IRR (Internal Rate of Return): Cara Hitung dan Kapan Dipakai
IRR adalah tingkat diskonto yang membuat NPV investasi sama dengan nol — digunakan untuk membandingkan proyek dengan arus kas tidak reguler sepanjang.
IRR (Internal Rate of Return) adalah tingkat return tahunan yang membuat nilai sekarang (present value) dari semua arus kas masuk sama persis dengan modal yang diinvestasikan. Sederhananya: IRR adalah “tingkat bunga efektif nyata” dari sebuah investasi yang arus kasnya tersebar di berbagai titik waktu.
Kenapa IRR Lebih Akurat dari ROI untuk Arus Kas Berlapis
Bayangkan dua investasi dengan modal awal sama Rp 100 juta:
Investasi A: Terima Rp 120 juta di tahun ke-3 (tidak ada arus kas di tengah) Investasi B: Terima Rp 20 juta/tahun selama 3 tahun (total Rp 60 juta), lalu Rp 60 juta di tahun ke-3
ROI keduanya sama: 20% (untuk A) dan (60+60-100)/100 = 20% (untuk B). Tapi IRR berbeda — Investasi B lebih baik karena uang datang lebih cepat (Rp 20 juta tahun pertama bisa diinvestasikan kembali).
IRR Investasi A: sekitar 6,3% per tahun IRR Investasi B: sekitar 17,5% per tahun
Perbedaan ini besar — itulah mengapa IRR digunakan untuk evaluasi investasi yang arus kasnya tidak seragam.
Cara Menghitung IRR
IRR tidak bisa dihitung dengan rumus langsung — harus coba-coba (iterasi) sampai NPV = 0. Dalam praktik, gunakan:
- Excel/Google Sheets: Fungsi
=IRR(nilai_arus_kas)— masukkan arus kas dimulai dari modal negatif - Kalkulator finansial: Input arus kas di tiap periode
- Python/R: Library finansial sudah tersedia
Contoh Google Sheets:
- Sel A1: -100000 (modal awal)
- Sel A2: 15000 (arus kas tahun 1)
- Sel A3: 25000 (arus kas tahun 2)
- Sel A4: 80000 (arus kas tahun 3 termasuk nilai terminal)
- Formula:
=IRR(A1:A4)→ hasilnya sekitar 7,2%/tahun
Penggunaan IRR dalam Investasi Nyata
Properti sewa: Modal beli Rp 1 miliar, sewa bersih Rp 4 juta/bulan (Rp 48 juta/tahun), taksir dijual Rp 1,5 miliar setelah 10 tahun. IRR dihitung dari keseluruhan arus kas ini — biasanya 8–14% tergantung lokasi dan kondisi pasar.
Obligasi: Harga beli, pembayaran kupon tiap semester, dan nilai nominal saat jatuh tempo → inilah yang dihitung sebagai Yield to Maturity (yield obligasi) — secara teknis, YTM adalah IRR dari obligasi.
Startup / bisnis: Investor VC memakai IRR untuk membandingkan mana perusahaan yang menghasilkan return paling efisien dari waktu ke waktu.
Batasan IRR
IRR punya asumsi implisit yang sering diabaikan: arus kas yang diterima di tengah jalan diasumsikan bisa diinvestasikan kembali dengan rate yang sama dengan IRR-nya. Jika IRR-nya 20% tapi Anda tidak punya kesempatan reinvestasi di 20%, return aktual lebih rendah.
Untuk kasus seperti ini, ada varian namanya MIRR (Modified IRR) yang lebih realistis tapi jarang dipakai sehari-hari.
IRR vs NPV: Mana yang Pakai?
Untuk membandingkan proyek berbeda, gunakan NPV (karena skala investasi bisa sangat berbeda). Untuk mengevaluasi satu proyek apakah layak, IRR dibandingkan dengan cost of capital atau bunga alternatif. Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
⚠️ Disclaimer: IRR adalah alat analisis, bukan jaminan return. Asumsi arus kas masa depan dalam properti atau bisnis bisa meleset jauh dari proyeksi.
Kelas gratis WhaleX: memahami era aset digital multipolar dan cara memantau portofolio dengan sistem yang benar.
Ikut Kelas ETF Gratis →Pertanyaan Umum
Apa itu IRR dan apa bedanya dengan ROI?
IRR (Internal Rate of Return) adalah tingkat return tahunan efektif yang memperhitungkan kapan persisnya uang masuk dan keluar. ROI hanya melihat awal dan akhir. IRR lebih akurat untuk investasi yang memiliki banyak arus kas di berbagai waktu — misalnya properti yang dapat sewa bulanan, atau obligasi yang bayar kupon setengah-tahunan. Jika arus kasnya sederhana (satu modal, satu hasil), ROI atau CAGR sudah cukup.
IRR berapa persen yang layak untuk investasi properti?
Aturan umum: IRR properti di atas suku bunga KPR dianggap layak. Jika bunga KPR 10%, IRR properti di bawah 10% artinya investasinya tidak efisien — lebih baik dananya dipakai beli properti cash dan tidak dapat sewa. Properti komersial bagus biasanya IRR 12–18%. Residential IRR bisa lebih rendah karena capital gain-nya yang diharapkan.