Perbandingan

Uniswap vs SushiSwap: Perbandingan DEX Ethereum

Uniswap vs SushiSwap — DEX asli Ethereum vs fork paling awal dan sukses. Perbandingan likuiditas, fee tier, model governance, dan ekosistem multi-chain.

UniswapSushiSwapDEX Ethereum

Uniswap dan SushiSwap adalah dua DEX Ethereum paling dikenal — Uniswap adalah pelopor AMM yang asli, SushiSwap adalah fork paling awal dan paling lama bertahan, lahir dari ketegangan komunitas tahun 2020 dan kini tumbuh menjadi protokol dengan identitas sendiri.

AspekUniswapSushiSwap
Kelahiran2018 (v1), 2020 (v2), 2021 (v3), 2024 (v4)2020 (fork Uniswap v2)
Model AMMxy=k (v2), concentrated liquidity (v3), hooks (v4)xy=k, Concentrated liquidity ( Trident), plus BentoBox/Kashi
TokenUNI (governance, revenue switch masih diperdebatkan)SUSHI (governance + revenue sharing via xSUSHI)
Fee tier0.01%, 0.05%, 0.3%, 1% (v3), customizable (v4)0.25% default v2-style, beberapa pool 0.01–0.3%
ChainEthereum, Arbitrum, Optimism, Base, Polygon, BNB30+ chain termasuk banyak chain kecil
Fee LP dibagikan ke token holderBelum aktif penuh (debat governance)Ya, lewat xSUSHI (sebagian fee trading)
Pangsa pasar (data publik 2025-2026)Dominan, volume DEX tertinggiLebih kecil, fokus multi-chain

Uniswap: Pelopor dengan Fokus ke Kernel v4

Uniswap tetap jadi referensi utama untuk DEX Ethereum. Setelah v3 memperkenalkan concentrated liquidity (LP memilih range harga), v4 kini membawa konsep hooks — modul yang memungkinkan kustomisasi pool dengan dynamic fee, on-chain limit order, atau mekanisme customized lain tanpa harus bikin AMM baru. Strategi Uniswap modern condong ke deploy di chain besar (Ethereum L1, Arbitrum, Optimism, Base) dengan likuiditas dalam — bukan mengejar jumlah chain.

Detail lebih lanjut di Review Uniswap Protocol dan konsep AMM di kamus AMM.

SushiSwap: Fork yang Bertahan dengan Strategi Multi-Chain

SushiSwap lahir sebagai “vampire attack” ke Uniswap v2 — menarik likuiditas dengan imbalan token SUSHI. Setelah drama awal, SushiSwap memilih jalur berbeda: deploy ke sebanyak mungkin chain, termasuk chain kecil yang Uniswap tidak masuk. Mereka juga memperluas produk ke BentoBox (vault yang jadi basis multi strategi), Kashi (lending isolated risk), dan Trident (AMM concentrated di Sushi).

Trade-offnya: dengan begitu banyak chain dan produk, attack surface SushiSwap jauh lebih luas, dan likuiditas per pool sering lebih tipis dibanding Uniswap di chain besar.

Fee dan Distribusi Pendapatan

SushiSwap dari awal lebih agresif membagi fee trading ke pemegang SUSHI yang staking menjadi xSUSHI — sekitar 0.05% dari fee 0.25% per swap mengalir ke staker. Uniswap sebaliknya: sebagian besar fee tetap di LP, dan klasifikasi fungsi treasury/fee switch UNI berulang jadi perdebatan governance dan belum aktif sepenuhnya lewat on-chain. Bagi pengguna yang menilai token untuk cashflow, SUSHI punya angle revenue-sharing yang lebih eksplisit — walau angka absolut fee jauh lebih kecil karena volume SushiSwap jauh di bawah Uniswap.

Likuiditas dan Slippage

Di Ethereum L1 dan L2 major, Uniswap hampir selalu punya depth lebih dalam. Untuk token populer (ETH, wstETH, USDC, WBTC) buka posisi besar di Uniswap v3 biasanya memberi slippage lebih rendah. SushiSwap unggul di chain kecil atau token yang belum listed di Uniswap — di chain seperti Moonriver, Telos, atau Fantom versi lama, SushiSwap sering jadi satu-satunya option.

Mana Cocok untuk Siapa

Pilih Uniswap jika:

  • Trading token populer di Ethereum L1 atau L2 major dan butuh likuiditas paling dalam
  • Ingin exposure ke arah hook dan v4 sebagai narasi pengembangan DEX jangka panjang
  • Tidak terlalu peduli revenue-sharing token; lebih fokus ke eksekusi trading

Pilih SushiSwap jika:

  • Sering trading di chain kecil yang belum dijangkau Uniswap
  • Tertarik pada ekosistem produk (BentoBox/Kashi) yang menawarkan strategi yield/lending
  • Menghargai model xSUSHI yang lebih eksplisit membagikan fee ke staker

Untuk LP pemula: kedua DEX sama-sama membawa risiko impermanent loss yang bisa menggerus return, terutama pada pool volatile pair. Pahami merek ini sebelum deposit modal.

Kesimpulan

Uniswap dan SushiSwap bukan kompetitor head-to-head dalam pengertian volume — Uniswap dominan di chain major, SushiSwap bertahan sebagai multi-chain DEX dengan produk tambahan. Pilihan lebih bergantung di mana Anda trading dan strategi apa yang dipakai, bukan satu pemenang mutlak.

Baca juga Uniswap vs Curve untuk bandingkan dengan AMM stablecoin specialist, dan Uniswap v2 vs v3 untuk memahami transisi AMM model.

⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal. Volume, fee, dan distribusi token dapat berubah — cek data on-chain terkini sebelum memilih platform. Jadi LP di DEX membawa risiko smart contract dan impermanent loss.

Mau Masuk Web3 Tanpa Rekening Bank?

Elite Vault WhaleX: join membership via USDC di Base Network — akses penuh tanpa proses bank tradisional.

Lihat Elite Vault →

Pertanyaan Umum

Apa perbedaan utama Uniswap dan SushiSwap?

Uniswap adalah DEX asli Ethereum dengan fokus pada kernel v4 dan ekosistem big-chain (Ethereum L1 + L2 mayor). SushiSwap awalnya adalah fork Uniswap v2 yang membedah diri dengan token SUSHI dan strategi deploy ke banyak chain kecil. Saat ini Uniswap mendominasi volume trading DEX, sementara SushiSwap lebih aktif sebagai multi-chain DEX dengan produk tambahan (lending, Kashi,MMM).

Mana yang lebih aman, Uniswap atau SushiSwap?

Tidak ada yang mutlak lebih aman. Uniswap punya audit lebih banyak, tim core lebih besar, dan core protocol belum pernah diexploit sejak launching 2018. SushiSwap menjalankan banyak produk tambahan (Kashi, BentoBox) yang masing-masing punya permukaan smart contract sendiri — semakin banyak kontrak, semakin luas attack surface. Keduanya tetap membawa risiko smart contract; lakukan riset audit sebelum deposit modal signifikan.