Kamus Crypto

Tether Controversy: Mengapa Transparansi USDT Dipertanyakan sejak 2017

Rangkuman kontroversi Tether (USDT) — dari klaim cadangan 1:1, denda CFTC $41 juta, hingga kenapa pasar tetap memakai USDT meski risikonya nyata.

TetherControversy

Tether (USDT) adalah stablecoin terbesar di dunia berdasarkan volume transaksi dan market cap, tapi juga yang paling banyak dipertanyakan transparansinya. Kontroversi ini bukan sekadar spekulasi — ada catatan hukum, denda regulasi, dan inkonsistensi laporan yang terdokumentasi selama hampir satu dekade.

Awal Mula Keraguan (2017–2019)

Masalah mulai terkuak ketika Tether dan Bitfinex (exchange crypto yang berbagi manajemen sama) kehilangan akses ke perbankan tradisional. Pada tahun 2017, analis mulai mempertanyakan: kalau Tether tidak punya rekening bank yang bisa diverifikasi, dari mana backing-nya?

Sebuah studi akademis dari University of Texas (2018) oleh John Griffin dan Amin Shams mengklaim menemukan korelasi antara pencetakan USDT baru dengan kenaikan harga Bitcoin — seolah USDT dipakai untuk “membeli” Bitcoin tanpa backing nyata. Studi ini kontroversial dan Tether membantahnya, tapi memicu gelombang skeptisisme yang tidak pernah benar-benar hilang.

Denda CFTC 2021: Pengakuan yang Mahal

Oktober 2021, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) AS mendenda Tether $41 juta. Dalam dokumen resmi CFTC, disebutkan bahwa:

  • Tether mengklaim USDT 100% dijamin dolar, tapi kenyataannya antara 2016 dan 2018 ada periode di mana cadangan tidak cukup menutup supply USDT yang beredar.
  • Cadangan sebagian tersimpan dalam aset non-dolar termasuk surat utang korporasi dan aset lain yang tidak likuid instan.

Tether membayar denda tanpa mengakui atau menyangkal temuan — praktik standar settlement regulasi AS. Tapi dokumen CFTC menjadi bukti tertulis bahwa klaim cadangan penuh pernah tidak akurat.

Laporan Cadangan yang Tidak Diaudit Penuh

Sejak 2021, Tether menerbitkan “attestation” — laporan yang dibuat oleh firma akuntansi BDO Italia yang mengonfirmasi cadangan pada satu titik waktu tertentu. Ini berbeda dari audit penuh yang memeriksa buku keuangan secara menyeluruh sepanjang periode.

Komposisi cadangan Tether per 2024 (berdasarkan attestation mereka sendiri) antara lain:

  • ~80% dalam US Treasury bills dan cash equivalent
  • Sisanya dalam aset lain termasuk Bitcoin, obligasi korporasi, dan pinjaman ke perusahaan afiliasi

Komponen “pinjaman ke afiliasi” ini khususnya dipertanyakan — artinya sebagian cadangan USDT adalah utang dari pihak terkait yang sulit diverifikasi independen.

Kenapa Pasar Tetap Memakai USDT

Paradoks Tether adalah bukti bahwa di crypto, utilitas mengalahkan kepercayaan. USDT adalah stablecoin paling likuid, punya pasangan trading terbanyak, dan diterima di hampir semua exchange. Untuk trader yang butuh masuk-keluar posisi cepat, tidak ada alternatif yang sama likuidnya.

Selain itu, beberapa kejadian besar — crash 2018, crash LUNA/Terra 2022, krisis SVB 2023 — tidak mengakibatkan depeg permanen USDT. Setiap kali terjadi tekanan redemption besar, Tether berhasil mempertahankan peg di $1 (dengan deviasi singkat).

Alternatif dan Perbandingan Risiko

Circle USDC sering diposisikan sebagai alternatif yang lebih transparan — dengan audit bulanan oleh Deloitte dan cadangan hanya di US Treasury dan cash bank teregulasi. Tapi USDC juga sempat depeg saat SVB collapse karena eksposur ke bank tersebut.

USDT Dominance di pasar stablecoin menunjukkan bahwa meski kontroversi ada, mayoritas pengguna crypto masih memilih USDT. Dan Stablecoin Market Cap total terus tumbuh, sebagian besar karena pertumbuhan USDT itu sendiri.

⚠️ Disclaimer: Kontroversi Tether adalah risiko nyata yang perlu diperhitungkan dalam manajemen portofolio. Jangan menyimpan jumlah besar dalam USDT untuk jangka panjang tanpa memahami risiko counterparty ini.

Mau Tahu Berapa Modal untuk Pensiun Dini?

Kelas gratis WhaleX: blueprint FIRE (Financial Independence, Retire Early) pakai strategi DeFi.

Ikut Kelas FIRE Gratis →

Pertanyaan Umum

Apa inti kontroversi Tether?

Kontroversi utama Tether adalah klaim bahwa setiap 1 USDT dijamin oleh 1 dolar AS di rekening bank. Selama bertahun-tahun, Tether tidak pernah memberikan audit independen yang memverifikasi klaim ini. Pada 2021, CFTC mendenda Tether $41 juta karena terbukti pernah tidak memiliki cadangan penuh selama sebagian periode 2016–2018.

Apakah USDT aman dipakai?

USDT sudah bertahan lebih dari 10 tahun tanpa collapse, dan beberapa krisis besar tidak membuatnya depeg permanen. Tapi risikonya tetap ada — kalau cadangan Tether tidak cukup saat terjadi redemption massal, USDT bisa kehilangan peg-nya. Untuk jumlah besar atau jangka panjang, diversifikasi ke USDC lebih prudent.