Kamus Crypto

ezETH: Token Restaking dari Renzo Protocol untuk Yield Berlapis

ezETH adalah liquid restaking token dari Renzo Protocol — saat deposit ETH atau LST, pengguna mendapat ezETH yang mengakumulasi reward staking plus.

ezETHLRT

ezETH adalah Liquid Restaking Token (LRT) yang diterbitkan Renzo Protocol. Saat pengguna menyetor ETH atau LST (seperti stETH atau cbETH) ke Renzo, mereka menerima ezETH yang mewakili posisi restaking di EigenLayer. Nilainya mengakumulasi reward dari dua sumber sekaligus: staking Ethereum dan operasi AVS.

Cara Kerja ezETH

Ketika Anda deposit 1 ETH ke Renzo:

  1. Renzo konversi ETH ke stETH (atau LST lain)
  2. stETH didelegasikan ke EigenLayer via Renzo sebagai operator
  3. EigenLayer mendelegasikan staked ETH untuk mengamankan AVS (protokol seperti oracle, bridge, atau DA layer)
  4. Anda menerima ezETH yang mewakili seluruh posisi ini

Reward yang masuk: ~3.5% APR dari staking ETH + reward tambahan dari AVS (jumlahnya bervariasi) + Renzo points (yang bisa dikonversi ke airdrop token REZ).

Mengapa ezETH Populer Sebelum Airdrop REZ

Sebelum token REZ diluncurkan April 2024, Renzo membagikan “ezPoints” kepada pengguna yang hold ezETH. Ini menciptakan ekspektasi airdrop besar dan mendorong TVL Renzo melonjak ke $3 miliar dalam waktu singkat — mayoritas pengguna masuk bukan untuk APR tapi untuk poin.

Setelah REZ dilaunched dan harganya jatuh dari $0.18 ke $0.10 dalam sehari, sebagian besar pengguna poin-farming menarik dana. ezETH sempat depeg sekitar 1.5% dari ETH selama beberapa jam saat rush exit.

Risiko Berlapis ezETH

Smart contract risk berlapis: Renzo di atas EigenLayer di atas protokol LST — tiga lapisan smart contract, tiga permukaan risiko.

AVS slashing risk: Jika AVS yang diamankan Renzo berperilaku jahat atau node operator melanggar aturan, sebagian ETH yang di-restake bisa kena slash. Ini risiko yang tidak ada di staking biasa.

Liquidity risk: Pool ezETH/ETH jauh lebih kecil dari stETH. Saat panik, keluar dari posisi ezETH bisa kena slippage besar atau butuh menunggu withdrawal queue.

ezETH termasuk dalam kategori LRT bersama weETH dari EtherFi. Bagi investor yang ingin maksimalkan yield dari posisi ETH, LRT seperti ezETH bisa relevan — tapi membutuhkan pemahaman risiko yang jauh lebih dalam dari sekadar staking biasa.


💡 Mau praktik langsung, bukan hanya teori? Di kelas WhaleX, Anda belajar hands-on — setup wallet, yield strategy, dan navigasi protokol DeFi nyata. Coba kelas Web3 gratis →

⚠️ Disclaimer: ezETH membawa risiko berlapis: Renzo Protocol, EigenLayer, LST yang digunakan, dan AVS yang diamankan. Depeg pernah terjadi. Jangan alokasikan lebih dari yang siap Anda rugikan.

Mau Masuk Web3 Tanpa Rekening Bank?

Elite Vault WhaleX: join membership via USDC di Base Network — akses penuh tanpa proses bank tradisional.

Lihat Elite Vault →

Pertanyaan Umum

Apa itu ezETH dari Renzo Protocol?

ezETH adalah Liquid Restaking Token (LRT) yang diterima saat deposit ETH atau LST (stETH, cbETH) ke Renzo Protocol. Renzo secara otomatis mendelegasikan aset ke EigenLayer untuk mendapat reward staking Ethereum plus reward dari AVS (Active Validation Services).

Apa perbedaan ezETH dengan stETH atau rETH?

stETH dan rETH adalah liquid staking token — reward hanya dari staking Ethereum. ezETH adalah liquid restaking token — reward dari staking Ethereum PLUS reward tambahan dari protokol yang diamankan via EigenLayer. Yield lebih tinggi, tapi risiko juga lebih berlapis.