Pintu: Exchange Crypto Indonesia untuk Pemula dengan UX Sederhana
Pintu adalah aplikasi crypto exchange asal Indonesia yang dirancang untuk pemula, dengan antarmuka simpel dan aset terpilih yang sudah terdaftar OJK.
Pintu adalah aplikasi exchange crypto Indonesia yang berfokus pada kemudahan penggunaan. Diluncurkan pada 2020, Pintu menarget pengguna yang baru mengenal crypto dan tidak ingin berhadapan dengan tampilan trading yang kompleks.
Cara Kerja Pintu
Pintu beroperasi sebagai CEX (Centralized Exchange) — artinya perusahaan Pintu menyimpan aset di platform atas nama pengguna. Proses beli crypto di Pintu:
- Daftar akun dan verifikasi KYC (foto KTP + selfie)
- Deposit rupiah via transfer bank atau QRIS
- Beli crypto langsung dari halaman aset (tidak perlu pahami order book)
- Aset tersimpan di wallet Pintu
Minimum pembelian di Pintu mulai dari Rp 11.000, yang membuatnya terjangkau untuk pemula yang baru ingin mencoba.
Fitur Utama
Pintu Earn memungkinkan DCA otomatis — pengguna bisa set beli Bitcoin atau aset lain setiap minggu atau bulan dengan nominal tetap, tanpa harus ingat masuk aplikasi. Ini cocok untuk strategi dollar-cost averaging jangka panjang.
Pilihan Aset Terkurasi — Pintu tidak menyediakan ratusan koin seperti exchange global. Per 2024, tersedia sekitar 100+ aset yang sudah melalui proses seleksi. Ini mengurangi risiko pengguna tanpa sengaja beli koin tanpa likuiditas atau proyek meragukan.
Pintu Pro tersedia untuk pengguna yang ingin tampilan chart dan order book — fitur ini ditambah belakangan untuk mengakomodasi pengguna yang sudah lebih berpengalaman.
Biaya di Pintu
Pintu mengenakan spread (selisih harga beli dan jual) sebagai biaya utama, bukan fee eksplisit per transaksi seperti di exchange lain. Spread ini bervariasi per aset — untuk Bitcoin biasanya 0,5%–1%, untuk aset yang lebih kecil bisa lebih tinggi.
Sebagai perbandingan: beli Bitcoin Rp 1 juta di Pintu dengan spread 0,7% berarti Anda membayar sekitar Rp 7.000 sebagai biaya tersembunyi dalam harga.
Withdrawal ke wallet eksternal dikenakan fee jaringan (network fee) sesuai blockchain masing-masing.
Regulasi
Pintu terdaftar di Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) sebagai pedagang aset kripto yang sah di Indonesia. Ini berarti Pintu wajib memenuhi standar KYC/AML dan pelaporan ke regulator.
Pengguna Indonesia yang transaksi di exchange tidak terdaftar Bappebti tidak mendapat perlindungan regulasi jika terjadi masalah.
Perbandingan dengan Exchange Lain
| Aspek | Pintu | Indodax | Tokocrypto |
|---|---|---|---|
| Target | Pemula | Semua level | Menengah |
| Jumlah koin | ~100+ | 500+ | 200+ |
| Min. beli | Rp 11.000 | Rp 10.000 | Rp 10.000 |
| Fitur DCA | Ada (Pintu Earn) | Tidak | Tidak |
Untuk pemula yang hanya ingin beli Bitcoin atau Ethereum dan tidak membutuhkan banyak pilihan koin, Pintu adalah opsi yang sederhana. Untuk trading aktif atau akses ke altcoin lebih banyak, exchange lain lebih lengkap.
⚠️ Disclaimer: Exchange terpusat menyimpan aset Anda. Untuk jumlah besar, pertimbangkan pindah ke cold wallet pribadi. Investasi crypto berisiko tinggi dan tidak dijamin oleh LPS.
WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.
Lihat Jadwal Kelas →Pertanyaan Umum
Apakah Pintu aman untuk beli crypto di Indonesia?
Pintu terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) serta Bappebti, sehingga memenuhi regulasi Indonesia. Dana rupiah dijamin terpisah dari aset operasional perusahaan. Namun, seperti semua exchange, simpan sebagian besar aset di wallet pribadi jika jumlahnya besar.
Apa perbedaan Pintu dengan Indodax?
Pintu lebih fokus pada kemudahan pemula: tampilan lebih bersih, pilihan koin lebih sedikit tapi dikurasi, dan ada fitur DCA otomatis (Pintu Earn). Indodax punya lebih banyak pasangan trading dan fitur untuk trader yang lebih aktif. Untuk yang baru mulai, Pintu umumnya lebih mudah digunakan.