Kamus Crypto

ERC-20: Standard Token Ethereum yang Jadi Fondasi DeFi

ERC-20 adalah standard teknis yang membuat semua token Ethereum kompatibel satu sama lain — inilah mengapa USDC, UNI, dan LINK bisa langsung masuk.

ERC-20Token

ERC-20 adalah standard teknis (Ethereum Request for Comments nomor 20) yang mendefinisikan cara kerja fungible token di blockchain Ethereum. Siapapun yang deploy smart contract token dengan mengikuti standard ini otomatis membuat token yang bisa dibaca MetaMask, ditukar di Uniswap, dipinjam di Aave, dan dipakai di protokol DeFi apapun — tanpa perlu integrasi khusus.

Apa yang Diatur ERC-20

Standard ini mewajibkan enam fungsi inti dan dua event dalam smart contract:

Fungsi wajib:

  • totalSupply() — berapa total token yang ada
  • balanceOf(address) — saldo token di alamat tertentu
  • transfer(to, amount) — kirim token ke alamat lain
  • approve(spender, amount) — izinkan kontrak lain menghabiskan token atas nama Anda
  • transferFrom(from, to, amount) — transfer dari atas nama (setelah approve)
  • allowance(owner, spender) — cek berapa yang sudah di-approve

Fungsi approve dan transferFrom inilah yang memungkinkan DEX seperti Uniswap menarik token dari wallet Anda saat Anda melakukan swap — tanpa bisa mencuri lebih dari yang Anda izinkan.

Contoh Konkret: USDC adalah ERC-20

USDC yang Anda simpan di MetaMask adalah ERC-20 token. Contract address USDC di Ethereum mainnet adalah 0xA0b86991c6218b36c1d19D4a2e9Eb0cE3606eB48. Siapapun yang query balanceOf(alamat_wallet_anda) ke contract ini bisa tahu saldo USDC Anda.

Ini berbeda dengan ETH asli (native ETH) yang bukan ERC-20 — itulah kenapa ada WETH (Wrapped Ether), yaitu ETH yang “dibungkus” ke dalam format ERC-20 agar bisa dipakai di protokol DeFi yang hanya menerima ERC-20.

Risiko yang Perlu Diketahui

Infinite approval: Banyak DEX meminta Anda approve jumlah tak terbatas (type(uint256).max) agar tidak perlu approve lagi setiap transaksi. Ini berarti kontrak tersebut bisa menarik semua token Anda kapanpun. Selalu cek dan revoke approval yang tidak diperlukan.

Token palsu: Siapapun bisa deploy kontrak ERC-20 dengan nama “USDC” atau “Bitcoin”. Contract address-lah yang menentukan token mana yang asli — bukan nama atau simbolnya.

Standard lama, bukan standard terbaru: ERC-20 punya kelemahan teknis kecil — fungsi transfer ke smart contract sering tidak memicu notifikasi ke penerima. Ini diperbaiki di standar turunan seperti ERC-777 dan ERC-4626, tapi ERC-20 tetap mendominasi karena jaringan efeknya yang besar.

ERC-20 vs Standard Lain

StandardTipeContoh
ERC-20Fungible (bisa dipertukarkan)USDC, UNI, AAVE
ERC-721Non-Fungible (NFT unik)Bored Ape, CryptoPunks
ERC-1155Multi-tokenItem game blockchain

Hampir semua token DeFi yang Anda gunakan sehari-hari adalah ERC-20. Memahami cara kerjanya — terutama mekanisme approve — adalah kunci keamanan self-custody.

⚠️ Disclaimer: Mengetahui standard token tidak berarti token tersebut aman atau bernilai. Selalu verifikasi contract address dari sumber resmi sebelum berinteraksi dengan token apapun.

Belajar DeFi Langsung — Bukan Hanya Teori

WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.

Lihat Jadwal Kelas →

Pertanyaan Umum

Apa itu ERC-20 dalam crypto?

ERC-20 adalah standard interface untuk smart contract token di jaringan Ethereum. Setiap token yang memakai ERC-20 wajib mengimplementasikan fungsi-fungsi tertentu (seperti transfer dan balanceOf) sehingga kompatibel otomatis dengan dompet, DEX, dan protokol DeFi manapun di Ethereum.

Semua token di Ethereum pakai ERC-20?

Tidak semua. ERC-20 khusus untuk fungible token (semua unit identik). NFT memakai ERC-721 atau ERC-1155. Tapi mayoritas token yang Anda kenal — USDC, USDT, LINK, UNI, AAVE — semuanya adalah ERC-20 token.