% maker / 0.05% taker. Round trip taker ~0.1%, setengah dari GMX. Untuk trader volume tinggi (>$1 juta per 30 hari), dYdX beri diskon fee signifikan.

Tapi GMX punya oracle pricing yang menghilangkan slippage — kadang selisih slippage lebih besar dari selisih fee.

Token: GMX vs DYDX

GMX token punya model yang menarik untuk holder jangka panjang. Stake GMX dan dapat 30% dari semua fee trading platform dalam bentuk ETH/AVAX. Platform yang menghasilkan $1 juta fee per hari berarti $300.000 dibagi ke staker. Plus esGMX (escrowed GMX) sebagai reward tambahan.

DYDX token lebih fokus ke governance di dYdX Chain. Staker dapat fee dari protokol, tapi mekanismenya berbeda karena dYdX sekarang berjalan di chain Cosmos sendiri. Ada implikasi pajak dan teknis yang perlu dipahami kalau mau bridging dari Ethereum ke dYdX Chain.

Risiko yang Perlu Dipahami

GMX GLP: Kalau kamu menjadi liquidity provider di GMX dengan deposit ke GLP pool, kamu adalah counterparty dari semua trader. Bulan di mana trader banyak profit = LP rugi. Data historis menunjukkan GLP biasanya profitable, tapi ada periode merugi.

dYdX centralization risk: dYdX Chain adalah chain Cosmos tersendiri. Ini memberi fleksibilitas tapi juga artinya kamu bergantung pada validator dYdX Chain — tidak se-desentralisasi Arbitrum yang berbasis Ethereum.

Verdict: Pilih Mana?

Pilih GMX kalau: kamu trader spot besar yang benci slippage, mau execute order $100.000+ tanpa geser harga, atau tertarik sebagai LP yang mau dapat fee share dalam ETH.

Pilih dYdX kalau: kamu trader aktif yang butuh limit order dan stop-loss otomatis, trading pair lebih banyak, atau mau fee lebih rendah untuk volume besar.

Untuk LP: dYdX lebih aman karena tidak langsung menanggung counterparty risk trader. GMX GLP bisa lebih menguntungkan tapi lebih volatil returnnya.

Untuk trader Indonesia yang baru masuk perpetual DEX, GMX di Arbitrum lebih mudah dipelajari karena antarmukanya sederhana dan tidak perlu pindah ke chain baru. Setelah nyaman, eksplorasi dYdX untuk strategi yang lebih kompleks.

⚠️ Disclaimer: Trading perpetual futures dengan leverage mengandung risiko kehilangan lebih dari modal awal. Artikel ini bukan nasihat finansial. Gunakan risiko manajemen yang ketat.


💡 Mau praktik langsung, bukan hanya teori? Di kelas WhaleX, Anda belajar hands-on — setup wallet, yield strategy, dan navigasi protokol DeFi nyata. Coba kelas Web3 gratis →

Mau Masuk Web3 Tanpa Rekening Bank?

Elite Vault WhaleX: join membership via USDC di Base Network — akses penuh tanpa proses bank tradisional.

Lihat Elite Vault →

Pertanyaan Umum

Berapa maksimal leverage di GMX vs dYdX?

GMX menawarkan leverage hingga 100x untuk BTC dan ETH. dYdX juga menawarkan hingga 20x untuk sebagian besar pair, dengan beberapa pair bisa sampai 25x. GMX lebih agresif soal leverage maksimal.

Mana yang lebih aman untuk liquidity provider, GMX atau dYdX?

GMX menggunakan model GLP pool di mana LP menanggung sisi berlawanan dari trader. Kalau trader profit besar, LP rugi. dYdX menggunakan order book sehingga LP tidak langsung menanggung counterparty risk. Model dYdX lebih aman untuk LP.