Kamus Crypto

Data Availability: Jaminan Data Transaksi L2 Bisa Diakses Siapapun

Data availability (DA) adalah jaminan bahwa data transaksi Layer 2 tersimpan dan bisa diakses publik, sehingga siapapun bisa verifikasi atau.

DAL2

Data availability (DA) adalah properti kritis sebuah blockchain atau rollup yang menjamin bahwa data transaksi — bukan hanya state akhir, tapi seluruh detailnya — tersedia dan bisa diakses oleh siapapun yang ingin memverifikasinya.

Di rollup, ini berarti: data yang diperlukan untuk merekonstruksi seluruh state L2 harus bisa diakses publik. Jika data ini hilang atau disembunyikan oleh operator, pengguna tidak bisa membuktikan saldo mereka, tidak bisa menantang transaksi curang, dan tidak bisa keluar dari L2.

Mengapa DA Penting

Bayangkan sebuah bank yang hanya memberitahu saldo total rekening kamu tapi tidak pernah menunjukkan rincian transaksi. Jika bank itu tutup, kamu tidak bisa membuktikan berapa yang seharusnya menjadi hakmu.

DA memastikan hal ini tidak terjadi di L2: semua transaksi yang pernah terjadi di rollup bisa diverifikasi secara independen oleh siapapun.

Cara Rollup Menjamin DA

On-Chain DA (Rollup Sejati)

Data transaksi diposting langsung ke Ethereum dalam bentuk calldata atau blobs. Ini cara yang digunakan Arbitrum, Optimism, Base, zkSync, dan StarkNet.

Biaya: posting data ke Ethereum itu mahal. Sebelum EIP-4844, calldata bisa menjadi 80–90% biaya operasional rollup. Setelah EIP-4844 memperkenalkan blobs (~Maret 2024), biaya ini turun 10–100x.

Off-Chain DA (Validium & Volition)

Data disimpan di luar Ethereum:

  • Komite data (Data Availability Committee): Sekelompok entitas tepercaya yang menjamin data tersedia. Contoh: StarkEx (dipakai dYdX v3, Immutable X) menggunakan model ini.
  • Celestia: Blockchain khusus untuk DA yang lebih murah dari Ethereum.
  • EigenDA: Layanan DA berbasis Ethereum restaking.

Off-chain DA jauh lebih murah tapi menambah asumsi: jika semua anggota komite atau jaringan DA bersekongkol menyembunyikan data, pengguna bisa tidak bisa keluar.

Klasifikasi L2 Berdasarkan DA

TipeDA di manaContoh
RollupEthereumArbitrum, Base, zkSync
ValidiumOff-chain (komite/DA chain)dYdX v3, Immutable X
VolitionCampuran (pengguna pilih)StarkNet (dalam pengembangan)

Semakin besar nilai yang kamu simpan di L2, semakin penting untuk tahu apakah DA-nya on-chain (Ethereum-grade security) atau off-chain (butuh kepercayaan tambahan).

Setelah EIP-4844: Biaya DA Turun Drastis

Sebelum EIP-4844, rollup menyimpan data transaksi sebagai calldata di Ethereum — format yang mahal karena bersaing dengan semua transaksi lain. EIP-4844 (Maret 2024) memperkenalkan “blobs” — ruang penyimpanan khusus untuk rollup yang lebih murah dan tidak bersaing dengan ruang calldata normal.

Hasilnya: biaya transaksi di Base, Arbitrum, dan Optimism turun 10–100x setelah EIP-4844 aktif.


💡 Mau praktik langsung, bukan hanya teori? Di kelas WhaleX, Anda belajar hands-on — setup wallet, yield strategy, dan navigasi protokol DeFi nyata. Coba kelas Web3 gratis →

⚠️ Disclaimer: DA yang buruk adalah risiko tersembunyi di beberapa L2 dan sidechain. Sebelum menaruh dana besar, cek apakah data transaksinya disimpan di Ethereum atau di tempat lain yang memerlukan kepercayaan tambahan.

Mau Masuk Web3 Tanpa Rekening Bank?

Elite Vault WhaleX: join membership via USDC di Base Network — akses penuh tanpa proses bank tradisional.

Lihat Elite Vault →

Pertanyaan Umum

Apa itu Data Availability di Layer 2?

Data availability (DA) adalah jaminan bahwa semua data transaksi dari sebuah rollup tersimpan di tempat yang bisa diakses oleh siapapun — biasanya di Ethereum. Tanpa DA yang baik, pengguna tidak bisa membuktikan saldo mereka atau keluar dari L2 jika operator bertindak curang. DA adalah syarat minimum untuk keamanan rollup.

Bedanya on-chain DA dan off-chain DA (validium) apa?

On-chain DA berarti data transaksi diposting langsung ke Ethereum — lebih aman tapi lebih mahal. Off-chain DA (disebut validium) menyimpan data di luar Ethereum (misalnya di komite data khusus atau jaringan seperti Celestia/EigenDA). Ini jauh lebih murah tapi menambah asumsi kepercayaan: jika penyimpan data offline, pengguna mungkin tidak bisa keluar dari rollup.