Kamus Crypto

Reserve Factor: Potongan Bunga di Lending Protocol yang Masuk Kas Protokol

Reserve Factor adalah persentase bunga pinjaman yang dipotong otomatis untuk kas protokol DeFi, bukan diberikan ke deposan.

DeFiLending

Reserve Factor adalah parameter di lending protocol yang menentukan berapa persen dari bunga pinjaman masuk ke kas (treasury) protokol alih-alih dibagikan ke deposan. Ini adalah cara protokol DeFi menghasilkan pendapatan untuk mendanai operasional, pengembangan, dan cadangan risiko.

Cara Kerja Reserve Factor

Ketika peminjam membayar bunga, protokol membagi pembayaran tersebut menjadi dua bagian:

  1. Bagian deposan — dibagikan ke semua penyedia likuiditas proporsional
  2. Bagian kas protokol — disimpan sebagai reserve sesuai Reserve Factor yang ditetapkan governance

Contoh konkret di Aave v3 (USDC di Ethereum):

Supply APY yang diterima deposan: 8% × (1 - 10%) × 80% = 5,76% per tahun

Tanpa Reserve Factor, supply APY-nya akan menjadi 8% × 80% = 6,4%. Selisih 0,64% per tahun itulah yang masuk ke treasury Aave.

Reserve Factor Berbeda per Aset

Protokol biasanya menetapkan Reserve Factor lebih tinggi untuk aset yang lebih berisiko atau kurang likuid. Di Aave misalnya:

  • USDC/USDT: Reserve Factor 10%
  • WBTC: Reserve Factor 20%
  • Aset long-tail (altcoin kecil): bisa 35-45%

Logikanya — aset yang lebih volatile perlu cadangan lebih besar untuk menutup potensi bad debt.

Hubungan dengan Protocol Revenue

Dana yang terkumpul dari Reserve Factor menjadi protocol revenue yang dikelola oleh DAO. Penggunaannya bergantung pada keputusan governance:

  • Cadangan untuk menutup shortfall jika terjadi bad debt
  • Buyback dan burn token governance
  • Hibah developer dan audit keamanan
  • Distribusi ke staker token governance

Di Compound, parameter serupa disebut “reserve factor” dan reserve yang terkumpul bisa digunakan untuk meng-cover kerugian jika ada pinjaman yang tidak terbayar.

Cara Membaca Reserve Factor Sebelum Deposit

Sebelum deposit ke lending protocol, cek tiga angka ini:

  1. Borrow APY — bunga yang dibayar peminjam
  2. Reserve Factor — potongan untuk protokol
  3. Utilization Rate — berapa persen likuiditas yang sedang dipinjam

Supply APY ≈ Borrow APY × (1 - Reserve Factor) × Utilization Rate

Formula ini tidak 100% akurat untuk semua protokol karena model interest rate berbeda-beda, tapi cukup untuk estimasi kasar.

Mengapa Reserve Factor Penting untuk Investor

Jika Anda membandingkan supply APY antar protokol, Reserve Factor yang tinggi bisa membuat satu protokol terlihat kurang menarik meski borrow demand-nya sama. Protokol dengan Reserve Factor rendah memberikan lebih banyak ke deposan di jangka pendek, tapi mungkin punya cadangan lebih tipis untuk situasi darurat.

⚠️ Disclaimer: Reserve Factor adalah parameter yang bisa diubah oleh governance. Selalu cek nilai terkini langsung di dashboard protokol sebelum deposit. Investasi di DeFi mengandung risiko kehilangan modal.

Mau Tahu Berapa Modal untuk Pensiun Dini?

Kelas gratis WhaleX: blueprint FIRE (Financial Independence, Retire Early) pakai strategi DeFi.

Ikut Kelas FIRE Gratis →

Pertanyaan Umum

Apa itu Reserve Factor di DeFi?

Reserve Factor adalah persentase dari bunga yang dibayar peminjam yang dialihkan ke kas protokol, bukan ke deposan. Misalnya Reserve Factor 10% berarti dari setiap 100 USDC bunga yang diterima, 10 USDC masuk ke treasury protokol dan 90 USDC dibagi ke pemasok likuiditas.

Mengapa Reserve Factor memengaruhi Supply APY saya?

Semakin tinggi Reserve Factor, semakin kecil bagian bunga yang sampai ke deposan. Jika borrow APY 8% dan Reserve Factor 20%, supply APY efektif hanya sekitar 6,4% (dikalikan utilization rate). Reserve Factor berbeda-beda per aset, jadi cek angkanya sebelum deposit.