Analisis

Review Reku (dulu Pluang): Investasi Crypto dari App Multi-Aset

Review Reku (rebranding Pluang) — app investasi crypto, saham AS, emas, dan reksa dana dalam satu aplikasi. Fee, keamanan, dan status Bappebti.

RekuPluangexchange lokalmulti-aset

Reku adalah platform investasi multi-aset asal Indonesia — hasil rebranding dari Pluang pada 2023 — yang menawarkan crypto, saham AS fraksional, emas digital, dan reksa dana dalam satu aplikasi.

Apa Itu Reku?

Reku bukan exchange crypto murni. Sejak awal berdiri sebagai Pluang, positioning platform ini adalah “super-app investasi” — satu aplikasi untuk beberapa kelas aset sekaligus:

  • Crypto — puluhan token populer (BTC, ETH, SOL, dan altcoin lain)
  • Saham AS — fraksional (bisa beli sebagian lembar saham Apple, Tesla, dll.)
  • Emas digital — investasi emas dengan nominal kecil
  • Reksa dana — produk pasar uang dan campuran

Untuk crypto secara spesifik, Reku beroperasi sebagai pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti (kini di bawah payung pengawasan OJK setelah transisi kewenangan crypto). Ini membedakan Reku dari exchange asing yang tidak punya izin operasi resmi di Indonesia.

Fitur Utama

Multi-Aset dalam Satu Akun

Keunggulan paling jelas dari Reku adalah kemudahan diversifikasi lintas kelas aset tanpa buka banyak akun berbeda — crypto, saham AS, dan emas bisa diakses dari dashboard yang sama. Cocok untuk investor yang ingin melihat portofolio gabungan tanpa pindah-pindah aplikasi.

Rekeningku (Rekening Kripto)

Reku juga mengoperasikan produk bernama Rekeningku — versi awal layanan tabungan crypto dengan fitur yang lebih sederhana, ditujukan untuk pengguna yang baru mulai.

Auto Invest / DCA

Fitur investasi terjadwal (dollar-cost averaging) tersedia untuk crypto maupun saham AS — pengguna bisa set pembelian otomatis mingguan atau bulanan tanpa perlu manual entry setiap kali.

Edukasi dan Analisis

Aplikasi menyediakan artikel edukasi, sinyal analisis pasar, dan ringkasan berita — meski kualitas dan kedalaman analisis semacam ini perlu tetap dicek silang dengan sumber independen, bukan dijadikan satu-satunya dasar keputusan.

Biaya Trading

Biaya transaksi Reku untuk crypto umumnya berada di kisaran yang sebanding dengan exchange lokal lain (Indodax, Pintu) — biasanya di rentang 0,1%–1% tergantung jenis transaksi dan metode pembayaran. Untuk saham AS fraksional dan emas digital, struktur fee berbeda lagi dan biasanya mencakup spread di luar komisi eksplisit.

Karena promo diskon fee dan struktur biaya sering berubah, verifikasi angka pasti langsung di aplikasi Reku sebelum transaksi — jangan berpatokan pada angka lama dari review pihak ketiga.

Kelebihan

  • Diversifikasi lintas aset (crypto, saham AS, emas, reksa dana) dalam satu app
  • Terdaftar sebagai pedagang aset kripto di Bappebti/OJK — bukan exchange abu-abu
  • UX ramah pemula, cocok untuk yang baru mulai investasi
  • Fitur auto invest memudahkan strategi DCA tanpa disiplin manual

Risiko

Risiko custodial. Aset yang disimpan di Reku dikuasai oleh platform, bukan dompet pribadi pengguna. Jika terjadi masalah operasional atau keuangan platform, dana bisa terkunci sementara — pola yang berulang kali terjadi pada exchange custodial di seluruh dunia, termasuk kasus besar seperti FTX.

Likuiditas token altcoin terbatas. Untuk token di luar BTC/ETH, spread bid-ask di exchange lokal Indonesia — termasuk Reku — cenderung lebih lebar dibanding exchange global besar seperti Binance atau OKX. Ini berarti biaya implisit transaksi bisa lebih tinggi dari yang terlihat di fee nominal.

Produk saham AS bukan kepemilikan saham langsung. Skema fraksional pada banyak platform semacam ini menggunakan instrumen turunan atau kepemilikan tidak langsung, bukan saham fisik yang tercatat langsung atas nama investor di bursa AS. Pahami struktur produk sebelum menaruh dana besar — baca ketentuan layanan resmi Reku untuk detail terkini.

Perubahan regulasi crypto Indonesia. Pengawasan aset kripto sedang dalam masa transisi dari Bappebti ke OJK. Aturan pajak, kategori token yang legal diperdagangkan, dan mekanisme pengawasan bisa berubah — pantau pengumuman resmi.

Reku vs Exchange Crypto Lokal Lain

AspekRekuIndodaxPintu
Fokus utamaMulti-aset (crypto+saham+emas)Crypto murniCrypto murni
Status Bappebti/OJKTerdaftarTerdaftarTerdaftar
Fitur unggulanDiversifikasi lintas kelas asetJumlah token terbanyak lokalUX sederhana untuk pemula
Target penggunaInvestor yang mau satu app untuk semuaTrader crypto aktifPemula crypto

Kesimpulan

Reku cocok untuk investor Indonesia yang ingin akses crypto, saham AS, dan emas dalam satu tempat tanpa mengelola banyak akun terpisah — terutama pemula yang lebih mengutamakan kesederhanaan daripada fitur trading lanjutan.

Kurang cocok untuk trader aktif yang butuh depth order book besar, banyak pasangan trading altcoin, atau biaya serendah mungkin di volume tinggi — untuk kebutuhan itu, exchange global besar biasanya lebih kompetitif meski dengan trade-off kepastian regulasi lokal.

Baca juga: Review Indodax, Cara Pilih Exchange Terdaftar Bappebti yang Aman, Apa Itu Bappebti, Apakah Rekeningku Aman.

⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal. Nilai aset crypto, saham, dan emas berfluktuasi dan dapat menyebabkan kerugian. Verifikasi status izin dan biaya terbaru langsung di platform sebelum bertransaksi.

Mau Coba Trading Bot Tanpa Ribet Pantau Market?

Kelas gratis WhaleX: dasar-dasar trading bot crypto, dari recurring buy sampai spot grid — cocok untuk pemula.

Ikut Kelas Bot Gratis →

Pertanyaan Umum

Apakah Reku sama dengan Pluang?

Ya. Reku adalah nama baru dari Pluang setelah rebranding pada 2023. Entitas, izin usaha, dan basis pengguna sama — hanya nama aplikasi dan branding yang berubah.

Apakah Reku terdaftar di Bappebti?

Reku beroperasi sebagai pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti (sekarang di bawah pengawasan OJK) untuk layanan crypto-nya. Selalu verifikasi status izin terbaru langsung di situs resmi Bappebti/OJK sebelum deposit dalam jumlah besar.