Kupon Obligasi: Cara Menghitung Bunga dan Bedanya dengan Yield
Kupon obligasi adalah bunga tetap yang dibayar penerbit kepada investor — cara menghitung, frekuensi pembayaran, dan bedanya dengan yield obligasi.
Kupon obligasi adalah pembayaran bunga tetap yang wajib dibayarkan penerbit obligasi kepada pemegang obligasi secara berkala selama masa berlaku obligasi. Istilah “kupon” berasal dari era sebelum digital, saat obligasi dicetak fisik dengan potongan kupon yang disobek dan ditukarkan untuk mendapat pembayaran bunga.
Cara Menghitung Pembayaran Kupon
Formula: Pembayaran Kupon = Nilai Nominal × Tingkat Kupon × (Periode Pembayaran / 12)
Contoh konkret — ORI025:
- Nilai nominal: Rp 1.000.000 per unit
- Tingkat kupon: 6,40% per tahun
- Pembayaran: bulanan
Pembayaran kupon per bulan = Rp 1.000.000 × 6,40% / 12 = Rp 5.333 per bulan per unit
Jika Anda beli 10 unit (Rp 10 juta), Anda menerima sekitar Rp 53.333/bulan — dipotong PPh 10% = Rp 48.000/bulan bersih.
Frekuensi Pembayaran Kupon
Berbeda-beda tergantung produk:
- ORI (Obligasi Ritel Indonesia): Bulanan — cocok untuk investor yang butuh cash flow rutin
- SBSN / Sukuk Ritel: Bulanan, berbasis imbalan (bukan bunga secara teknis fiqh)
- Obligasi korporasi: Umumnya semesteran (6 bulan sekali)
- Obligasi negara tenor panjang: Bisa semesteran
Kupon vs Yield: Kenapa Harganya Berbeda
Ini adalah konsep paling penting dalam obligasi yang sering membingungkan pemula:
- Kupon = tetap, tidak berubah
- Yield = berubah sesuai harga pasar
Contoh: Anda beli obligasi korporasi nilai nominal Rp 1 juta, kupon 8%, di harga Rp 950.000 (di bawah nominal karena penerbit dianggap lebih berisiko). Kupon tetap Rp 80.000/tahun, tapi yield obligasi Anda = Rp 80.000 / Rp 950.000 = 8,42% — lebih tinggi dari kupon karena beli diskon.
Sebaliknya, SBN yang populer sering diperdagangkan di atas nominal, sehingga yield-nya lebih rendah dari kupon tertera.
Obligasi Tanpa Kupon (Zero Coupon Bond)
Ada jenis obligasi yang tidak membayar kupon sama sekali. Investor membeli di harga diskon dari nilai nominal dan menerima nilai penuh saat jatuh tempo. Selisihnya adalah “bunga” implisit. Ini lazim di obligasi negara jangka pendek (T-bills di AS).
Kupon dalam Konteks Investasi
Return total obligasi terdiri dari dua komponen: pembayaran kupon + capital gain/loss saat dijual sebelum jatuh tempo atau saat jatuh tempo. Investor yang tahan hingga jatuh tempo mendapat semua kupon plus nilai nominal kembali — kecuali penerbit gagal bayar (default).
⚠️ Disclaimer: Obligasi korporasi berisiko default jika kondisi keuangan penerbit memburuk. Obligasi negara (ORI, SBN) dijamin pemerintah Indonesia tapi tetap ada risiko inflasi dan risiko pasar jika dijual sebelum jatuh tempo.
Kelas gratis WhaleX: memahami era aset digital multipolar dan cara memantau portofolio dengan sistem yang benar.
Ikut Kelas ETF Gratis →Pertanyaan Umum
Apa itu kupon obligasi?
Kupon adalah pembayaran bunga periodik yang diterima pemegang obligasi dari penerbit. Besarannya ditetapkan sejak awal dalam persentase dari nilai nominal (face value) obligasi. Misalnya, obligasi dengan nilai nominal Rp 1 juta dan kupon 6.5% per tahun akan membayar Rp 65.000 per tahun (biasanya Rp 32.500 setiap 6 bulan).
Apa bedanya kupon dengan yield obligasi?
Kupon adalah persentase bunga yang tertera di obligasi dan nilainya tetap sepanjang umur obligasi. Yield adalah imbal hasil efektif yang Anda dapatkan berdasarkan harga beli aktual di pasar. Jika Anda beli obligasi di bawah nilai nominalnya, yield lebih tinggi dari kupon. Jika beli di atas nilai nominal, yield lebih rendah.