Uniswap V2 vs V3: Mana yang Lebih Cocok untuk LP Pemula?
Perbandingan Uniswap V2 vs V3 untuk liquidity provider. Concentrated liquidity, impermanent loss, fee tiers, dan mana yang lebih mudah dikelola pemula.
Uniswap adalah DEX terbesar di Ethereum, dan ada dua versi yang masih aktif dipakai: V2 dan V3. Banyak pemula masuk DeFi langsung ke V3 karena kelihatan lebih canggih, tapi seringkali malah rugi lebih banyak karena tidak paham cara kerjanya. Ini perbandingan jujur antara keduanya.
| Kriteria | Uniswap V2 | Uniswap V3 |
|---|---|---|
| Model likuiditas | Full range (0 hingga tak terhingga) | Concentrated (range custom) |
| Efisiensi modal | Rendah | Tinggi (hingga 4.000x lebih efisien) |
| Potensi fee dari modal sama | Normal | Jauh lebih tinggi (kalau in-range) |
| Risiko impermanent loss | Ada, tapi terbatas | Lebih tinggi kalau out-of-range |
| Kompleksitas manajemen | Rendah — set dan lupakan | Tinggi — perlu rebalancing |
| NFT posisi | Tidak | Ya (setiap posisi = NFT unik) |
| Cocok untuk pair apa | Semua pair, termasuk volatile | Pair stabil atau yang dipantau aktif |
| Tersedia di chain | Ethereum, banyak L2 | Ethereum, banyak L2 |
Cara Kerja V2: Sederhana tapi Tidak Efisien
Di Uniswap V2, likuiditasmu tersebar merata di seluruh range harga — dari $0 hingga tak terbatas. Artinya kalau kamu deposit $10.000 di pair ETH/USDC, sebagian besar likuiditasmu “tidur” di range harga yang tidak pernah dicapai pasar.
Keunggulannya: sekali deposit, tidak perlu disentuh lagi. Harga bisa bergerak ke mana saja, posisimu tetap aktif. Untuk orang yang tidak mau repot monitoring DeFi setiap hari, V2 lebih cocok.
Cara Kerja V3: Powerful tapi Butuh Perhatian
V3 memperkenalkan “concentrated liquidity” — kamu bisa pilih range harga spesifik di mana likuiditasmu aktif. Misalnya, deposit $10.000 di pair ETH/USDC dengan range $2.800–$3.500. Semua $10.000-mu hanya aktif di range itu, tapi karena terkonsentrasi, kamu dapat fee yang jauh lebih besar per dolar dibanding LP V2 yang tersebar luas.
Masalahnya: kalau ETH naik ke $3.600 atau turun ke $2.700, posisimu keluar dari range. Saat itu, kamu tidak dapat fee sama sekali dan semua asetmu berubah jadi 100% ETH (kalau harga naik melebihi range atas) atau 100% USDC (kalau harga turun di bawah range bawah). Ini adalah impermanent loss yang sudah terealisasi.
Contoh Nyata: Perbandingan Angka
Misalnya kamu deposit $10.000 di pair ETH/USDC ketika ETH di $3.000:
V2:
- Modal aktif di range harga $3.000 ±10%: sekitar 5% dari total ($500)
- Fee harian dari $500 likuiditas aktif: ~$1–2
- Tidak perlu monitoring
V3 (range $2.700–$3.300):
- Seluruh $10.000 aktif di range itu
- Fee harian: ~$20–40 kalau volume tinggi
- Tapi: kalau ETH turun ke $2.500, semua jadi USDC dan fee berhenti
V3 bisa 10–20x lebih menghasilkan, tapi hanya kalau harga tetap dalam range.
Impermanent Loss di V3 Lebih Perlu Diperhatikan
Di V2, impermanent loss terjadi tapi tidak pernah mencapai 100% (selama kedua aset masih punya nilai). Di V3, kalau harga bergerak jauh dari range-mu, kamu bisa kehilangan lebih banyak karena seluruh modal terkonsentrasi.
Misalnya: ETH di $3.000, kamu set range $2.900–$3.100 (sangat ketat untuk dapat fee maksimal). Kalau ETH turun ke $2.800, semua posisimu sudah berubah jadi USDC dan kamu kehilangan potensi kenaikan ETH sepenuhnya.
Strategi Praktis untuk Pemula
Kalau baru pertama coba jadi LP DeFi:
-
Mulai di pair stablecoin-stablecoin seperti USDC/USDT di V3 dengan fee 0,01%. Harganya nyaris tidak bergerak, range tidak pernah keluar, dan kamu bisa rasakan mekanisme fee tanpa risiko besar.
-
Coba V2 dulu untuk pair volatile seperti ETH/USDC sebelum masuk V3. Keuntungannya lebih kecil, tapi kamu tidak perlu monitor setiap hari.
-
Kalau masuk V3 pair volatile, set range yang lebar (±30–50% dari harga saat ini) untuk mengurangi risiko keluar range — meski efisiensinya tidak semaksimal range ketat.
Verdict: Pilih Mana?
Pilih V2 jika:
- Kamu pemula yang belum mau aktif monitor posisi LP
- Mau deposit dan “lupakan” tanpa khawatir keluar range
- Pair yang kamu pilih sangat volatile dan susah diprediksi
Pilih V3 jika:
- Kamu aktif dan mau optimize yield
- Pair yang dipilih adalah stablecoin atau aset dengan volatilitas rendah
- Paham risiko impermanent loss dan siap rebalancing kalau harga bergerak jauh
Untuk investor Indonesia yang baru masuk DeFi, rekomendasi praktis: mulai dengan V3 di pair USDC/USDT dulu untuk belajar mekanismenya tanpa risiko impermanent loss. Setelah itu baru eksplorasi pair ETH/USDC di V2 sebelum coba V3 dengan range custom.
⚠️ Disclaimer: Artikel ini bukan saran investasi. Menjadi LP di DEX mengandung risiko impermanent loss dan risiko smart contract. Pahami mekanismenya sebelum deposit dana.
💡 Mau praktik langsung, bukan hanya teori? Di kelas WhaleX, Anda belajar hands-on — setup wallet, yield strategy, dan navigasi protokol DeFi nyata. Coba kelas Web3 gratis →
Elite Vault WhaleX: join membership via USDC di Base Network — akses penuh tanpa proses bank tradisional.
Lihat Elite Vault →Pertanyaan Umum
Apakah Uniswap V3 selalu lebih menguntungkan dari V2 untuk LP?
Tidak selalu. V3 bisa menghasilkan fee lebih besar kalau harga tetap dalam range yang kamu set, tapi kalau harga keluar dari range, posisimu berhenti menghasilkan fee dan semua berubah jadi aset yang lebih murah (impermanent loss maksimal). V2 lebih sederhana dan tidak butuh monitoring aktif.
Berapa fee yang didapat LP di Uniswap V3?
Uniswap V3 punya 4 tier fee: 0,01% (stablecoin-stablecoin), 0,05% (pair likuid seperti ETH/USDC), 0,3% (mayoritas pair), dan 1% (pair volatile). Fee dibagi proporsional sesuai kontribusi likuiditas dalam range aktif.