Deposito: Instrumen Tabungan Bunga Tetap yang Paling Populer di Indonesia
Deposito adalah simpanan bank dengan bunga tetap dan tenor tertentu — dana tidak bisa ditarik sebelum jatuh tempo tanpa kena penalti, tapi bunganya.
Deposito adalah produk simpanan bank di mana Anda menyetorkan sejumlah uang dengan tenor tertentu (1, 3, 6, atau 12 bulan), dan bank membayar bunga tetap selama periode tersebut. Dana tidak bisa ditarik sebelum jatuh tempo — jika ditarik lebih awal, ada penalti yang biasanya memotong sebagian atau seluruh bunga yang sudah berjalan.
Cara Kerja Deposito
Anda menempatkan Rp 100.000.000 di deposito 6 bulan dengan bunga 5% per tahun. Maka:
- Bunga per tahun = Rp 5.000.000
- Bunga 6 bulan = Rp 2.500.000
- Setelah dipotong pajak 20% = Rp 2.000.000 (bunga bersih)
- Total pencairan di akhir tenor = Rp 102.000.000
Pajak bunga deposito di Indonesia adalah 20% yang langsung dipotong bank (pajak final, tidak perlu dilaporkan ulang).
Jenis Deposito
Deposito berjangka biasa: Tenor tetap, bunga dibayar di akhir atau setiap bulan (tergantung bank). Paling umum.
Deposito on-call: Tenor lebih pendek (7-14 hari), biasanya untuk jumlah besar di atas Rp 500 juta. Bunga lebih rendah dari deposito berjangka.
Deposito syariah: Menggunakan akad mudharabah (bagi hasil), bukan bunga tetap. Return ditentukan saat jatuh tempo berdasarkan nisbah bagi hasil yang disepakati.
Perbandingan dengan Instrumen Lain
| Instrumen | Return (2024) | Risiko | Likuiditas |
|---|---|---|---|
| Tabungan biasa | 0,5-2% | Sangat rendah | Sangat tinggi |
| Deposito | 4-6% | Sangat rendah | Rendah (locked) |
| ORI/SBSN | 6-7% | Rendah | Sedang |
| Reksa dana pasar uang | 3-5% | Sangat rendah | Tinggi |
Deposito cocok untuk dana darurat tambahan (setelah dana darurat utama di tabungan) atau dana yang tidak akan dipakai dalam 3-12 bulan ke depan.
Kapan Deposito Masuk Akal vs Tidak
Masuk akal: Jika Anda punya dana lebih yang tidak butuh diakses dalam tenor yang dipilih, dan ingin return lebih tinggi dari tabungan biasa dengan risiko sangat minimal.
Kurang optimal: Jika bunga deposito di bawah laju inflasi (yang pernah terjadi saat inflasi tinggi), nilai riil uang Anda tetap tergerus meski dapat bunga. Di periode inflasi 7-8%, deposito 5% sebenarnya rugi secara riil.
Lihat juga reksa dana, obligasi, passive income, dan return.
⚠️ Disclaimer: Pastikan bank tempat Anda mendepositokan uang adalah anggota LPS dan bunga yang ditawarkan tidak melebihi batas penjaminan LPS agar dana terlindungi penuh.
Kelas gratis WhaleX: blueprint FIRE (Financial Independence, Retire Early) pakai strategi DeFi.
Ikut Kelas FIRE Gratis →Pertanyaan Umum
Berapa bunga deposito yang wajar di Indonesia?
Bunga deposito di Indonesia biasanya mengikuti BI Rate ditambah spread bank. Per 2024, dengan BI Rate di 6,25%, deposito bank umum menawarkan 4-6% per tahun, sementara BPR bisa lebih tinggi 6-8%. Deposito BUMN seperti BRI dan BNI biasanya di kisaran 4,5-5,5%.
Apakah deposito aman? Ada jaminan apa?
Deposito di bank anggota LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dijamin sampai Rp 2 miliar per nasabah per bank, asalkan bunga tidak melebihi bunga penjaminan LPS yang ditetapkan tiap periode. Cek suku bunga penjaminan LPS sebelum memilih bank untuk deposito.