Analisis

5 Protokol RWA (Real World Assets) yang Layak Dipelajari

5 protokol RWA — Ondo Finance, MakerDAO/Sky, Maple Finance, Centrifuge, Backed Finance — diurutkan dari skala TVL, jenis aset, dan struktur legal.

RWAtokenisasiDeFireal world assets

RWA (Real World Assets) adalah aset dunia nyata — obligasi pemerintah, kredit institusional, properti — yang direpresentasikan sebagai token di blockchain, dan sektor ini sudah mengelola miliaran dolar nilai aset tertokenisasi berdasarkan data publik terakhir. Artikel ini mengurutkan 5 protokol berdasarkan tiga kriteria: skala aset yang dikelola, jenis aset dasar (obligasi pemerintah vs kredit institusional vs aset lain), dan struktur legal/kepatuhan yang menentukan seberapa jelas klaim kepemilikan token terhadap aset di baliknya.

Ringkasan

ProtokolJenis aset utamaSkalaStruktur akses
Ondo FinanceObligasi pemerintah AS tokenizedBesarTerbuka, sebagian produk KYC
MakerDAO/SkyObligasi pemerintah AS + kredit sebagai agunan DAI/USDSSangat besarTerbuka (produk konsumen), whitelist untuk vault institusional
Maple FinanceKredit institusional/undercollateralizedMenengahKYC untuk peminjam & sebagian lender pool
CentrifugeAset kredit riil (invoice, real estate, dll)MenengahTerbuka untuk sebagian pool, KYC untuk lainnya
Backed FinanceSaham/obligasi tokenized (xStocks/bonds)Kecil-menengahTergantung yurisdiksi investor

1. Ondo Finance

Ondo Finance menerbitkan token yang mewakili obligasi pemerintah AS jangka pendek (misalnya melalui produk seperti OUSG), memberi eksposur ke instrumen “risk-free rate” tradisional lewat wrapper on-chain. Produk ini populer sebagai kolateral di protokol DeFi lain yang ingin yield lebih stabil dibanding aset kripto volatil.

Risiko: Meski underlying-nya obligasi pemerintah yang secara tradisional dianggap aman, tetap ada lapisan risiko kustodian dan structuring legal — token hanya bernilai sepadan dengan seberapa kuat jaminan hukum bahwa kustodian benar-benar memegang aset dasar sesuai klaim.

Baca juga: Review Ondo Finance.

2. MakerDAO / Sky Protocol

MakerDAO (kini bertransisi ke brand Sky) memakai obligasi pemerintah AS dan aset kredit institusional sebagai bagian agunan yang menopang stablecoin DAI/USDS — salah satu contoh RWA paling matang karena sudah dipakai bertahun-tahun sebagai bagian model bisnis inti protokol, bukan produk sampingan.

Risiko: Ketergantungan pada RWA berarti stabilitas DAI/USDS sekarang sebagian terikat pada sistem keuangan tradisional dan kepatuhan regulasi — ini trade-off dari tujuan awal DAI sebagai stablecoin “murni terdesentralisasi” tanpa aset off-chain.

Baca juga: Review MakerDAO dan DAI, Review Real World Assets DeFi.

3. Maple Finance

Maple Finance memfasilitasi pinjaman institusional on-chain — peminjam (biasanya institusi trading atau firma kredit) mengajukan pinjaman lewat pool yang didanai lender, dengan proses underwriting dan KYC di luar rantai (off-chain) tapi penyelesaian dan pelacakan di on-chain.

Risiko: Model undercollateralized lending (pinjaman tanpa agunan penuh) membawa risiko kredit riil — kalau peminjam gagal bayar, lender bisa kehilangan sebagian atau seluruh dana, seperti risiko kredit di keuangan tradisional. Maple pernah menghadapi kasus gagal bayar peminjam di masa lalu yang jadi pelajaran penting soal risiko sektor ini.

4. Centrifuge

Centrifuge menokenisasi aset kredit riil seperti invoice, real estate, dan aset pendapatan tetap lain, dengan struktur pool yang memungkinkan investor DeFi mendanai kredit dunia nyata secara on-chain.

Risiko: Penilaian kualitas aset dasar (misalnya seberapa layak sebuah invoice ditagih) bergantung pada proses due diligence originator aset — ini bukan hal yang bisa diverifikasi otomatis lewat smart contract, jadi tetap butuh kepercayaan terhadap pihak yang menyusun pool.

Baca juga: Analisis RWA Tokenisasi 2026.

5. Backed Finance

Backed Finance menerbitkan token yang melacak harga saham dan obligasi tradisional (dikenal sebagai xStocks/bonds), memungkinkan eksposur ke instrumen pasar modal tradisional lewat token on-chain yang bisa diperdagangkan 24/7.

Risiko: Akses dan legalitas produk ini sangat bergantung pada yurisdiksi investor — tidak semua negara mengizinkan akses ke produk semacam ini, dan struktur kepemilikan token terhadap saham riil di baliknya perlu dipahami detail sebelum dianggap setara memiliki saham langsung.

Risiko Umum Sektor RWA

Terlepas dari protokol spesifik, semua RWA membawa jenis risiko yang berbeda dari DeFi murni:

  • Counterparty risk — nilai token bergantung pada entitas off-chain yang menjamin aset dasar benar-benar ada
  • Risiko regulasi — RWA menyentuh langsung instrumen keuangan tradisional yang diawasi ketat, aturan bisa berubah dan memengaruhi akses
  • Transparansi terbatas — verifikasi on-chain penuh terhadap aset off-chain masih sulit dilakukan tanpa mempercayai laporan pihak ketiga

Kesimpulan

RWA menjembatani DeFi dengan sistem keuangan tradisional, dengan Ondo dan MakerDAO/Sky menjadi contoh skala terbesar untuk obligasi pemerintah, sementara Maple dan Centrifuge menyasar kredit institusional yang risikonya lebih dekat dengan risiko kredit tradisional. Sektor ini menarik karena menawarkan yield yang lebih bisa dijelaskan sumbernya dibanding yield DeFi murni, tapi tetap membawa lapisan risiko baru: kepercayaan terhadap pihak ketiga off-chain yang tidak sepenuhnya bisa diverifikasi lewat blockchain saja.

Baca juga: Kamus RWA (Real World Assets), Apa Itu Tokenisasi RWA.


⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal. Produk RWA melibatkan risiko counterparty dan regulasi yang berbeda dari aset kripto murni — teliti struktur legal dan kustodian sebelum menaruh dana.

Mau Masuk Web3 Tanpa Rekening Bank?

Elite Vault WhaleX: join membership via USDC di Base Network — akses penuh tanpa proses bank tradisional.

Lihat Elite Vault →

Pertanyaan Umum

Protokol RWA apa yang paling besar skalanya?

Berdasarkan data publik terakhir, MakerDAO/Sky dan Ondo Finance termasuk yang mengelola nilai aset RWA tertokenisasi terbesar, sebagian besar berupa obligasi pemerintah AS jangka pendek yang ditokenisasi untuk dipakai sebagai agunan atau produk yield on-chain.

Apa risiko utama protokol RWA?

Risiko terbesar adalah counterparty risk — nilai token RWA bergantung pada entitas off-chain (kustodian, penerbit obligasi, structuring legal) yang menjamin aset dunia nyata di baliknya benar-benar ada dan bisa dicairkan. Ini beda dari risiko smart contract DeFi murni, dan butuh kepercayaan terhadap pihak ketiga yang tidak sepenuhnya bisa diverifikasi on-chain.