Perbandingan

Reku vs Pintu: Perbandingan Biaya dan Fitur

Reku vs Pintu — dua exchange lokal Indonesia. Reku unggul di fitur trading Advance, Pintu di UX pemula dan learn-to-earn.

ExchangeRekuPintu

Reku (sebelumnya dikenal sebagai Rekeningku) dan Pintu adalah dua exchange lokal Indonesia yang sering diperbandingkan untuk pengguna yang butuh onramp rupiah sederhana. Keduanya terdaftar Bappebti, menerapkan KYC berbasis KTP, dan punya aplikasi mobile-first. Pembeda utama: Reku lebih cocok untuk trader yang ingin Advance Trade dengan fee lebih kompetitif, Pintu lebih ramah untuk pemula yang baru pertama kali membeli crypto.

Profil Singkat

Reku merupakan produk dari PT Reku Berdigita Kencana, sudah beroperasi sejak 2018 — salah satu exchange lokal lebih awal di Indonesia. Dikenal dengan dua mode aplikasi: Reku Simple (untuk pemula, beli/jual instan) dan Reku Advance Trade (untuk trader, order book penuh dengan chart teknikal).

Pintu diluncurkan 2020 oleh tim Ledger8, mendapat pendanaan dari Tiger Global, Pantera, dan Coinbase Ventures. Fokus utamanya adalah UX pemula, dengan Pintu Academy sebagai program edukasi (termasuk token sebagai reward), Pintu Picks (rekomendasi terkurasi), dan Auto-Buy untuk DCA praktis.

Tabel Perbandingan

AspekRekuPintu
Tahun berdiri20182020
Status BappebtiTerdaftarTerdaftar
Mode aplikasiSimple & Advance Trade (dua mode)Satu mode, terkurasi untuk pemula
Fee trading retailVariabel, Advance Trade ~0,15–0,25% maker/takerSekitar 0,3% per transaksi
Aset listingRatusan pasangan, termasuk altcoin lebih variatifPuluhan aset terkurasi
Deposit/withdraw IDRYa, via bank lokal & e-walletYa, via bank transfer lokal
Staking & earnAda (Reku Earn)Ada, Pintu Picks & Auto-Buy
Learn-to-earnKampanye terbatasPintu Academy (reward token)
Daya tarik utamaFee rendah + Advance Trade untuk traderUX ramah pemula + edukasi
Bahasa UIIndonesia & InggrisIndonesia & Inggris

Fee dan Mode Trading

Reku unggul di mode Advance Trade. Untuk trader yang biasa lihat order book, pakai chart, dan pasang limit order, fee Reku bisa turun ke kisaran 0,15% maker / 0,25% taker (angka terkini bisa berbeda — cek situs resmi). Sementara mode Simple cocok untuk pemula, biayanya relatif lebih tinggi karena pakai spread mark-up.

Pintu tidak punya mode Advance Trade. Mereka memilih satu jalur pengalaman: konfirmasi transaksi sederhana, biaya ditampilkan jelas (sekitar 0,3% per transaksi pada aplikasi retail), dan menu utama ringkas. Untuk pemula yang cuma butuh beli BTC, ETH, atau stablecoin kecil-kecilan, ini lebih dari cukup.

Trade-off jelas: fee Reku lebih kompetitif untuk volume tinggi, tapi UX Trading Advance butuh waktu belajar. Pintu lebih mahal sedikit tapi prosesnya lebih langsung.

Fitur untuk Pemula

Jika kamu benar-benar mulai dari nol, Pintu Academy patut dipertimbangkan. Mereka memberi token sebagai reward usai menyelesaikan modul edukasi — bukan nilai dolar besar, tapi berguna untuk mengenal mekanisme wallet dan transfer. Reku punya kampanye edukasi serupa namun tidak se-intensif Pintu.

Sebaliknya, kalau kamu sudah tahu riyang baca chart dan ngerti limit vs market order, Pintu bisa terasa lebar. Tidak bisa pasang stop-limit yang kompleks, tidak ada view order book mendalam. Di mode Reku Advance Trade, semua itu tersedia.

Keamanan dan Regulasi

Status Bappebti sepadan untuk kedua exchange, dengan jalur pengaduan domestik lewat Bappebti (atau OJK pasca-transisi). Kustodian dana diatur sesuai ketentuan izin. Risiko operasional tetap ada — termasuk risiko downtime saat market volatile — tapi perlindungan hukum domestik lebih baik dibanding exchange asing tanpa entitas Indonesia.

Mana Cocok untuk Siapa

Cocok pakai Reku jika:

  • Ingin Advance Trade dengan order book dan chart
  • Aktif trading altcoin yang lebih variatif
  • Sensitif terhadap fee dan punya volume sedang-tinggi
  • Sudah memahami konsep limit order dan stop-limit

Cocok pakai Pintu jika:

  • Baru pertama kali beli crypto
  • Butuh UX paling sederhana dengan biaya ditampilkan jelas
  • Tertarik fitur learn-to-earn dan auto-buy (DCA otomatis)
  • Lebih suka aset terkurasi, tidak merasa perlu exposure ke altcoin obscure

Banyak pemula mulai dari Pintu, lalu membuka Reku saat butuh kontrol trading lebih dalam. Sebaliknya jarang terbalik. Tapi ini bukan aturan mutlak — semua kembali ke tahapan kamu.

Kesimpulan

Reku vs Pintu pada dasarnya mempertemukan orientasi trader vs orientasi pemula. Keduanya berizin Bappebti, keduanya punya deposit/withdraw IDR via bank lokal, keduanya aman dari sisi hukum domestik. Pemenangnya bukan rekomendasi absolut, tapi bergantung kebutuhan: fee trading (Reku) vs UX pemula dan edukasi (Pintu).

Baca juga review Reku, review Pintu, dan Indodax vs Pintu untuk perbandingan exchange lokal lainnya.

⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal. Status izin dan struktur fee Bappebti/OJK berubah dari waktu ke waktu — verifikasi langsung di situs resmi Reku dan Pintu sebelum bertransaksi.

Mau Coba Trading Bot Tanpa Ribet Pantau Market?

Kelas gratis WhaleX: dasar-dasar trading bot crypto, dari recurring buy sampai spot grid — cocok untuk pemula.

Ikut Kelas Bot Gratis →

Pertanyaan Umum

Reku atau Pintu, mana yang fee-nya lebih murah?

Reku menawarkan fee trading yang umumnya kompetitif untuk trader aktif di mode Advance Trade, sedangkan Pintu membebankan fee sekitar 0,3% di aplikasi retail. Pemenang biaya bergantung volume — semakin tinggi transaksi, semakin besar selisih yang Reku unggulkan.

Apakah Reku dan Pintu sama-sama aman dan terdaftar Bappebti?

Ya, keduanya terdaftar sebagai Calon Pedagang Aset Keuangan Digital di Bappebti sebelum transisi pengawasan ke OJK. Status regulasi mereka sebanding untuk warga Indonesia.