Saham: Bukti Kepemilikan Perusahaan dan Cara Profit dari Pertumbuhannya
Saham adalah bukti kepemilikan sebagian kecil perusahaan — pemegang saham berhak atas dividen dan kenaikan nilai perusahaan, tapi juga menanggung.
Saham adalah instrumen keuangan yang merepresentasikan kepemilikan sebagian kecil suatu perusahaan. Ketika perusahaan menerbitkan saham ke publik melalui IPO (Initial Public Offering), siapa pun bisa membeli bagian kecil dari perusahaan tersebut dan menjadi pemegang saham.
Dua Cara Profit dari Saham
Capital Gain: Selisih harga jual dan harga beli. Beli TLKM di Rp 3.200, jual di Rp 3.800 = profit Rp 600 per lembar. Di Indonesia, capital gain saham dikenakan pajak 0,1% dari nilai transaksi jual (bukan dari profit), dipotong langsung oleh broker.
Dividen: Bagian laba yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham, biasanya sekali atau dua kali setahun. Dividen yield (dividen per lembar dibagi harga saham) saham Indonesia biasanya 2-5% per tahun untuk perusahaan matang. Pajak dividen 10%.
Contoh Perhitungan Nyata
Misalkan Anda beli 10 lot saham BBRI di Rp 5.000 per lembar:
- Modal: 10 lot × 100 lembar × Rp 5.000 = Rp 5.000.000
- Setahun kemudian harga Rp 5.800, plus dividen Rp 200/lembar
- Capital gain: (5.800 - 5.000) × 1.000 lembar = Rp 800.000
- Dividen: 200 × 1.000 = Rp 200.000 (sebelum pajak)
- Total return: ~Rp 1.000.000 atau 20% dalam setahun
Tapi ini skenario baik — saham juga bisa turun. BBRI sempat turun dari Rp 4.600 ke Rp 3.100 di 2022 (-33%) sebelum pulih.
Saham vs Instrumen Lain
Dibandingkan deposito dan obligasi, saham punya potensi return lebih tinggi jangka panjang, tapi juga risiko lebih besar karena harganya bisa turun signifikan dalam jangka pendek. IHSG sendiri pernah turun 50% di 2008 dan 40% di awal 2020.
Itulah kenapa saham umumnya disarankan untuk investasi dengan horizon minimal 5 tahun — jangka waktu ini memberikan cukup ruang untuk pemulihan dari koreksi pasar.
Jenis Saham di Indonesia
Saham LQ45: 45 saham paling likuid di BEI, biasanya blue chip. Contoh: BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, ASII.
Saham IDX30: Top 30 saham dari LQ45, lebih terkonsentrasi ke perusahaan terbesar.
Saham di luar indeks: Saham perusahaan lebih kecil (small cap), potensi return lebih tinggi tapi risiko lebih besar dan likuiditas lebih rendah.
Lihat juga obligasi, dividen, portofolio investasi, dan return.
⚠️ Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko kerugian, termasuk kehilangan seluruh modal. Harga saham bisa turun karena faktor perusahaan, industri, maupun kondisi ekonomi makro. Lakukan riset sebelum berinvestasi.
Kelas gratis WhaleX: blueprint FIRE (Financial Independence, Retire Early) pakai strategi DeFi.
Ikut Kelas FIRE Gratis →Pertanyaan Umum
Apa itu saham dan bagaimana cara menghasilkan uang darinya?
Saham adalah kepemilikan fraksional suatu perusahaan. Profit datang dari dua sumber: capital gain (harga saham naik dari harga beli) dan dividen (bagian laba yang dibagikan perusahaan). Misalnya beli 1.000 lembar saham BBCA di Rp 9.000, jika naik ke Rp 11.000 Anda gain Rp 2 juta. Ditambah dividen jika perusahaan membagikannya.
Berapa modal minimal untuk beli saham di Indonesia?
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham dijual per lot (1 lot = 100 lembar). Jadi modal minimal tergantung harga per lembar saham. Saham murah bisa mulai dari Rp 50.000-100.000 per lot. Saham blue chip seperti BBCA bisa Rp 850.000-900.000 per lot (Rp 8.500-9.000 per lembar x 100).