Kamus Crypto

ROI (Return on Investment): Rumus, Contoh, dan Batasannya

ROI mengukur efisiensi investasi dalam persentase — rumus lengkap, contoh perhitungan untuk saham/crypto/bisnis, dan kapan ROI bisa menyesatkan.

ROITradFi

ROI (Return on Investment) adalah metrik yang mengukur efisiensi sebuah investasi — berapa keuntungan yang dihasilkan relatif terhadap modal yang ditanamkan. ROI dinyatakan dalam persentase sehingga bisa membandingkan investasi dengan modal berbeda secara adil.

Rumus ROI

ROI = (Keuntungan Bersih / Biaya Investasi) × 100%

Atau versi lengkapnya:

ROI = ((Nilai Akhir - Nilai Awal - Biaya) / Nilai Awal) × 100%

Contoh 1 — Saham: Beli 1.000 lembar saham Bank BRI di Rp 4.500, dapat dividen Rp 200/lembar, jual di Rp 5.200. Biaya broker 0,2%.

  • Modal: Rp 4.500 × 1.000 = Rp 4.500.000
  • Dividen: 1.000 × 200 = Rp 200.000
  • Hasil jual: Rp 5.200.000 - biaya 0,1% = Rp 5.194.800
  • Biaya beli: Rp 4.500.000 + 0,15% = Rp 4.506.750
  • ROI = (5.194.800 + 200.000 - 4.506.750) / 4.506.750 × 100% = 19,7%

Contoh 2 — Crypto: Beli Solana Rp 2 juta, jual Rp 3,4 juta. Biaya gas + trading fee Rp 50.000. ROI = (3.400.000 - 2.000.000 - 50.000) / 2.000.000 × 100% = 67,5%

ROI Tidak Memperhitungkan Waktu

Ini batasan terbesar ROI. ROI 100% sangat berbeda artinya jika dicapai dalam 1 tahun vs 10 tahun.

Untuk perbandingan yang adil antar periode waktu berbeda, gunakan Annualized ROI (CAGR):

CAGR = (1 + ROI)^(1/n) - 1, di mana n = jumlah tahun

ROI 200% dalam 5 tahun = CAGR (1 + 2)^(1/5) - 1 = 24,6% per tahun — bukan 200/5 = 40% per tahun.

ROI untuk Bisnis vs Investasi Finansial

Dalam konteks bisnis, ROI memperhitungkan lebih banyak variabel:

  • Biaya operasional
  • Biaya waktu dan tenaga
  • Opportunity cost (modal bisa dipakai untuk investasi lain)

Investor crypto yang menghitung “ROI” sering lupa memasukkan waktu yang dihabiskan untuk riset, biaya gas, dan risiko yang diambil — sehingga ROI terlihat lebih tinggi dari yang sebenarnya.

Hubungan ROI dengan Metrik Lain

MetrikKelebihanKeterbatasan
ROISederhana, universalTidak mempertimbangkan waktu
Return / CAGRMemperhitungkan waktuTidak untuk arus kas berlapis
IRRUntuk arus kas tidak regulerLebih kompleks, perlu software
NPVNilai absolut dalam rupiahButuh asumsi discount rate

ROI Negatif

ROI negatif artinya rugi. ROI -40% berarti Anda kehilangan 40% modal. Dalam crypto, ini sangat umum — Bitcoin pernah turun 83% dari ATH pada 2018, artinya ROI -83% bagi yang beli di puncak.

ROI negatif bukan selalu buruk jika Anda bisa cut loss lebih cepat dari yang seharusnya — better -20% sekarang daripada -80% kemudian.

⚠️ Disclaimer: ROI tinggi di masa lalu tidak menjamin hasil serupa di masa depan. Investasi dengan ROI potensial tinggi biasanya disertai risiko kehilangan modal yang juga tinggi.

Mau Tahu Berapa Modal untuk Pensiun Dini?

Kelas gratis WhaleX: blueprint FIRE (Financial Independence, Retire Early) pakai strategi DeFi.

Ikut Kelas FIRE Gratis →

Pertanyaan Umum

Bagaimana cara menghitung ROI?

ROI = (Keuntungan Bersih / Biaya Investasi) × 100%. Keuntungan bersih = nilai akhir - nilai awal (dikurangi semua biaya). Contoh: beli ETH Rp 10 juta, jual Rp 14 juta, biaya trading Rp 200.000. ROI = (14.000.000 - 10.000.000 - 200.000) / 10.000.000 × 100% = 38%.

ROI berapa persen yang bagus untuk investasi?

Tidak ada angka universal — bergantung pada jenis investasi dan jangka waktu. Deposito 5%/tahun itu normal. ROI 20%/tahun dari saham sangat bagus. ROI 50% dari crypto dalam sebulan terdengar luar biasa tapi risikonya juga sangat tinggi. Yang penting: bandingkan ROI dengan biaya peluang (berapa yang bisa Anda dapat dari alternatif investasi dengan risiko serupa).