ORI (Obligasi Ritel Indonesia): Cara Investor Ritel Pinjamkan Uang ke Pemerintah
ORI adalah obligasi pemerintah yang dijual ke investor ritel Indonesia dengan kupon tetap, tenor 3 tahun, minimum pembelian Rp 1 juta, dan kupon.
ORI adalah singkatan dari Obligasi Ritel Indonesia — produk surat utang yang diterbitkan pemerintah Indonesia (melalui Kemenkeu) dan ditawarkan khusus untuk Warga Negara Indonesia. ORI dirancang agar investor ritel — bukan hanya institusi — bisa berpartisipasi dalam pembiayaan negara sekaligus mendapat imbal hasil tetap yang kompetitif.
Cara Kerja ORI
Setiap seri ORI punya tenor 3 tahun dan kupon tetap yang ditetapkan saat penawaran. Contoh ORI025 (seri ke-25) yang ditawarkan 2024:
- Kupon: 6,35% per tahun
- Tenor: 3 tahun (jatuh tempo 2027)
- Minimum: Rp 1.000.000
- Kupon dibayar: Setiap bulan
Jika Anda beli Rp 10.000.000:
- Kupon bulanan = Rp 10 juta × 6,35% ÷ 12 = Rp 52.917/bulan
- Setelah pajak 10% = Rp 47.625/bulan
- Total kupon selama 3 tahun (setelah pajak) = Rp 1.714.500
Perbedaan ORI dengan Produk Serupa
| Produk | Kupon | Tenor | Bisa Jual Sebelum JT? | Syariah? |
|---|---|---|---|---|
| ORI | Tetap | 3 tahun | Ya | Tidak |
| SBSN (sukuk ritel) | Tetap | 3 tahun | Ya | Ya |
| SBR | Floating | 2 tahun | Tidak | Tidak |
| SR (sukuk tabungan) | Floating | 2 tahun | Tidak | Ya |
ORI dan SBSN cocok untuk yang mau kupon tetap dan masih punya opsi exit. SBR dan SR cocok untuk yang mau hold sampai jatuh tempo dan tidak butuh likuiditas.
Risiko ORI
Risiko likuiditas pasar sekunder: ORI bisa dijual sebelum jatuh tempo di pasar sekunder, tapi harganya tergantung kondisi pasar. Jika suku bunga naik setelah Anda beli, harga ORI di pasar sekunder turun — Anda bisa rugi jika dijual saat itu.
Tidak ada risiko gagal bayar: Karena penerbitnya pemerintah Indonesia dalam Rupiah, risiko gagal bayar sangat rendah (selama 30+ tahun, pemerintah Indonesia belum pernah gagal bayar obligasi Rupiah).
Cara Membeli ORI
- Buka rekening di bank/platform mitra Kemenkeu (BCA, BRI, BNI, Mandiri, Bibit, Bareksa, Tokopedia, dll.)
- Tunggu periode penawaran ORI seri terbaru (biasanya 2-3 kali setahun)
- Pesan melalui aplikasi, pilih jumlah, transfer dana
- ORI akan masuk ke portofolio Anda setelah tanggal setelmen
Lihat juga obligasi, SBSN, SBN, dan SBR.
⚠️ Disclaimer: Meski risiko gagal bayar sangat rendah, harga ORI di pasar sekunder bisa turun jika suku bunga naik. Pastikan Anda memahami mekanisme ini sebelum membeli dengan tujuan jual sebelum jatuh tempo.
Kelas gratis WhaleX: memahami era aset digital multipolar dan cara memantau portofolio dengan sistem yang benar.
Ikut Kelas ETF Gratis →Pertanyaan Umum
Apa itu ORI dan bagaimana cara belinya?
ORI (Obligasi Ritel Indonesia) adalah surat utang pemerintah yang dijual khusus untuk investor ritel. Pembelian dilakukan saat masa penawaran (biasanya 2 minggu) melalui bank atau platform investasi yang ditunjuk Kemenkeu. Minimum Rp 1 juta, maksimum Rp 5 miliar per investor.
Apakah ORI bisa dijual sebelum jatuh tempo?
Ya, ORI bisa dijual di pasar sekunder setelah masa holding awal (biasanya 2-3 bulan pertama tidak boleh dijual). Harganya bisa di atas atau di bawah nilai awal tergantung kondisi pasar. Jika dijual saat harga di bawah nilai nominal, ada potensi rugi meski kupon tetap sudah diterima.