6 Layer 2 dengan Throughput dan Kecepatan Tertinggi
6 Layer 2 Ethereum diurutkan berdasarkan throughput (TPS), waktu block/konfirmasi, dan finalitas ke L1 — bukan sekadar gas fee murah.
Arbitrum dan Base secara konsisten menunjukkan throughput praktis tertinggi di antara Layer 2 Ethereum populer, dengan block time di bawah 2 detik dan kapasitas memproses ribuan transaksi per menit tanpa antrean signifikan. Artikel ini mengurutkan 6 L2 berdasarkan tiga kriteria: throughput praktis (bukan cuma klaim TPS teoretis), block time/waktu konfirmasi, dan waktu finalitas penuh ke Ethereum L1.
Untuk perbandingan biaya gas fee L2 secara spesifik, lihat Perbandingan Gas Fee 8 Layer 2 — artikel ini fokus pada kecepatan dan kapasitas, dimensi yang berbeda dari biaya.
Tabel Ringkasan
| L2 | Teknologi | Block time | Finalitas ke L1 |
|---|---|---|---|
| Arbitrum | Optimistic Rollup | ~0,25-1 detik | ~7 hari (challenge period) |
| Base | Optimistic Rollup (OP Stack) | ~2 detik | ~7 hari (challenge period) |
| zkSync Era | ZK Rollup | ~1-2 detik | Jam (setelah proof digenerate) |
| Starknet | ZK Rollup (Cairo) | ~beberapa detik | Jam (setelah proof digenerate) |
| Scroll | ZK Rollup (zkEVM) | ~3 detik | Jam (setelah proof digenerate) |
| Linea | ZK Rollup | ~2-3 detik | Jam (setelah proof digenerate) |
Catatan: angka bersifat perkiraan berdasarkan data publik terakhir dan bisa berubah mengikuti upgrade jaringan.
1. Arbitrum
Arbitrum memakai teknologi Optimistic Rollup dengan block time sangat cepat (di bawah 1 detik untuk soft confirmation di L2), dan merupakan L2 dengan TVL serta aktivitas harian terbesar — indikasi kuat bahwa throughput-nya teruji menahan beban nyata, bukan cuma klaim teoretis.
Risiko/nuansa: Finalitas penuh ke Ethereum L1 tetap butuh challenge period ~7 hari — kecepatan konfirmasi di L2 tidak sama dengan kecepatan withdrawal aman ke L1. Untuk kebutuhan trading harian ini tidak masalah, tapi penting dipahami untuk perencanaan bridging dana besar.
Baca juga: Review Ekosistem Arbitrum.
2. Base
Base (OP Stack, dikelola Coinbase) punya block time konsisten sekitar 2 detik dan kapasitas throughput yang terbukti menampung lonjakan aktivitas besar, termasuk saat momen viral memecoin atau NFT mint massal, tanpa gangguan signifikan.
Risiko/nuansa: Sama seperti Arbitrum, model Optimistic Rollup Base berarti finalitas penuh ke L1 butuh challenge period ~7 hari. Sequencer Base juga masih dioperasikan terpusat oleh Coinbase, bukan jaringan sequencer terdesentralisasi.
Baca juga: Review Base Network, Review Base Ecosystem.
3. zkSync Era
zkSync Era memakai ZK Rollup dengan validity proof, yang secara teori memberi finalitas ke L1 jauh lebih cepat (hitungan jam) dibanding Optimistic Rollup begitu proof berhasil digenerate dan diverifikasi di L1.
Risiko/nuansa: Waktu generate proof untuk batch transaksi kompleks bisa menambah latensi dibanding klaim throughput teoretis — dalam praktiknya, “finalitas cepat” ZK rollup tetap bergantung pada seberapa efisien infrastruktur prover mereka, yang terus dikembangkan.
Baca juga: Review zkSync Era.
4. Starknet
Starknet memakai bahasa Cairo yang dirancang khusus untuk efisiensi generate ZK-proof, dengan target throughput tinggi untuk aplikasi yang butuh komputasi kompleks on-chain (misalnya game on-chain).
Risiko/nuansa: Karena tidak kompatibel EVM secara native, ekosistem developer Starknet lebih kecil dibanding L2 berbasis EVM — throughput teknis tinggi tidak otomatis berarti aktivitas riil setinggi Arbitrum atau Base.
Baca juga: Review Starknet.
5. Scroll
Scroll dirancang sebagai zkEVM yang kompatibel bytecode-level dengan Ethereum, memberi kombinasi antara kemudahan developer EVM dan keuntungan finalitas cepat teknologi ZK.
Risiko/nuansa: Sebagai proyek zkEVM yang relatif lebih baru, skala TVL dan aktivitas hariannya masih di tier menengah-kecil dibanding Arbitrum/Base — kapasitas throughput belum teruji menahan beban ekstrem sebesar dua L2 tersebut.
Baca juga: Review Scroll.
6. Linea
Linea (dikembangkan ConsenSys, tim di balik MetaMask) adalah ZK Rollup dengan integrasi erat ke tooling developer Ethereum yang sudah luas dipakai, memberi jalur throughput yang stabil untuk aplikasi standar.
Risiko/nuansa: Sama seperti Scroll, skala aktivitas Linea masih di tier menengah — throughput teknis solid tapi belum menghadapi stress test sebesar L2 tier atas.
Baca juga: Review Linea.
Kenapa Throughput Tinggi Tidak Selalu Berarti “Lebih Baik”
Beberapa hal penting dipahami sebelum memilih L2 berdasarkan kecepatan semata:
- Sequencer terpusat — hampir semua L2 di atas masih memakai sequencer tunggal, jadi throughput tinggi bergantung pada infrastruktur satu operator, bukan jaringan terdesentralisasi
- Trade-off finalitas — Optimistic Rollup (Arbitrum, Base) punya konfirmasi L2 sangat cepat tapi finalitas L1 lambat (7 hari); ZK Rollup sebaliknya
- Throughput teoretis vs praktis — klaim TPS dari whitepaper sering jauh dari kondisi jaringan nyata dengan beban penuh
Kesimpulan
Arbitrum dan Base unggul di throughput praktis dan aktivitas nyata yang sudah teruji menahan beban besar, sementara zkSync Era dan Starknet menawarkan proposisi finalitas lebih cepat ke L1 lewat teknologi ZK, dengan trade-off ekosistem yang masih berkembang. Pilihan terbaik tergantung kebutuhan: trading harian mengutamakan kecepatan konfirmasi L2, sementara aktivitas yang butuh keamanan penuh cepat ke L1 lebih cocok dengan ZK rollup.
Baca juga: Analisis Lanskap Ethereum Layer 2, Arbitrum vs Optimism.
⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal. Data throughput dan block time bersifat perkiraan dan berubah mengikuti upgrade jaringan — cek dokumentasi resmi masing-masing chain untuk data terkini.
Elite Vault WhaleX: join membership via USDC di Base Network — akses penuh tanpa proses bank tradisional.
Lihat Elite Vault →Pertanyaan Umum
Layer 2 mana yang throughput-nya paling tinggi?
Berdasarkan kapasitas teknis dan block time, Arbitrum dan Base termasuk yang paling tinggi throughput praktisnya untuk aktivitas harian, dengan block time di bawah 2 detik. zkSync Era dan Starknet punya kapasitas throughput teoretis besar lewat teknologi ZK, tapi finalitas penuh ke Ethereum L1 masih bergantung pada waktu generate proof.
Apa beda throughput dan gas fee murah di L2?
Throughput mengukur berapa banyak transaksi yang bisa diproses jaringan per detik dan seberapa cepat transaksi dikonfirmasi, sementara gas fee mengukur biaya per transaksi. Chain bisa punya throughput tinggi tapi gas fee sedang, atau sebaliknya — keduanya dipengaruhi faktor teknis berbeda dan tidak selalu berbanding lurus.