Kamus Crypto

Obligasi: Pinjaman ke Pemerintah atau Perusahaan dengan Bunga Tetap

Obligasi adalah surat utang — pembeli meminjamkan uang ke penerbit (pemerintah atau perusahaan) dan mendapat kupon (bunga) tetap secara berkala hingga.

ObligasiTradFi

Obligasi adalah instrumen utang di mana investor meminjamkan uang kepada penerbit — bisa pemerintah, perusahaan BUMN, atau swasta — dan penerbit berjanji membayar bunga (kupon) secara berkala serta mengembalikan pokok pinjaman di tanggal jatuh tempo yang sudah disepakati.

Cara Kerja Obligasi

Anda membeli ORI025 senilai Rp 5.000.000 dengan kupon 6,35% per tahun, tenor 3 tahun:

  • Kupon bulanan = Rp 5.000.000 × 6,35% ÷ 12 = Rp 26.458/bulan
  • Selama 3 tahun, total kupon = Rp 26.458 × 36 = Rp 952.500
  • Di akhir tenor, pokok Rp 5.000.000 dikembalikan
  • Total penerimaan = Rp 5.952.500 (sebelum pajak 10%)

Kupon obligasi ritel pemerintah Indonesia dikenakan pajak 10% (bukan 20% seperti deposito).

Tiga Jenis Obligasi Utama di Indonesia

Obligasi Pemerintah (SBN): Diterbitkan Kemenkeu, risiko sangat rendah karena dijamin negara. Sub-jenis: ORI (bunga tetap), SBSN/sukuk (syariah), SBR (floating rate), FR (Surat Utang Negara di pasar sekunder).

Obligasi BUMN: Diterbitkan perusahaan milik negara seperti PLN, Pertamina, atau Wijaya Karya. Return biasanya lebih tinggi dari obligasi pemerintah, tapi risiko sedikit lebih tinggi.

Obligasi Korporat: Diterbitkan perusahaan swasta. Return lebih tinggi lagi, tapi perlu memeriksa rating kredit penerbit (AAA, AA, A, BBB, dst.) — makin rendah rating, makin tinggi risiko gagal bayar.

Risiko Obligasi yang Perlu Dipahami

Risiko suku bunga: Harga obligasi di pasar sekunder bergerak berlawanan dengan suku bunga. Jika BI Rate naik dari 6% ke 7%, obligasi yang Anda pegang (dengan kupon 6%) jadi kurang menarik, sehingga harganya turun di pasar sekunder. Tapi jika dipegang sampai jatuh tempo, Anda tetap menerima pokok penuh.

Risiko kredit (korporat): Perusahaan bisa gagal bayar. Ini tidak berlaku untuk obligasi pemerintah Indonesia dalam mata uang Rupiah.

Risiko likuiditas: Obligasi ritel pemerintah seperti ORI dan SBR tidak bisa dijual sebelum jatuh tempo — ini berbeda dari SBN yang diperdagangkan di pasar sekunder.

Kapan Obligasi Tepat

Obligasi cocok jika Anda ingin return lebih tinggi dari deposito dengan risiko moderat, punya horizon investasi yang sesuai tenor, dan tidak butuh akses likuid ke dana tersebut. Sangat sesuai untuk porsi “konservatif” portofolio.

Lihat juga ORI, SBSN, kupon, dan yield obligasi.

⚠️ Disclaimer: Obligasi korporat mengandung risiko gagal bayar. Selalu periksa rating kredit penerbit sebelum berinvestasi. Obligasi pemerintah lebih aman tetapi nilai di pasar sekunder tetap bisa turun saat suku bunga naik.

Bingung Bitcoin ETF vs Crypto Langsung?

Kelas gratis WhaleX: memahami era aset digital multipolar dan cara memantau portofolio dengan sistem yang benar.

Ikut Kelas ETF Gratis →

Pertanyaan Umum

Apa perbedaan obligasi dengan deposito?

Deposito adalah simpanan di bank dengan bunga tetap dan dijamin LPS. Obligasi adalah surat utang yang bisa diperjualbelikan di pasar sekunder — nilainya bisa naik-turun sebelum jatuh tempo tergantung suku bunga pasar. Obligasi pemerintah (SBN, ORI) aman tapi tidak dijamin LPS, sedangkan obligasi korporat punya risiko gagal bayar.

Bagaimana cara beli obligasi pemerintah Indonesia?

Obligasi ritel pemerintah seperti ORI dan SBSN dijual secara periodik melalui bank dan platform investasi yang ditunjuk Kemenkeu (BCA, BRI, Mandiri, Bareksa, Bibit, dll.). Minimum pembelian biasanya Rp 1 juta. Kupon dibayarkan bulanan ke rekening investor.