Perbandingan

Drift Protocol vs Hyperliquid: Perp DEX Solana vs Chain Sendiri

Drift Protocol vs Hyperliquid: Drift adalah perp DEX di Solana dengan hybrid dLOB+vAMM, Hyperliquid membangun L1 sendiri dengan order book penuh.

DriftHyperliquidPerpetual DEX

Drift Protocol dan Hyperliquid sama-sama perpetual DEX terkemuka, tapi memilih jalur arsitektur berbeda: Drift memakai Solana sebagai chain host dengan hybrid dLOB+vAMM, Hyperliquid membangun blockchain L1 sendiri dengan order book penuh.

KriteriaDrift Protocol (Solana)Hyperliquid (HyperL1)
Tempat deployDi atas Solana (SVM)L1 custom sendiri (HyperBFT)
Model orderHybrid dLOB (on-chain order book) + vAMM fallbackCentral limit order book (CLOB) penuh
Leverage maksimalHingga 50x (pasangan populer)Hingga 50x (pasangan populer)
Gas fee tradingAda (biaya Solana, sangat rendah)Nol untuk trading
Limit order / stop lossYa, via dLOBYa, penuh seperti CEX
Sebagai LPVault (mis. JLP, JIT) sebagai counterparty traderHLP vault sebagai counterparty trader
Pangsa pasar perpetual DEXBesar di ekosistem Solana, lebih kecil dari Hyperliquid secara globalPuluhan miliar dolar volume per bulan, dominan di kategori perp DEX
Penanganan insiden JELLY-likeToken dalam listing bisa di-delist oleh tim Drift; campuran tindakan governance + market maker interventionIntervensi validator manual delist JELLY 2025
Umur protokolSejak 2022Sejak 2023

Drift: Hybrid dLOB + vAMM di Solana

Drift Protocol memanfaatkan kecepatan Solana untuk membangun DEX perpetual dengan mekanisme hybrid. dLOB (decentralized limit order book) di Solana memungkinkan limit order on-chain, sementara vAMM (virtual AMM) bertindak sebagai fallback likuiditas saat order book tipis — memastikan order selalu bisa diisi walau market maker belum mendominasi. Drift juga memperluas ke vault (JLP, JIT), spot perps, dan money-market style features.

Trade-off utamanya: Drift tunduk pada kondisi Solana. Saat Solana congested (seperti beberapa insiden 2024 terkait priority fee dan MEV), Drift ikut terdampak walau tidak ada exploit pada core protocol.

Hyperliquid: Order Book di L1 Sendiri

Hyperliquid memilih jalan yang lebih ambitious: membangun HyperL1, blockchain custom dengan consensus HyperBFT dioptimalkan untuk trading berkecepatan tinggi. Hasilnya: order book penuh yang menyerupai pengalaman Binance Futures — limit order, conditional order, sub-second finality, dan gas fee nol untuk trading. Likuidistas disediakan oleh HLP vault yang menanggung risiko sebagai counterparty trader.

Trade-off dari desain ini: validator set Hyperliquid masih relatif terbatas (puluhan validator), jauh lebih terpusat dibanding Solana atau Ethereum. Baca Review Hyperliquid untuk latar belakang.

Fee dan Pengalaman Trading

Hyperliquid menang di sisi fee trading: taker fee sekitar 0.025%, maker fee negatif (rebate), gas fee nol. Drift memungut fee trading di atas biaya Solana — biaya Solana sendiri sudah sangat rendah, tetapi tetap bukan nol. Untuk trader frekuensi tinggi, selisih fee ini signifikan dalam jangka panjang.

Sisi lain: Drift lebih multi-pair untuk ekosistem Solana (salah satu pasar utama SOL, JLP, JTO, dll), sementara Hyperliquid unggul di pasangan major (BTC, ETH, SOL) dengan depth sangat dalam.

Likuiditas dan Pangsa Pasar

Berdasarkan data volume yang dipublikasikan pada 2025-2026, Hyperliquid memegang pangsa pasar mayoritas dari total volume perpetual DEX. Drift tetap menjadi pemain utama di ekosistem Solana dengan volume miliaran dolar per bulan, walau kurang dominan secara global dibanding Hyperliquid. Banyak aliran trading Solana mengarah ke Drift karena Drift terintegrasi dengan wallet Solana (Phantom, Backpack) dan ekosistem aggregator Jupiter.

Risiko sebagai Liquidity Provider

Baik JLP/vault Drift maupun HLP Hyperliquid menempatkan LP sebagai counterparty trader — bukan yield pasif tanpa risiko. Hyperliquid pernah mengalami insiden manipulasi oracle pada token JELLY (2025), memaksa HLP menanggung kerugian besar dan berujung pada intervensi manual validator untuk delist. Drift belum mengalami insiden semacam itu pada skala setara, tetapi struktur mekanisme serupa berarti risikonya tetap ada, termasuk saat oracle termanipulasi atau token illiquid.

Mana Cocok untuk Siapa

Pilih Drift jika:

  • Sering trading pasangan ekosistem Solana (SOL, JLP, JTO, dll) yang belum ada di Hyperliquid
  • Menginginkan exposure ke vault seperti JLP (Solana-native yield vault) sebagai counterparty trader
  • Lebih nyaman dengan wallet Solana (Phantom, Backpack) sebagai flow natural

Pilih Hyperliquid jika:

  • Trader aktif untuk pasangan major (BTC, ETH, SOL, Hyperliquid coins) dengan depth paling dalam
  • Mengutamakan order book penuh yang menyerupai pengalaman CEX, dengan gas fee nol
  • Nyaman dengan trade-off desentralisasi yang lebih rendah demi performa (validator set terbatas)

Untuk pemula: kedua platform menggunakan leverage yang bisa menghapus modal dengan cepat. Pahami liquidation price dan funding rate sebelum membuka posisi. Lihat juga perbandingan perp DEX selain Hyperliquid untuk konteks lanskap.

Kesimpulan

Drift dan Hyperliquid adalah dua mazhab desain perpetual DEX — Drift memanfaatkan infrastruktur Solana dengan hybrid model, Hyperliquid membangun L1 sendiri dengan order book penuh. Keduanya cocok untuk profil pengguna yang berbeda, bukan satu pemenang mutlak.

Baca juga GMX vs Hyperliquid untuk model perp DEX lain berbasis AMM/pool, dan Review Drift Protocol untuk analisis mendalam Drift.

⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal. Trading perpetual futures dengan leverage berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kehilangan seluruh modal. Volume, fee, dan pangsa pasar dapat berubah — selalu cek data terkini sebelum memilih platform.

Mau Masuk Web3 Tanpa Rekening Bank?

Elite Vault WhaleX: join membership via USDC di Base Network — akses penuh tanpa proses bank tradisional.

Lihat Elite Vault →

Pertanyaan Umum

Apa perbedaan utama Drift dan Hyperliquid?

Drift Protocol adalah perpetual DEX yang deploy di Solana, memakai model hybrid antara order book on-chain (dLOB) dan vAMM untuk pricing dan likuiditas fallback. Hyperliquid tidak deploy di chain publik lain — mereka membangun blockchain L1 sendiri (Hyperliquid L1) dengan central limit order book (CLOB) penuh seperti Binance Futures. Drift menggunakan infrastruktur Solana (SVM, fast finality), Hyperliquid punya konsensus HyperBFT kustom dan gas fee nol untuk trading.

Mana yang lebih aman, Drift atau Hyperliquid?

Tidak ada yang mutlak lebih aman, risikonya beda jenis. Drift membawa risiko smart contract di Solana ditambah risiko dependensi upstream Solana (network congestion pernah terjadi, misalnya insiden MEV 2024). Hyperliquid menjalankan validator set sendiri yang masih relatif terbatas (puluhan validator) sehingga lebih terpusat; pernah mengalami insiden manipulasi oracle token JELLY 2025 yang menyebabkan kerugian HLP dan intervensi validator untuk delist. Keduanya juga membawa risiko sebagai liquidity provider yang bisa merugi jika trader banyak profit.