Tokocrypto: Exchange Crypto Indonesia Berlisensi Bappebti yang Terafiliasi Binance
Tokocrypto adalah exchange crypto Indonesia yang terdaftar di Bappebti, beroperasi dengan teknologi dari Binance, dan menawarkan fee lebih rendah dari.
Tokocrypto adalah exchange crypto terpusat (CEX) Indonesia yang didirikan pada 2018 dan terdaftar di Bappebti — lembaga yang mengawasi perdagangan aset kripto di Indonesia. Tokocrypto pernah menjadi anak perusahaan Binance sebelum akhirnya beroperasi lebih mandiri setelah Binance melepas kepemilikan mayoritas pada 2023.
Hubungan dengan Binance dan Dampaknya
Ketika Binance berinvestasi di Tokocrypto, mereka membawa teknologi trading engine Binance ke platform lokal. Ini berarti antarmuka dan mesin matching Tokocrypto mirip dengan Binance — keuntungan bagi trader yang sudah familiar dengan Binance dan ingin platform serupa dalam bahasa Indonesia dengan rupiah.
Setelah Binance melepas saham mayoritas (sebagai bagian dari strategi compliance global), Tokocrypto tetap mempertahankan teknologi tersebut sambil memperkuat tim lokal dan legalitasnya di Indonesia.
Keunggulan Tokocrypto: Fee Lebih Rendah dari Indodax
Fee trading Tokocrypto adalah 0,10% per transaksi — sepertiga dari fee Indodax yang 0,30%. Untuk trader yang melakukan banyak transaksi, perbedaan ini signifikan.
Contoh konkret: kamu trading Rp 10 juta per bulan:
- Di Indodax: fee = Rp 10.000.000 × 0,30% = Rp 30.000/bulan
- Di Tokocrypto: fee = Rp 10.000.000 × 0,10% = Rp 10.000/bulan
Pada volume Rp 100 juta per bulan, selisihnya Rp 200.000 — cukup signifikan.
Produk Tokocrypto
Spot Trading — Lebih dari 150 pasangan crypto/IDR dan crypto/crypto. Listing cukup selektif karena harus memenuhi persyaratan Bappebti.
Tokocrypto Earn — Staking dan flexible savings untuk beberapa aset. APY bervariasi dan biasanya lebih rendah dari DeFi murni, tapi dengan risiko counterparty yang lebih terkelola.
TKO Token — Token ekosistem Tokocrypto yang digunakan untuk diskon fee, akses fitur eksklusif, dan program loyalty. Pengguna yang hold TKO mendapat benefit trading.
P2P Trading — Fasilitas jual beli peer-to-peer untuk pengguna yang ingin trading langsung dengan sesama pengguna tanpa melalui order book utama.
KYC dan Onboarding
Proses registrasi dan KYC Tokocrypto memerlukan NIK, foto KTP, dan selfie. Verifikasi biasanya selesai dalam beberapa jam hingga satu hari kerja. Deposit fiat bisa dilakukan via transfer bank atau dompet digital — mirip dengan Indodax.
Persaingan dengan Pintu dan Rekeningku
Tokocrypto bermain di segmen yang sama dengan Pintu dan Indodax: exchange crypto Indonesia berlisensi yang melayani pengguna retail. Pintu lebih fokus ke UX mobile-first untuk pemula. Tokocrypto dan Indodax lebih lengkap untuk trader yang butuh fitur lebih dalam.
Dari sisi pertumbuhan, Tokocrypto sempat agresif beriklan dan membangun komunitas, tapi Indodax tetap memimpin dalam jumlah pengguna aktif karena rekam jejak yang lebih panjang sejak 2014.
⚠️ Disclaimer: Terdaftar di Bappebti tidak berarti terbebas dari risiko pasar. Harga crypto bisa bergerak ekstrem, dan potensi rugi selalu ada. Investasi sesuai kemampuan finansial.
WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.
Lihat Jadwal Kelas →Pertanyaan Umum
Apa hubungan Tokocrypto dengan Binance?
Binance pernah memiliki saham mayoritas Tokocrypto, dan platform Tokocrypto menggunakan teknologi serta infrastruktur dari Binance. Pada 2023, Binance melepas kepemilikan mayoritas ini karena tekanan regulasi global. Tokocrypto kini beroperasi lebih mandiri, tapi warisan teknologi Binance tetap terasa di sistem tradingnya.
Apakah Tokocrypto lebih baik dari Indodax?
Tergantung kebutuhan. Tokocrypto unggul di fee (0,10% vs 0,30% Indodax) dan lebih banyak pilihan pair trading. Indodax unggul di jumlah pengguna dan reputasi yang lebih lama. Keduanya legal dan terdaftar Bappebti, jadi pilihan bergantung pada preferensi antarmuka dan fee.