Kamus Crypto

Apa Itu Put/Call Ratio? Indikator Sentimen Pasar Crypto

Put/call ratio adalah rasio volume put vs call options. Rasio >1 berarti bearish, <0.7 berarti bullish — panduan baca sentimen pasar crypto.

OptionsSentimenTrading

Put/call ratio (PCR) adalah angka yang membandingkan volume kontrak put options dengan call options dalam periode tertentu. Di pasar crypto, PCR Bitcoin di Deribit sering bergerak antara 0.4 hingga 1.8 tergantung kondisi pasar — angka ini menjadi salah satu cara paling langsung untuk membaca sentimen pelaku options.

Cara Menghitung dan Membaca PCR

Rumusnya sederhana:

PCR = Volume Put Options ÷ Volume Call Options

Contoh konkret: jika dalam 24 jam terdapat 15.000 kontrak put dan 20.000 kontrak call diperdagangkan, maka PCR = 0.75 — termasuk zona netral-bullish.

Interpretasi umum:

Rentang PCRSentimen
< 0.7Bullish (dominasi call)
0.7 – 1.0Netral
> 1.0Bearish (dominasi put)
> 1.5Ekstrem bearish / potensi contrarian bullish

PCR bisa dihitung berdasarkan volume (jumlah kontrak diperdagangkan) atau open interest (kontrak yang masih aktif). Keduanya memberikan sudut pandang berbeda — volume lebih sensitif terhadap sentimen harian, sementara open interest menggambarkan posisi yang diakumulasi lebih panjang.

PCR di Pasar Crypto: Deribit dan CoinGlass

Berbeda dari saham tradisional yang mengacu ke CBOE Put/Call Ratio, pasar crypto options terkonsentrasi di Deribit — platform yang menguasai lebih dari 80% volume options BTC dan ETH global per 2025.

Data PCR crypto bisa diakses lewat:

  • Deribit langsung di tab “Statistics”
  • CoinGlass — agregator yang menyajikan PCR historis dengan visualisasi
  • Greeks.live — fokus ke options analytics termasuk PCR per expiry

Satu hal yang perlu dipahami: options crypto memiliki skew yang berbeda dari saham. Di pasar saham, PCR rata-rata historis ada di sekitar 0.7 karena investor lebih sering beli put untuk hedging. Di crypto, baseline PCR bisa lebih rendah karena banyak trader menggunakan call options untuk leverage — ini berarti PCR 0.5 di crypto belum tentu seagresif di ekuitas.

PCR juga bisa dilihat per expiry. PCR untuk kontrak yang expired minggu ini biasanya lebih volatile dan mencerminkan spekulasi jangka pendek, sementara PCR untuk expiry 3 bulan ke depan lebih mencerminkan pandangan jangka menengah institusi.

PCR sebagai Indikator Contrarian

Salah satu penggunaan paling menarik dari PCR adalah sebagai contrarian signal — artinya, nilai ekstrem justru bisa menunjukkan arah sebaliknya.

Logikanya: ketika PCR sangat tinggi (misalnya di atas 1.5), artinya sangat banyak pelaku pasar yang sudah membeli put — bertaruh harga turun. Jika semua orang sudah bearish dan sudah masuk posisi, tekanan jual yang tersisa di pasar menjadi lebih kecil. Ini sering terjadi di titik capitulation.

Pada Maret 2024 sebelum BTC breakout ke $73.000, PCR Deribit sempat menyentuh zona rendah di bawah 0.5 selama beberapa minggu — sinyal bahwa pasar sangat bias ke atas, yang memang terbukti.

Sebaliknya, PCR sangat rendah (di bawah 0.4) berarti pasar terlalu optimis. Kondisi seperti ini sering mendahului koreksi karena tidak ada lagi bahan bakar bullish yang tersisa.

Namun penting: PCR bukan sinyal beli/jual langsung. Ini lebih tepat dibaca sebagai konteks sentimen yang dikombinasikan dengan indikator lain seperti funding rate, data futures contract, atau analisis teknikal.

Keterbatasan PCR

PCR punya beberapa batasan yang perlu dipahami sebelum menggunakannya:

1. Pasar options crypto masih relatif kecil Volume options BTC dan ETH jauh lebih kecil dibanding spot atau futures. Satu transaksi besar dari satu institusi bisa menggerakkan PCR secara signifikan tanpa mencerminkan sentimen umum pasar.

2. Penggunaan options beragam Tidak semua pembelian put berarti trader bearish. Banyak holder BTC membeli put sebagai hedging portofolio — bukan karena mereka yakin harga turun. Ini bisa membuat PCR terlihat lebih bearish dari kenyataan.

3. Skew dan Greeks lebih dalam dari PCR saja PCR hanya melihat volume, tidak memperhitungkan strike price atau expiry. Dua pasar dengan PCR yang sama bisa memiliki struktur yang sangat berbeda jika put yang dibeli adalah deep out-of-the-money (spekulasi) vs at-the-money (hedging serius).

4. Lag dalam data open interest PCR berbasis open interest diperbarui harian, sehingga kurang responsif untuk keputusan trading intraday.

Untuk konteks yang lebih lengkap, banyak trader mengombinasikan PCR dengan funding rate dari pasar perpetual futures — keduanya mengukur sentimen dari sudut yang berbeda namun saling melengkapi.

Kesimpulan

Put/call ratio adalah alat sederhana namun informatif untuk membaca suhu sentimen pasar options crypto. Rasio di atas 1.0 menandakan tekanan bearish dominan, sementara di bawah 0.7 menunjukkan optimisme. Yang membuat PCR menarik bukan hanya pembacaan langsung, tapi juga potensi contrarian-nya — nilai ekstrem di kedua ujung sering mendahului pembalikan arah. Seperti semua indikator sentimen, PCR paling berguna sebagai satu lapisan dalam analisis, bukan sinyal tunggal.

💡 Mau belajar lebih dalam? Kelas WhaleX mengajarkan strategy dan eksekusi nyata, bukan hanya teori. Lihat kelas tersedia →

⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal.

Belajar DeFi Langsung — Bukan Hanya Teori

WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.

Lihat Jadwal Kelas →

Pertanyaan Umum

Berapa nilai put/call ratio yang dianggap bearish?

Rasio di atas 1.0 dianggap bearish karena volume put options lebih banyak dari call, artinya mayoritas pelaku pasar bertaruh harga akan turun.

Apakah put/call ratio bisa dipakai di pasar crypto?

Ya. Data PCR crypto tersedia di platform seperti Deribit dan CoinGlass, dengan BTC dan ETH options sebagai yang paling likuid dan representatif.

Bagaimana cara membaca put/call ratio sebagai sinyal contrarian?

PCR sangat tinggi (>1.5) justru bisa jadi sinyal bullish karena pasar terlalu pesimis — saat semua sudah menjual put, tekanan jual sering sudah habis.