Blobs di Ethereum: Format Data Murah untuk L2 Rollup
Blobs adalah format penyimpanan data sementara di Ethereum yang memangkas biaya transaksi L2 hingga 10x dibanding calldata biasa.
Blobs adalah format data khusus yang diperkenalkan Ethereum lewat EIP-4844 pada Maret 2024. Satu blob berukuran 128 KB dan dikirimkan bersama transaksi reguler sebagai lampiran terpisah. Yang membedakan blobs dari data biasa: blobs tidak disimpan permanen di blockchain — node Ethereum menghapusnya setelah sekitar 18 hari.
Masalah yang Dipecahkan Blobs
Sebelum blobs ada, jaringan Layer 2 seperti Arbitrum dan Base menyimpan data transaksi mereka ke Ethereum lewat calldata. Calldata disimpan permanen di blockchain dan dikenakan biaya gas yang sama tingginya seperti data lain. Akibatnya, saat jaringan Ethereum ramai, biaya kirim satu transaksi di L2 pun ikut naik — karena rollup harus bayar gas mahal untuk posting calldata ke L1.
Blobs memisahkan pasar gas-nya sendiri (disebut blob gas). Ini berarti lonjakan aktivitas di Ethereum mainnet tidak langsung menular ke harga blob. L2 bisa posting data lebih murah dan lebih dapat diprediksi.
Cara Kerja Blobs
Rollup seperti Optimism atau zkSync mengemas ratusan ribu transaksi pengguna menjadi satu batch. Batch ini diposting ke Ethereum sebagai blob, bukan calldata. Node Ethereum menyimpan blob selama ~18 hari — cukup lama untuk verifikasi dan fraud proof — kemudian menghapusnya.
Data yang dihapus bukan berarti hilang tanpa jejak: komitmen kriptografi (KZG commitment) dari blob tetap ada permanen di blockchain, sehingga siapa pun bisa membuktikan bahwa data tertentu pernah ada.
Dampak Nyata ke Pengguna
Setelah EIP-4844 aktif pada 13 Maret 2024:
- Arbitrum: biaya swap rata-rata turun dari $0,40 ke $0,02–0,05
- Base: biaya transaksi turun dari ~$0,30 ke bawah $0,01 untuk sebagian transaksi
- Optimism: penghematan serupa, 80–95% lebih murah
Bagi pengguna biasa, blobs tidak perlu dioperasikan secara langsung — manfaatnya otomatis terasa lewat biaya transaksi yang lebih rendah saat menggunakan aplikasi di jaringan L2.
Batasan Blobs
Setiap blok Ethereum dapat menampung maksimum 6 blob (target 3 blob per blok). Saat aktivitas L2 sangat tinggi dan semua slot blob terisi, blob gas price naik lewat mekanisme serupa EIP-1559. Meski lebih tahan lonjakan dibanding calldata, antrean blob tetap ada saat L2 tumbuh sangat cepat.
Data availability dari blobs juga mengandalkan node Ethereum menjaga data selama periode penyimpanan. Setelah 18 hari, rollup harus mengandalkan solusi DA alternatif (seperti EigenDA atau Celestia) jika data masih dibutuhkan.
💡 Mau praktik langsung, bukan hanya teori? Di kelas WhaleX, Anda belajar hands-on — setup wallet, yield strategy, dan navigasi protokol DeFi nyata. Coba kelas Web3 gratis →
⚠️ Disclaimer: Informasi ini bersifat edukatif. Biaya transaksi di jaringan L2 bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi jaringan. Bukan saran investasi.
Elite Vault WhaleX: join membership via USDC di Base Network — akses penuh tanpa proses bank tradisional.
Lihat Elite Vault →Pertanyaan Umum
Apa itu blobs di Ethereum?
Blobs adalah paket data berukuran 128 KB yang dikirim bersama transaksi Ethereum lewat mekanisme EIP-4844. Data ini disimpan oleh node Ethereum selama sekitar 18 hari, lalu dihapus otomatis — tidak menjadi bagian permanen dari blockchain. L2 rollup menggunakan blobs untuk posting data transaksi dengan biaya lebih murah.
Kenapa blobs bisa memangkas biaya L2?
Sebelum EIP-4844, L2 posting data ke Ethereum lewat calldata yang mahal karena disimpan permanen dan ikut dihitung dalam gas setiap blok. Blobs punya gas market terpisah (blob gas), sehingga lonjakan aktivitas Ethereum tidak langsung menaikkan biaya blob. Hasilnya, biaya transaksi di Arbitrum, Base, dan Optimism bisa turun 80–95% setelah EIP-4844 aktif.