Fantom: Blockchain Layer 1 dengan Konsensus DAG yang Sempat Booming lalu Rebranding
Fantom adalah blockchain Layer 1 berbasis DAG dan Lachesis consensus yang menawarkan finalitas sub-detik, kini rebranding menjadi Sonic.
Fantom adalah blockchain Layer 1 yang menggunakan pendekatan teknis berbeda dari kebanyakan L1 lain. Alih-alih blockchain linear di mana setiap blok antri satu per satu, Fantom memakai struktur DAG (Directed Acyclic Graph) — memungkinkan transaksi diproses secara paralel lebih efisien.
Konsensus Lachesis: Apa yang Berbeda
Mekanisme konsensus Fantom disebut Lachesis, turunan dari aBFT (asynchronous Byzantine Fault Tolerant). Implikasinya teknis, tapi hasilnya konkret: transaksi mencapai finalitas dalam 1-2 detik dan tidak bisa di-rollback setelah dikonfirmasi.
Ini berbeda dari Proof of Stake Ethereum yang butuh beberapa menit untuk finalitas penuh, atau Bitcoin yang butuh 6 konfirmasi (sekitar 60 menit) untuk dianggap final.
Ekosistem yang Dibangun Andre Cronje
Fantom mendapat perhatian besar ketika Andre Cronje — tokoh DeFi yang dikenal sebagai pendiri Yearn Finance — mulai aktif membangun di sana mulai 2021. Ia dan tim-nya meluncurkan beberapa protokol sekaligus di Fantom, termasuk Solidly (DEX dengan model veToken).
Efeknya: TVL Fantom naik dari kurang dari $1 miliar di pertengahan 2021 menjadi $12 miliar di Januari 2022. Spookyswap menjadi DEX terbesar, dengan volume ratusan juta dolar per hari.
Namun ketika Andre mengumumkan mundur dari DeFi pada Maret 2022, TVL Fantom turun dari $12 miliar ke bawah $3 miliar dalam waktu kurang dari sebulan.
Kompatibilitas EVM
Fantom kompatibel dengan EVM — artinya smart contract Solidity bisa di-deploy tanpa perubahan. Pengguna bisa pakai MetaMask dengan menambahkan jaringan Fantom (Chain ID: 250, RPC: https://rpc.ftm.tools). Token di Fantom mengikuti standar ERC-20 yang sama.
FTM, token native Fantom, dipakai sebagai gas. Biaya transaksi biasanya di bawah $0.01 — sangat murah bahkan untuk operasi yang kompleks seperti yield farming multi-langkah.
Rebranding ke Sonic
Sejak akhir 2023, Fantom Foundation mengerjakan upgrade besar yang mengubah arsitektur jaringan secara mendasar, dengan nama baru: Sonic. Sonic mengklaim throughput 10.000 TPS dibanding Fantom yang sekitar 2.000 TPS, dengan finalitas tetap sub-detik.
Token FTM akan dikonversi ke token S (Sonic) dengan rasio 1:1. Migrasi ini berdampak pada ekosistem DeFi Fantom yang ada — beberapa protokol perlu update, yang lain mungkin tidak ikut migrasi.
Perbandingan dengan L1 Lain
Fantom punya keunggulan teknis di kecepatan dan biaya, tapi ekosistemnya lebih kecil dari Ethereum, BSC, atau Solana. Dalam kondisi normal, memakai Fantom (atau Sonic) cocok untuk pengguna yang ingin akses DeFi dengan biaya minimal dan tidak butuh liquiditas dalam yang hanya ada di Ethereum mainnet.
💡 Mau praktik langsung, bukan hanya teori? Di kelas WhaleX, Anda belajar hands-on — setup wallet, yield strategy, dan navigasi protokol DeFi nyata. Coba kelas Web3 gratis →
⚠️ Disclaimer: FTM termasuk aset kripto dengan volatilitas tinggi dan ekosistem yang bergantung pada beberapa contributor utama. Rebranding ke Sonic membawa risiko migrasi yang perlu diperhatikan.
Elite Vault WhaleX: join membership via USDC di Base Network — akses penuh tanpa proses bank tradisional.
Lihat Elite Vault →Pertanyaan Umum
Apa itu Fantom (FTM)?
Fantom adalah blockchain Layer 1 yang menggunakan mekanisme konsensus Lachesis berbasis DAG (Directed Acyclic Graph), bukan blockchain linear biasa. Jaringannya menawarkan finalitas transaksi dalam 1-2 detik dengan biaya gas sangat murah. Token native-nya adalah FTM, dan kini jaringan ini sedang rebranding menjadi Sonic.
Kenapa Fantom sempat booming di 2021-2022?
Fantom booming terutama karena Andre Cronje — pendiri Yearn Finance — mulai membangun protokol di sana. Ini menarik banyak protokol DeFi ke jaringan Fantom. TVL Fantom sempat mencapai $12 miliar di awal 2022, dengan Spookyswap sebagai DEX utamanya. Saat Andre mundur dari DeFi Maret 2022, TVL anjlok lebih dari 70% dalam beberapa minggu.